
Fabian mencoba untuk terus-menerus meyakinkan Miranda agar dia bisa percaya terhadap dirinya.
"Sayang, aku nggak akan mungkin mengulang kembali kesalahan aku. Karena aku sudah berjanji akan serius menjalani hubungan serius dengan kamu jadi kamu harus percaya yaa sama aku."
Miranda langsung merasa hilang selera dia pu memilih untuk pergi dari Apartemen nya.
"Aku rasa sangat salah aku pergi ke Apartemen ini, memang lebih baik aku tidur pulas di rumah ku saja."
Miranda meninggalkan Fabian dan memilih untuk kembali ke rumah nya, tapi Fabian hanya berdiam diri ketika melihat Miranda pergi meninggalkan.
"Bagus, lebih baik dia pergi bosan harus terus bercinta dan memuaskan hasrat nya. Lebih baik aku pun mencari perempuan yang lebih muda dari umur di saat sudah memiliki semua nya."
Fabian langsung menutup pintu rapat-rapat dan menghubungi kembali perempuan incaran nya.
Miranda merasa sangat lelah sekali dengan semua ini, dia berniat untuk secepatnya jujur dengan Aliya atas hubungan antara dirinya dengan Fabian.
"Aku harus mempertemukan Aliya dengan Fabian, apapun yang terjadi mereka harus saling kenal dulu dan baru aku bilang jika Fabian adalah calon papa baru nya."
__ADS_1
Miranda pun mengendarai mobil nya dengan pikiran yang tidak fokus dan membuat nya lambat untuk sampai ke rumah nya.
Dan pada akhirnya Miranda pun memilih untuk tidur di dalam mobilnya.
Ke esokan hari Aliya mencari Mama nya di meja sarapan, dia pun langsung lari ke kamar Mama nya tetapi kamar kosong.
Aliya pun langsung pergi ke bagasi mobil nya dia melihat mobil Mama ada itu tandanya Mama tidak keluar rumah, tapi pandangan langsung tertuju pada mobil yang lama tidak terpakai yang ada di depan gerbang.
"Itukan mobil yang sudah jarang di pakai, pasti itu Mama yang ada di dalam mobil tersebut."
Aliya pun langsung menghampiri mobil tersebut, dan mengetuk-ngetuk kacan mobil agar Mama bisa segera terbangun dari tidurnya.
Aliya terus mengetuk kaca jendela mobil tersebut, dan akhirnya Miranda langsung terbangun dari tidurnya.
Miranda langsung terkejut ketika dirinya ternyata ketiduran di dalam mobil nya, dia pun langsung membuka pintu mobil dan memeluk Aliya.
"Terimakasih sayang, Mama harus cepat-cepat berangkat ke kantor yaa."
__ADS_1
Miranda langsung bergegas pergi dan melupakan tas dan handphone nya di dalam mobil.
Aliya pun langsung mengambil handphone dan barang-barang milik Mama nya, dia pun membawa ke dalam rumah nya.
Tapi tiba-tiba handphone berdering kencang sekali, Aliya langsung melihat siapa yang menelephone Mama nya tersebut.
"Fabian Putra, siapa yaa ini teman kerja Mama mungkin yaa. Seperti nya aku harus jawab panggilan telephone ini karena pasti sangat penting sekali, dan bilang kalau Mama itu kesiangan."
Aliya pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut, dan dia hanya terdiam mendengar perkataan pertama dari telephone.
*Hallo Miranda, kamu kenapa sih lebih memilih untuk langsung pulang tadi malam. Aku hawatir sekali loh kamu menjalankan mobilnya semalam itu, sekarang kamu lagi ada di mana pulang kerja pergi ke Apartemen lagi yaa.*
Seketika Aliya langsung terkejut mendengar perkataan dari seseorang tersebut, dia merasa ini bukan teman kerja Mama nya karena perkataan yang begitu sangat perhatian sekali dan seperti yang sudah akrab sekali.
Aliya hanya terdiam saja tapi tiba-tiba Mama nya datang dan langsung mengambil handphone yang ada di tangan Aliya. Panggilan telephone itu tidak di matikan oleh Aliya sehingga Fabian bisa mendengar perkataan antara Miranda dan Aliya.
"Sayang, terimakasih banyak yaa kamu sudah membawa kan tas dan handphone Mama. Mama pergi dulu yaa karena sudah sangat siang sekali kamu hati-hati yaa berangkat ke sekolah nya."
__ADS_1
Miranda mencium kening Aliya dan langsung masuk ke dalam mobil nya, Fabian yang mendengar perkataan tersebut langsung memilih untuk mematikan panggilan telephone nya.