
Fabian menghampiri Aliya yang tidak kuat menahan rasa sakit nya di dalam mobil.
"Astaga Aliyaaaaaaa, badan kamu panas lagi Aliyaa. Kita harus segera pergi ke rumah sakit."
Fabian sangat hawatir sekali dengan kondisi Aliyaa.
"Seharusnya kamu jangan seperti ini Aliyaa, seharusnya kamu istrirahat. Kamu seperti hanya untuk Mama kamu tapi dia tetap mengabaikan kebaikan kamu."
Fabian tidak tega untuk melihat kondisi Aliyaa, Aliyaa di larikan ke Rumah Sakit yang sama.
Dan Dokter Nadia kembali yang menangani Aliyaa.
"Aliyaaaaaaa kamu kenapa lagi sayaaaaang, baru kemarin kamu pulang sekarang harus masuk kembali Rumah Sakit."
Aliya pun langsung di tangani oleh pihak medis dan Fabian pun menunggu Aliyaa.
Fabian tidak tega melihat Aliyaa yang harus di infus kembali.
__ADS_1
"Aku tidak akan masuk kerja sebelum Aliyaa sembuh dari sakit nya, aku yang harus bertanggung jawab atas semua ini. Aku tidak peduli di keluarkan dari perusahaan itu."
Fabian hanya bisa menunggu hasil pemeriksaan Aliyaa, dan Dokter Nadia pun keluar menghampiri Fabian.
"Bagaimana Dok, keadaan Aliyaa sekarang."
Wajah Fabian begitu sangat hawatir sekali.
"Ikut ke ruangan saya dan cerita kan semuanya kepada saya."
Dokter Nadia seperti nya merasa jika sakit Aliyaa karena tekanan batin atau banyak pikiran.
"Saya mengenal sekali Miranda, apa yang di lakukan oleh Miranda kepada Aliyaa sampai Aliyaa harus di rawat kembali di sini padahal dia baru saja pulang dari rumah sakit."
Fabian lebih memilih untuk jujur kepada Dokter Nadia.
"Aliya seperti nya ingin sekali bertemu dengan Mama dia sangat merindukan Mama nya, dan dia memaksakan diri untuk membuat suatu acara makan malam bersama. Tapi ternyata Mama nya tetap saja tidak memperdulikan Aliyaa dan membuat semua pertengkaran antara kedua nya."
__ADS_1
Dokter Nadia terdiam dia tidak habis pikir dengan sikap Miranda, kenapa dia begitu sangat emosional sekali dan sangat egois terhadap Aliyaa.
"Kasihan sekali Aliyaa, saya yakin Miranda seperti ini bukan karena hanya Aliyaa yang tidak mau mengikuti kemauan Mama untuk kuliah bisnis tapi pasti ada sesuatu hal yang lain."
Fabian pun langsung terdiam mendengar perkataan dari Dokter Nadia yang mulai curiga dengan hal yang lain nya.
"Jika Miranda tidak mau mengurus Aliyaa, biarkan saja saya yang mengurus Aliyaa dia akan yang baik dan berprestasi terlihat sekali dia sangat tangguh dan kuat."
Dokter Nadia pun memperhatikan Fabian dia merasa Fabian lelaki yang sangat bertanggung jawab dan pantas untuk Aliyaa.
"Kamu perhatikan Aliyaa dari makanan dan waktu jam istirahat nya yaa, jangan sampai Aliyaa seperti ini lagi. Sekarang kamu bisa keluar dari ruangan saya dan temanin Aliyaa."
Setelah selesai berbicara Fabian pun langsung pergi dari ruangan tersebut dan menghampiri kembali ke ruangan Aliyaa.
Fabian memikirkan ucapan Miranda yang akan mencabut beasiswa Aliyaa.
"Bukan aku tidak mampu untuk membiayai Aliyaa kuliah tapi Aliyaa pasti sangat sedih sekali jika Beasiswa nya harus di cabut Aliyaa penuh perjuangan untuk mendapatkan beasiswa ini."
__ADS_1
Fabian melihat dari kaca pintu melihat Aliyaa yang masih belum sadarkan diri, Fabian merasa tidak tega melihat Aliyaa yang terbaring lemas dengan infusan di tangan nya."
Fabian berharap besar ada keajaiban setelah ini.