Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (122)


__ADS_3

Kondisi Aliyaa semakin membaik tapi dia seperti lebih senang tinggal di Rumah Sakit dari pada harus pulang ke rumah nya.


"Bisakah aku tetap berada di sini dua sampai tiga hari lagi, aku merasa sangat nyaman sekali di sini dari pada Rumah mewah yang penuh dengan drama."


Suster dan Dokter pun datang menghampiri Aliyaa mereka memeriksa kondisi Aliyaa yang bisa di bilang sudah membaik dan sudah bisa pulang hari ini.


"Bisakah aku satu hari lagi di sini Dokter, tolonglah aku mohon sekali. Aku ingin bisa sembuh total karena aku masih sangat lemas sekali, karena di Rumah hanya akan membuat aku semakin sakit."


Aliya terus memohon kepada Dokter dan Suster tersebut, memang terlihat sangat aneh sekali jarang ada pasien yang memilih untuk lebih lama diam di rumah Sakit.


Dokter tersebut menyuruh suster nya untuk meninggalkan mereka berdua karena Aliyaa sudah di periksa.


"Aliya, sebenarnya aku ini adalah teman Mama mu semasa sekolah. Aku Nadia Ervina dan aku di suruh oleh Mama kamu untuk menjaga kamu sampai sehat kembali, sebenarnya ada apa yang terjadi sebenarnya?."


Aliya sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Dokter tersebut yang ternyata adalah sahabat Mama nya.

__ADS_1


Tapi lebih baik dia mengatakan semuanya kepada Dokter tersebut agar dia mau memperpanjang waktu satu hari lagi untuk dirinya berada di rumah sakit ini.


"Hubungan ku tidak baik dengan Mama dan aku merasa sangat tidak nyaman sekali untuk berada di dalam rumah itu hanya membuat telinga aku sakit mendengar ucapan Mama yang se enak nya saja."


Dokter Nadia mereka jika Aliyaa merasa sangat tertekan sekali ketika dia berada di dalam rumah nya, terlihat sangat jelas sekali dia begitu emosional sekali ketika berbicara.


"Baiklah, kamu bisa memulihkan kondisi tubuh kamu sampai kamu sehat total. Jangan lupa untuk selalu meminum vitamin yang sudah di siapkan yah Aliyaa, cepet sembuh anak cantik."


Dokter Nadia pun pergi untuk meninggalkan Aliyaa tapi di saat dia mau membuka pintu terlihat lelaki tampan di hadapan nya.



Kedatangan Fabian membuat Aliyaa tersenyum dan seperti memberikan semangat baru.


"Bagaimana dengan kondisi kamu sekarang Aliyaa,? apakah kamu sudah sembuh dan bisa pulang."

__ADS_1


Fabian menatap wajah Aliyaa yang masih terlihat sangat pucat sekali, dia pun memegang tangan Aliyaa yang dingin.


"Aku masih betah di sini Kak, kalau bisa aku masih ingin di sini seminggu lagi. Agar pikiran dan hati ini menjadi tenang dan tidak mendengar suara Mama Miranda yang meresahkan."


Fabian langsung tersenyum kepada Aliyaa yang terlihat sudah sangat lelah dengan sikap Mama nya tersebut.


"Aliya ini adalah Rumah Sakit bukan hotel jika kamu harus pulang sekarang yaa lebih baik kamu pulang saja, kamu bisa menghabiskan waktu kamu bersama dengan Kakak."


Aliya memandangi wajah Fabian dengan sangat serius sekali.


"Maksud nya Kakak bagaimana,?"


Aliya terlihat kebingungan sekali sedangkan Fabian tersenyum tipis sambil memainkan alis tebal nya.


"Maksud nya Kakak kamu pulang bersama Kakak ke rumah Kakak dan hidup bersama dengan Kakak dan semua nya pasti akan luar biasa sekali kebahagiaan yang kita berdua rasakan."

__ADS_1


__ADS_2