Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (135)


__ADS_3

Aliya berdiri dari tempat duduk nya dia menghampiri Fabian dan tersenyum.


"Kenapa tadi Kakak berteriak kencang sekali memanggil nama aku, memang apa yang di bisikan Om Irfan."


Fabian merasa ini saat dirinya untuk bisa jujur kepada Aliyaa dengan perasaan nya.


"Om Irfan berbisik jika Kakak harus memilih Mama Miranda atau Aliyaa Mutiara siapa yang akan Kakak pilih dan yang pasti Kakak lebih memilih kamu."


Aliya pun langsung terkejut mendengar perkataan dari Fabian tapi dia tidak mengerti maksud dari pertanyaan tersebut kepada Fabian.


"Kenapa Om Irfan harus bertanya seperti itu yah, apa maksud nya coba."


Aliya pun memilih untuk duduk kembali dengan wajah yang kebingungan sedangkan Siska mulai merasa mencurigai Fabian dan Tante Miranda.


Tapi Siska tidak berani mengatakan nya dia memilih untuk diam saja untuk menjadi pendengar.


"Hmmmmmm, Aliyaa sudah jangan di pikirkan lagi nanti juga kamu pasti mengerti dan mungkin lebih pasti nya merasakan."


Fabian melihat jam di handphone nya, dia harus melakukan sesuatu hal.

__ADS_1


"Aliya Maafkan Kakak ya, kakak seperti harus pulang dulu ya. Kamu baik-baik dan selalu jaga kesehatan kamu ingin sebentar lagi kamu kuliah."


Mendengar Fabian yang akan pergi Siska pun langsung berdiri dan berpamitan untuk pulang juga.


"Hmmmmmm, Al aku juga pulang yah. Kamu juga harus istrirahat yah jangan dulu kecapean yah."


Mendengar Siska juga berniat untuk pulang Fabian pun mengajak Siska untuk pulang bersama.


"Yasudah Siska ayo kita pulang bareng saja yah."


Mendengar ajakan Fabian, Siska langsung melirikan mata nya kepada Aliyaa dan Aliyaa pun langsung tersenyum.


Setelah berpamitan mereka berdua langsung pergi dan Siska seperti ingin banyak bertanya kepada Fabian.


Siska duduk di kursi depan dia terlihat sangat gugup sekali seperti memendam sesuatu kepada Fabian, sikap Siska yang seperti merasa tidak nyaman sekali.


Fabian pun terus memperhatikan sikap Siska yang tidak mau diam.


"Ada apa Siska,? kamu seperti tidak nyaman sekali apa ada sesuatu yang ingin kamu ungkapan kan?."

__ADS_1


Siska pun hanya tersenyum tipis kepada Fabian.


Setelah lumayan lama di perjalanan Siska pun mulai berani untuk bertanya kepada Fabian.


"Kak, sebenarnya Kakak itu punya hubungan apa dengan Tante Miranda."


Mendengar pertanyaan Siska Fabian yang sedang fokus untuk menyetir mobil pun langsung tiba-tiba mengerem mendadak dan membuat Siska langsung terkejut sekali.


"Maaaf yaaa Siska Maaaf, kamu baik-baik saja kan nggak ada yang terluka."


Fabian pun langsung memegang tangan Siska, dan Siska pun menggelengkan kepalanya saja.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu Siska, bukan kah kamu tahu kalau Kakak ini adalah asisten pribadi Tante Miranda."


Wajah Fabian sedikit tegang dia tidak mau rahasia terbongkar oleh orang lain sedangkan Aliyaa sendiri belum mengetahui semuanya.


"Karena aku merasa ada yang aneh dengan sikap Kakak dan Tante Miranda begitu dengan pertanyaan Om Irfan itu. Untuk apa dia harus bertanya kepada Kak Bian untuk memilih antara Tante Miranda dengan Aliyaa, dua orang wanita yang selalu dekat dengan Kakak."


Fabian di buat terdiam mendengar perkataan dari Siska, dia tidak menyangka jika Siska selama ini memperlihatkan dengan detail sekali sampai dia menyadari jika diantara Fabian dan Miranda seperti mempunyai hubungan spesial.

__ADS_1


__ADS_2