Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (145)


__ADS_3

Diperjalanan menuju ke rumah nya Aliyaa dan Fabian mereka terdiam saja.


Aliya merasa sangat bersalah sekali dengan apa yang sudah dia lakukan dengan Fabian.


Aliya berniat untuk memberikan jawaban besok sambil memberikan surprise dengan bantuan Siska.


"Kakak marah yaa kaa sama aku, maafkan yaa kaa."


Fabian mengabaikan perkataan dari Aliyaa, dia fokus dengan kendaraan nya.


Mobil Fabian berhenti di depan gerbang rumah Aliyaa, tampa sepatah kata pun Fabian hanya membukakan pintu mobil nya.


Aliya pun langsung segera keluar dari mobil Fabian.


"Terimakasih banyak atas semuanya, aku sekali lagi minta maaf atas perilaku aku."


Aliya pun langsung berlari menuju ke dalam rumah nya, Fabian memilih untuk terdiam dahulu di depan gerbang Aliyaa.


"Hmmmmm, itu seperti Miranda yang sedang berada di depan pintu masuk. Kenapa dia seperti itu seperti nya akan ada sesuatu terjadi."


Fabian memilih untuk masuk kembali ke dalam mobil nya, dia memundurkan mobil nya agar tidak terlihat oleh Miranda.

__ADS_1


Aliya melihat Mama nya yang tidak biasa ada di depan rumah.


"Dari mana kamu Aliyaa,? dan kamu pergi bersama dengan siapa tadi?."


Miranda berdiri dari tempat duduk nya dan mendekati Aliyaa.


"Aku pergi bersama dengan Kak Fabian, dia mengajak aku untuk berjalan-jalan dan aku sangat senang sekali."


Aliya tersenyum manis sekali kepada Mama seakan pertanda jika sangat senang sekali.


Wajah Miranda seketika memerah menahan rasa cemburu nya.


"Oh, seperti itu dan kamu begitu sangat bahagia sekali bisa bersama dengan Fabian."


"Yaaa aku sangat bahagia sekali karena Kak Fabian itu sangat baik sekali dan perhatian juga dan lumayan ganteng juga."


Aliya pun langsung memilih untuk masuk ke dalam rumah nya.


"Aliyaaaaaaa, tunggu sebentar."


Aliya langsung menghentikan langkah kaki nya ketika Miranda memanggil nya.

__ADS_1


"Aliya, kamu nekat sekali yaa untuk bisa menjadi seorang Dokter Specialis Anak. Kamu lebih memilih untuk menjadi seorang Dokter dari pada kemajuan perusahaan Almarhum Papa kamu."


Aliya sangat terkejut sekali ketika Mama nya mengetahui hal tersebut.


"Mama tahu dari mana aku sekarang sedang mengejar beasiswa untuk kuliah kedokteran."


Miranda pun langsung tersenyum tipis kepada Aliyaa.


Seketika Aliyaa pun langsung berlari ke kamar nya, dia langsung membuka laptop nya dan melihat ada email yang masuk yang sudah di buka.


"Mama ternyata sudah membuka email yang sudah masuk, akhirnya aku lulus juga dan Mama pun sudah mengetahui nya."


Miranda pun langsung masuk ke dalam kamar Aliyaa.


"Kamu yakin akan memilih untuk kuliah dengan beasiswa itu Aliyaa, kamu tidak akan mendapatkan uang dari Mama dan kamu akan Mama coret dari hak warisan keluarga kita."


Miranda mulai menyudutkan Aliya karena dia sangat yakin sekali Aliyaa tidak akan pernah mampu bertahan hidup dengan kesederhanaan.


"Mama akan mencoret nama kuu, hanya karena aku tidak mau mengikuti kemauan Mama. Kenapa Mama harus seperti itu kepada aku tapi aku akan tetap dengan keinginan kuu Mam."


Aliya mencoba untuk tegar di depan Mama nya, ketika dia mendapatkan acaman tidak akan mendapatkan kekayaan lagi.

__ADS_1


"Yaa, Mama akan memberikan semua nya kepada Fabian. Karena dia yang selalu ada untuk bisa memajukan perusahaan kita sekarang."


Aliya pun langsung mencurigai Mama nya yang begitu sangat percaya dengan Fabian.


__ADS_2