Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (42)


__ADS_3

Di saat Aliya masih kesal di rumah, Miranda menghabiskan waktu bersama dengan Fabian di Apartemen nya. Tapi Fabian menolak ketika dirinya mulai di goda oleh Miranda tidak seperti biasa Fabian menyuruh Miranda untuk pulang menemani Aliya.


"Lebih baik kamu pulang saja, temani Aliya dia kelihatan sangat sedih sekali dan bukan nya dia besok masih ujian di sekolah nya."


Fabian membuka pintu kamar nya agar Miranda secara pergi dari Apartemen nya.


"Kamu sudah terlalu lama di sini, sana pulang saja."


Fabian mencoba untuk menghindari ketika Miranda mendekati nya, karena dia sekarang ingin fokus dengan Aliya saja.


"Oke, baiklah aku pergi sekarang kamu begitu banyak berubah yaa ketika bertemu dengan Aliya. Berubah menjadi jauh lebih baik."


Miranda keluar dari kamar Apartemen nya, dia berjalan menuju ke pintu keluar.


Melihat Miranda sudah pergi, Fabian langsung menutup pintu kamar nya. Dan berpikir keras usaha apalagi yang bisa dia lakukan agar Aliya yang jatuh cinta dengan nya.


"Walaupun gue sangat menyukai Aliya tapi bagaimana caranya supaya Aliya yang suka duluan, kalau sampai Aliya yang cinta Miranda pasti akan merelakan Putri Kesayangannya demi kebahagiaan nya."


Fabian terus memandangi foto Aliya, dia terus memandangi nya dan memeluk nya.


"Kenapa gue harus ketemu sama Mama nya dulu, kalau ternyata anak nya yang bisa buat gue suka. Gue harus menjaga jarak dengan Miranda gue nggak mau kalau sampai Miranda hamil bisa gagal semua rencana ini."

__ADS_1


***


Miranda melewati kembali restoran Irfan dia seketika langsung tersenyum tipis, dan berniat untuk turun di restoran itu.


"Bagaimana kalau aku turun sebentar di Restoran Pak Irfan, aku suka sekali Coffe nya di sini."


Miranda pun turun dan ternyata Irfan sedang duduk di depan pintu masuk dengan memakai baju casual biasa.


Miranda melihat Irfan seperti sedang sibuk sekali dengan handphone.


"Seperti nya sibuk sekali yaa, sedang chatting sama pacar nya yah."


Irfan langsung terkejut mendengar suara yang tidak asing dia dengar.


Irfan langsung menyimpan handphone dan fokus menatap wajah Miranda.




"Kenapa handphone nya langsung di simpan, itu pasti sangat penting sekali."

__ADS_1


Miranda duduk di sebelah kursi Irfan dan membuat Irfan seketika menggeser kan posisi kursinya.


"Ahhh, itu cuman pesan iseng saja. Lagian dia masih di bawah umur hahaha."


Ifran langsung beranjak dari tempat duduk nya, dan mengajak Miranda untuk masuk ke dalam restoran nya.


Miranda pun mengikuti Irfan dia masuk ke dalam restoran nya dan langsung memesan Coffe kesukaan nya.


"Ini adalah minuman favorit aku, ini bisa membuat perasaan aku sedikit lebih tenang."


Setelah memesan minuman favorit nya, Irfan menemani Miranda dan membuat para pegawai memperhatikan Irfan.


"Wahh, kok bukan perempuan imut itu yaa yang sering datang ke sini. Kalau ini sih dewasa sekali seumur sama Pak Irfan."


Ucap salah satu pegawai yang sering memperhatikan Irfan bersama dengan perempuan lain.


"Iya dewasa sekali tapi aku lebih suka sama yang imut itu loh, kocak aja gitu kalau sampai dia bisa sama Pak Irfan."


Pegawai itu pun langsung memberikan pesanan Coffe yang di pesan oleh Miranda.


Miranda langsung tersenyum kepada pegawai tersebut dan tersenyum.

__ADS_1


"Terimakasih banyak ya."


Pegawai itu hanya menggangukan kepalanya dan tersenyum sambil memperhatikan wajah Miranda yang ada sedikit kemiripan dengan Aliya.


__ADS_2