
Melihat perlakuan Miranda terhadap nya dan Aliya, Fabian memilih untuk diam menahan rasa emosional nya karena hari ini adalah hari pertama untuk bisa berkerja bersama Miranda. Fabian harus bisa bersabar menjadi boneka Miranda kembali.
Miranda memperhatikan sikap Fabian yang langsung terdiam, dia pun tersenyum karena memang ini adalah jalan terbaik agar Fabian bisa seperti dulu lagi.
Fabian dan Miranda sampai di depan perusahaan besar nya, Miranda turun dari mobil nya dengan kaca mata hitam di pakai nya
Penampilan Miranda yang terlihat sangat cantik dan anggun sering membuat perhatian para pegawai nya.
Fabian memilih untuk berjalan di belakang Miranda dan Miranda langsung memberitahukan bahwa dia akan memberikan pengumuman untuk semua pegawai nya.
Dengan sangat cepat semua pegawai nya pun berkumpul di depan ruangan Miranda, Miranda langsung memegang tangan Fabian.
"Selamat pagi semua nya, saya ingin memberitahukan bahwa mulai hari ini saya memiliki asisten pribadi yang baru. Dia bernama Fabian Putra dia merupakan lulusan terbaik dari universitas yang terbaik."
Fabian langsung tersenyum ketika Miranda, menyampaikan semuanya kepada para pegawai nya.
__ADS_1
"Saya Fabian Putra, mohon kerjasama nya jika saya melakukan kesalahan mohon bimbingannya."
Para pegawai wanita pun gagal fokus melihat wajah tampan Fabian, mereka pun langsung tersenyum sambil melambaikan tangan nya kepada Fabian.
"Yasudah saya cukup saja perkenalan nya, dan sekarang kalian bisa kembali untuk berkerja."
Miranda pun langsung mengantarkan Fabian ke rumah pribadinya yang tidak jauh dari ruangan Miranda.
"Ini adalah ruangan kamu dan ingat kamu di sini untuk berkerja bukan untuk mencari perempuan lain selain aku."
Miranda langsung masuk ke dalam ruangan dan menyelesaikan pekerjaan yang sangat memupuk sekali.
Fabian merasa sangat tidak nyaman dengan perlakuan Miranda yang semakin liar terhadap Aliya.
"Kasihan sekali Aliya dia pasti sangat sakit hati sekali mendengar perkataan Miranda, Miranda sangat keterlaluan sekali dengan Aliya."
__ADS_1
Ketika Fabian hendak menghubungi Aliya, tiba-tiba datang seorang yang membawakan berkas-berkas yang harus di kerjakan oleh Fabian.
Fabian merasa ini adalah cara Miranda yang memberikan pekerjaan yang banyak agar dia tidak punya lagi waktu untuk Aliya.
Fabian pun langsung mengambil berkas-berkas penting tersebut dan langsung mengerjakan nya.
***
Aliya merasa sangat marah sekali mendengar perkataan Mama nya di telephone.
"Mama kenapa sih begitu banget, sama harus rebut handphone Kak Bian. Sekarang Mama kaya yang nggak suka kalau aku dekat sama Kak Fabian, sedangkan awal mula bertemu dia nyuruh aku dekat sama Kak Fabian."
Aliya langsung mencari supir pribadi dan meminta nya untuk mengantarkan dia ke rumah Siska.
"Ke rumah non Siska, nggak ke restoran pak Irfan lagi nona Aliya?."
Aliya langsung terdiam dia merasa bingung kenapa sekarang dia jadi tidak mau lagi bertemu dengan Om Irfan karena ucapan salah satu pegawai yang bilang jika Om Irfan kedatangan wanita yang terlihat sangat dekat dengan nya.
__ADS_1
"Hmmmm, kita ke rumah Siska dulu aja deh Pak. Nanti pulang nya baru kita pergi ke restoran Om Irfan."
Aliya masuk ke dalam mobil nya, tatapan mata begitu sangat sedih sekali. Bahkan dia berniat ingin menginap di rumah Siska saja.