
Ketika Aliyaa dan Fabian sedang bersenang-senang bersama.
Miranda di buat emosi ketika melihat kiriman video kebersamaan Aliyaa dan Fabian.
"Fabian, benar-benar mencintai Aliyaa dia sampai melakukan hal seperti ini. Dia pun memberikan cincin putih untuk Aliyaa."
Miranda memilih untuk melemparkan handphone ke kasur.
Dia merasa sangat cemburu sekali melihat kemesraan Fabian bersama dengan Aliyaa.
"Ini tidak boleh terjadi mereka tidak boleh bersama karena aku tidak mau, aku tidak bisa melerakan Fabian bersama dengan wanita lain walaupun itu adalah anak kandung kuu sendiri."
Tangan Miranda pun mulai bergetar hebat dia menahan rasa emosi nya.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang yaa, ayolah Miranda kamu harus bisa berpikir jernih pisahkan mereka dengan cara yang halus buat Fabian agar bisa kembali bersama dengan kamuu."
Miranda di buat tidak bisa berpikir sama sekali dia pun memilih untuk pergi ke Restoran Irfan.
"Yaa, aku harus meminta pertolongan dari Irfan dia pasti bisa membantu aku."
__ADS_1
Miranda pun langsung bersiap untuk pergi menemui Irfan.
Di perjalanan menuju ke Restoran Irfan, Miranda terus saja terbayang-bayang melihat kemesraan Aliyaa dan juga Fabian.
"Ahhhhhhh, kenapa bayangan kemesraan mereka berdua terus saja ada di pikiran kuu."
Miranda pun memilih untuk mempercepat laju kendaraan agar dia bisa cepat sampai di Restoran tersebut.
Kedatangan Miranda langsung membuat perhatian semua para pegawai yang ada di sana.
Miranda mencari keberadaan Irfan tapi ternyata Irfan tidak ada di lokasi.
Ketika Miranda hendak masuk Irfan membuka pintu tersebut karena melihat dari cctv.
Miranda pun sangat terkejut sekali ketika dia harus berhadapan dengan Irfan dengan jarak yang sangat dekat sekali.
"Ayooo silahkan masuk Bu Miranda, ada apa yaa tumben sekali kembali ke sini."
Miranda pun hanya tersenyum tipis kepada Irfan.
__ADS_1
"Kedatangan aku ke sini, aku ingin sekali meminta saran dan pendapat dari kamu Irfan karena aku yang selalu emosional seperti ini takut sekali mengambil keputusan yang salah."
Irfan pun langsung membuat kan Coffe hangat untuk Miranda agar bisa lebih santai dalam berbicara.
Miranda pun meminum Coffe hangat panas yang telah di sediakan.
"Hmmmmm, baik lah aku mulai saja permasalahan nya. Aku sangat mencintai Fabian tapi ternyata aku sangat terkejut sekali ketika mendengar Fabian yang ternyata mencintai anak ku Aliyaa. Aku sangat terpukul sekali ketika mendengar perkataan tersebut aku sangat tidak rela."
Irfan terdiam dan dalam hati nya dia merasa sangat lega sekali akhirnya Miranda mengetahui semuanya.
"Jika mereka berdua saling mencintai itu sangat wajar karena mereka yang masih muda dan juga masih segar sekali."
Miranda merasa tersinggung dengan ucapan Irfan yang secara tidak langsung membandingkan fisik dirinya dengan Aliyaa.
"Tapi kan sebelum Aliyaa mengenal Fabian, aku dan Fabian sudah menjalani hubungan yang cukup lama sekali. Dan kita pun saling mencintai satu sama lain nya, tapi ketika Fabian dengan Aliyaa hancur sudah semua harapan kuu masa depan kuu bersama dengan Fabian."
Irfan melihat Miranda sangat terpukul sekali ketika dia harus menerima kenyataan dalam hidup nya jika lelaki yang dia cintai harus bersama dengan Putri kesayangannya.
Miranda terus saja menangis di hadapan Irfan dan Irfan pun membiarkan nya.
__ADS_1