
Aliya pun semakin penasaran sekali dengan apa yang di sembunyikan oleh Fabian.
"Ayolah Kak, ceritakan semuanya sama aku. Kita kan pasti punya masa lalu."
Fabian menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil mengelus rambut panjang Aliyaa.
"Lebih baik sekarang kamu tidur yaa sayaaaaang, besok kamu pasti di buat sibuk dengan aktivitas di kampus tugas-tugas kuliah tadi juga kamu kan ketiduran."
Aliya pun langsung teringat jika dia bertemu dengan teman masa kecil nya Rendy Perwira.
Karena tidak mau ada kesalah pahaman Aliyaa pun memilih untuk menceritakan semuanya kepada Fabian.
"Kak, aku mau cerita nih Kak."
Fabian yang hendak masuk ke dalam kamar nya pun membalikkan badannya dan menghampiri Aliyaa.
"Kamu mau cerita tentang apa sayang, ayo ceritakan semuanya sama Kakak."
Fabian pun duduk kembali di samping Aliyaa.
"Tadi aku bertemu dengan teman masa kecil aku, Rendy nama nya dia itu teman di saat aku Tk sampai SD. Dan dia tiba-tiba datang ke kampus aku loh Kak."
__ADS_1
Wajah Fabian pun langsung berubah menjadi jutek dia mulai merasa kebakaran di hati nya.
"Dia lelaki untuk apa dia datang menemui Kamu,? terus kamu bilang kalau kamu itu udah punya Kakak."
Aliya melihat wajah Fabian yang memerah seperti menahan rasa emosi nya.
Aliya seketika langsung terdiam dia merasa di posisi serba salah.
Kejujuran Aliyaa membuat Fabian cemburu kepada Rendy tapi jika dia tidak jujur kepada Fabian nanti pun akan marah juga.
"Kakak Bian kuuu sayaaaaang, aku seperti ini hanya untuk menjaga hubungan kita. Aku takut jika aku nggak jujur nanti Kakak berpikiran negatif sama aku."
Fabian merasa rasa cemburu nya sangat besar sekali kepada Aliyaa.
"Iyaaa, sayaaaaang kuuuuu. Terimakasih banyak yaaa atas semua keterbukaan nya, kamu emang wanita idaman."
Aliya pun tersipu malu mendengar perkataan Fabian kepada nya.
"Yasudah yaa aku takut jadi terbang nih di puja-puji terus begini lebih baik aku tidur aja yaa."
Aliya pun langsung meninggalkan Fabian sendiri di dapur.
__ADS_1
"Selamat tidur yaa sayaaaaang, mimpi indah bersama dengan aku bukan dengan lelaki yang lain."
Aliya pun menggelengkan kepalanya ketika mendengar perkataan dari Fabian.
"Cemburu an sekali yaa dia tapi tidak apa-apa itu tandanya cinta hahahaha."
Aliya pun masuk ke dalam kamar nya dan langsung mengunci pintu kamar nya.
"Semuanya sudah aman pintu sudah terkunci rapat dan waktu nya aku tidur pulas."
Aliya pun bersiap untuk tidur dan mematikan lampu kamar nya.
Melihat Aliyaa sudah masuk ke dalam kamar nya dan lampu kamar nya pun sudah gelap.
Fabian pun masuk ke dalam kamar nya, Fabian menyenderkan kepala nya. Dia mulai memikirkan masa depan nya bersama dengan Aliyaa.
"Seperti nya aku jangan memikirkan masa depan bersama dengan Aliyaa, lebih baik aku memikirkan masa lalu yang harus Aliyaa tahu."
Fabian yang sudah terlanjur cinta kepada Aliyaa dia sangat takut sekali kehilangan Aliyaa.
"Jika lebih baik rahasia ini tersimpan rapat dan aku bisa bahagia bersama dengan Aliyaa, akan ku jaga rahasia ini sampai kapan pun. Asalkan Aliyaa tetap bersama dengan kuu selama nya sampai maut yang memisahkan kita berdua."
__ADS_1
Fabian pun mulai menutup mata nya untuk beristirahat.