
Siska mencoba untuk menenangkan perasaan Aliya yang pasti sangat sakit hati sekali di cinta pertama nya, dia yang baru merasakan cinta kepada seseorang lelaki yang lebih tua dari nya dan dia juga harus merasakan patah hati ketika Lelaki nya tersebut lebih memilih Ibu kandung nya sendiri.
"Sudahlah Aliyaaaaaaa, aku tahu kamu pasti sangat sakit sekali. Tapi kan wanita yang bernama dengan Om Irfan Riawan itu kan Mama kamu sendiri, tidak mungkin juga kan kamu berencana untuk menyakiti hati Mama kamu sendiri."
Aliya pun hanya terdiam ketika mendengar perkataan Siska, dia seperti kebingungan sekali dengan kehidupan nya selanjutnya akan seperti apa karena hubungan yang sudah tidak baik dengan Mama nya.
"Siska aku berniat untuk mengambil jurusan kedokteran itu, aku ingin menjadi seorang Dokter Specialis Anak saja dan aku tinggal di rumah yang sudah di sewakan oleh Kak Bian."
Siska langsung memeluk erat Aliya dengan sangat erat sekali, Siska pun tidak sadar meneteskan air mata nya.
Dia tidak menyangka sekali Aliyaa yang manja Aliya yang kaya raya banyak pelayan-pelayan yang setiap memperlakukan nya seperti seorang putri bisa punya pikiran se mandiri ini.
"Aliya kamu ternyata anak yang sangat kuat sekali, kamu adalah perempuan yang sangat tangguh sekali dan menurut aku sekarang kamu lebih baik kembali ke dalam rumah itu. Apapun yang terjadi itu adalah Rumah kamu dan Tante Miranda adalah Mama kamu."
__ADS_1
Aliya menangis tersedu-sedu sambil menganggukkan kepalanya berkali-kali mendengar perkataan Siska.
"Iya Siska aku akan pulang ke rumah, walaupun sudah tidak ada rasa cinta di dalam rumah itu. Tapi aku akan tetap kembali tinggal di rumah itu sampai saat aku mulai kuliah dan aku baru pergi dari rumah itu demi sebuah masa depan yang cerah."
Mereka pun berpelukan kembali, persahabatan yang sangat indah antara Aliya dengan Siska.
***
Sesampainya Fabian di kantor dia begitu sangat cerah sekali dia tersenyum mengingat sikap manis Aliya kepada nya.
"Apakah Aliya bersama dengan kamu malam itu,? dan apa yang sudah kamu lakukan dengan Aliyaa sampai kamu begitu sangat bahagia sekali seperti itu."
Miranda terlihat sangat emosional sekali melihat wajah Fabian yang seperti sangat ceria dan bahagia sekali.
__ADS_1
"Tante Miranda, lalu apa juga yang sudah kamu lakukan selama ini bersama dengan Om Irfan itu hah.? kalian yang sudah sama-sama dewasa di umur kalian berdua,."
Fabian tersenyum sinis kepada Miranda sedangkan Miranda merasa sangat emosional ketika Fabian menyebut nya dengan sebutan Tante-tante.
"Apa maksud kamu menyebut aku seperti itu."
Fabian langsung tidak bisa menahan rasa tawa nya.
"Apa kamu tidak merasa kalau kamu itu adalah seorang Tante-tante, dan bodohnya aku yang mau menjadi seorang simpanan Tante-tante. Aku sangat menyesal sekali Tante Miranda ternyata kamu di luar sana pun bermain pula dengan seorang Om-om kaya raya juga."
Miranda sangat terbawa emosional sekali dengan ucapan Fabian, dia pun langsung menapar Fabian dengan sangat kencang sekali.
*Plaaaakkkkkkk*
__ADS_1
Miranda menapar pipi Fabian dengan begitu sangat emosional sekali, tangan nya pun langsung bergetar ketika dia sudah menampar Fabian yang merupakan kekasih nya.