Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (233)


__ADS_3

Fabian merasa sangat terkejut sekali ketika melihat Aliyaa menangis di pundak Dokter Nadia.


Aliya pun menghentikan tangisnya dan melepaskan pelukan erat dari Dokter Nadia.


Aliya tidak mau menceritakan semuanya kepada Fabian dia tidak mau Fabian sampai keluar dari pekerjaan nya.


"Aku menangis karena aku merasa sangat terharu sekali ketika Dokter Nadia bilang dia akan membiayai kuliah kuu."


Dokter Nadia hanya terdiam ketika Aliyaa menutupi perlakuan Mama nya terhadap nya.


Fabian pun merasa sangat berterimakasih sekali kepada Dokter Nadia.


"Terimakasih banyak atas kebaikan Dokter kepada Aliyaa, tapi saya juga akan berjuang untuk Aliyaa."


Dokter Nadia merasa sangat bahagia sekali ketika melihat mereka berdua.


"Berjuang terus untuk kalian berdua yaa, Aliyaa Dokter pergi dulu yaa. Nanti ada waktu nya Dokter memeriksa kondisi kamu."

__ADS_1


Dokter Nadia pun pergi meninggalkan mereka berdua dan menutup rapat pintu kamar nya.


Fabian menatap wajah Aliyaa yang terlihat sangat sedih sekali.


"Kamu jangan sedih seperti ini Aliyaa, kamu harus berjuang keras untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan."


Aliya menghelakan nafas panjang nya dia pun menundukan kepala nya.


"Kaaa, aku merasa sangat lelah sekali seperti nya memang Mama seperti ini itu adalah mengancam beasiswa kuu. Sekarang aku tidak peduli dengan itu semua nya Kaa, jika sampai Mama mencabut beasiswa kuu aku akan memilih untuk berkerja saja aku tidak akan mengemis aku akan jalanin kehidupan kuu yang sekarang."


"Apapun yang kamu pilih Kakak akan terus mendukung kamu Aliyaa, kamu harus selalu bersemangat karena kamu adalah anak yang pintar dan berprestasi."


Aliya tidak menyangka jika Fabian mendukung keinginan nya dia sangat bahagia sekali mempunyai kekasih sejati seperti Fabian.


"Pantesan aku harus bersaing dengan Mama ku sendiri, bersaing mendapatkan seorang lelaki yang bertanggung jawab baik dan tampan juga."


Fabian tersipu malu ketika Aliya yang mencoba untuk menggoda nya.

__ADS_1


"Hahhhhh, Kakak tidak pernah menyangka bisa jadi incaran Tante-tante seperti ini. Padahal di luar sana banyak sekali para pengusaha yang menginginkan bersama dengan Mama kamu Aliyaa, banyak sekali macam-macam nya."


Aliya pun merasa sangat kebingungan sekali dengan Mama nya, kenapa menjadi pencinta brondong. Padahal ketika dirinya dengan Papa nya mereka itu seumuran.


"Kaaa, aku ingin sekali Mama bersama dengan Om Irfan. Sekarang aku akui jika Om Irfan itu memang lebih pantas untuk menjadi Papa aku, tapi bagaimana caranya supaya mereka bisa bersama kembali."


Fabian pun mulai memikirkan bagaimana cara agar Miranda bisa bersama dengan Irfan.


"Irfan yang sudah mencintai Miranda sejak dulu dan Miranda pun yang merasa nyaman ketika bersama dengan Irfan dalam hal mengobrol, hmmmmm seperti nya nanti Kakak akan bicarakan ini semua dengan Irfan."


Aliya pun tersenyum manis kepada Aliyaa, dia merasa hidup nya penuh dengan warna.


Tadi dia sangat sedih sekali dan sekarang tiba-tiba saja dia merasa sangat bahagia sekali ketika bisa bersama dengan Fabian.


Aliya berharap cinta nya dengan Fabian akan selalu abadi selamanya di saat Aliya merasa ingin mengakhiri hidup nya agar bisa bersama dengan Papa nya.


Tapi seketika keinginan itu menghilang begitu saja ketika dia bersama dengan Fabian.

__ADS_1


__ADS_2