
Aliya tersenyum manis ketika dia melihat Siska, dan dia pun langsung menghampiri Siska yang membawa banyak sekali barang-barang bawaan nya.
"Astaga Siska, kamu bawa apa ini banyak sekali dan untuk siapa ini?."
Aliya membawa barang-barang tersebut ke dalam rumah nya, dan Siska pun seketika tersenyum manis kepada Aliyaa.
"Ini semuanya untuk kamu Aliyaa Mutiara, kamu harus banyak makan yaaa. Supaya kamu tambah pintar."
Mata Aliyaa berkaca-kaca ketika melihat kebaikan Siska, dia begitu sangat peduli terhadap nya.
Aliya pun langsung memeluk erat tubuh Siska.
"Terimakasih banyak atas perhatian nya, kamu baik sekali dengan aku Siska. Aku beruntung sekali mendapatkan teman seperti kamu."
Siska menghapus air mata Aliyaa dan tersenyum manis kepada Aliyaa.
__ADS_1
"Kamu itu orang baik dan pasti banyak sekali yang berniat baik untuk kamu, percaya lah semua pasti akan indah pada waktu nya. Kamu pasti bahagia karena perjuangan kamu yang sangat berharga."
Aliya pun hanya tersenyum tipis kepada Siska.
"Aku harus penuh perjuangan ini belum di mulai, aku masih harus berjuang sampai gelar ku sebagai seorang Dokter."
Siska memperhatikan ruangan demi ruangan dan dia pun langsung bertanya kepada Aliyaa.
"Kamu di sini bersama dengan Kak Fabian,? lalu bagaimana dengan tanggapan orang-orang yang ada di sekitar sini."
"Kita bilang kalau kita itu adalah sodara, kita Kakak dan Adik sehingga membuat kita sedikit aman untuk bisa tinggal bersama di sini tapi itu pun tidak akan berlaku lama di sini. Aku pasti akan keluar dari rumah ini dan mencari pekerjaan."
Aliya terlihat berbeda dengan Aliyaa yang dulu, dia terlihat sangat tangguh sekali dan kuat tidak seperti Aliyaa yang manja.
"Kamu serius Al kamu mau kerja,? kenapa Mama tega banget sih Al. Kamu itu anak tunggal loh Al dan yang pasti nya juga anak kandung dari Tante Miranda."
__ADS_1
Siska merasa tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan oleh Tante Miranda, tapi dia pun langsung menyadari jika semua ini di karenakan kebesaran cinta Tante Miranda terhadap Fabian.
Siska memegang tangan Aliyaa seperti pertanda genggaman penyemangat.
"Mama sudah tidak menginginkan kuu, aku pun kadang binggung kenapa hanya karena pilihan aku ini Mama menjadi berubah dan berlebih-lebihan sekali. Dia sampai mau mencoret nama kuu dari hak warisan dan mengganti dengan nama Kak Fabian, yaa aku pun menyadari nya jika Kak Bian itu memang sangat baik sekali dalam pekerjaan nya dan dia pun juga bisa menggantikan posisi Mama dengan baik."
Siska pun terdiam ketika dia mendengar perkataan dari Aliyaa seketika dia pun langsung menghelakan nafas panjang nya.
Andai Aliyaa mengetahui semuanya jika itu semua karena Mama nya yang sangat cinta sekali dengan Kak Fabian.
Siska pun merasa sangat sedih sekali hanya karena cinta, sampai merelakan anak kandung nya sekali.
Hanya berpikir bahagia untuk nya saja tidak pedulikan bagaimana perasaan anak nya sendiri.
"Aliya kamu yang sabar yaa, karena Mama kamu yang seperti itu. Aku sangat kesal sekali dengan sikap Mama kamu yang sekarang, tapi kamu harus yakin yaa kalau pasti akan bahagia."
__ADS_1
Siska memeluk kembali Aliyaa dengan air mata yang tidak bisa di tahan lagi.