Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (249)


__ADS_3

Rendy pun merasa sangat kasihan sekali melihat Aliyaa yang di perlukan seperti itu oleh Ibu kandung nya sendiri, semua hanya karena seorang lelaki saja.


"Rendy, mau kah kamu membantu aku Rendy. Menyelesaikan permasalah ini. Aku sangat ingin sekali mengetahui hal yang sebenarnya terjadi, aku tidak mau selalu di perlukan seperti ini walaupun itu oleh Ibu kandung kuu sendiri."


Rendy memberikan tissue kepada Aliya.


"Al, sebernarnya kehadiran ku ini adalah untuk di jodohkan oleh kamu. Mama kamu merencanakan perjodohan antara aku dan kamu, Tante Miranda bilang dia melakukan hal ini karena dia ingin kamu bahagia dan bisa menjadi seorang ratu dengan hidup yang layak."


Aliya menatap wajah Fabian yang mulai berkata jujur kepada Aliyaa.


"Mama ingin menjodohkan kita berdua,? demi agar aku bisa menjadi seorang ratu? Apakah itu hanya alesan saja agar dia bisa bersama dengan lelaki brondong nya."


Aliya memegang kepala nya dengan kedua tangan nya.

__ADS_1


"Aliya, jika kamu memang masih sangat sayang sekali kepada Fabian jangan korbankan perasaan kamu seperti ini. Yang aku lihat seperti nya Fabian sudah tidak mempunyai perasaan terhadap Mama kamu Al, dia sangat mencintai kamu jadi kamu jangan mempunyai rasa benci atau kecewa dengan Fabian karena semua ini belum ada bukti nya."


Aliya mendengar perkataan Rendy memang tidak seharusnya dia marah atau benci terhadap Fabian.


"Iyaa Rendy aku mengerti, aku tidak tahu kenapa aku tadi bisa bersikap seperti itu kepada Kak Fabian. Seketika aku langsung berpikir negatif ketika melihat dia masuk ke dalam ruangan ku dengan wajah yang datar sekali dan Dokter Nadia mengatakan jika Mama Miranda berada di rumah sakit ini, pikiran ku pun seketika saja langsung berubah jika Kak Fabian seperti itu karena dia sangat hawatir sekali dengan kondisi Mama."


Aliya merasa sangat menyesal sekali dengan sikap nya yang seketika langsung berubah seperti itu kepada Fabian.


"Yasudah Aliyaa, sekarang kamu mulai bersikap seperti biasa saja sambil kita mencari fakta dari apa yang ada di pikiran kita berdua ini."


"Sesuai dengan alamat yang di berikan oleh Dokter Nadia seperti nya ini rumah nya."


Aliya pun melihat pemandangan rumah yang sangat indah sekali dengan di penuhi dengan taman-taman cantik di sekitar nya.

__ADS_1


Pintu gerbang rumah pun akhirnya terbuka, Aliyaa dan Rendy pun turun dari mobil nya.


Aliya dan Rendy di sambut sangat ramah sekali orang para pegawai yang ada di sana, seketika mengingat kan Aliyaa dengan para pegawai nya yang ada di rumah nya dulu.


Barang-barang Aliyaa pun langsung di bawa masuk ke dalam kamar Aliyaa.


"Aliya seperti nya aku pamit pergi dulu ya, kamu sudah sampai dengan selamat di rumah ini. Semoga ini adalah yang terbaik untuk kamu, rumah yang terbaik untuk kamu yang penuh dengan rasa cinta."


Rendy langsung masuk ke dalam mobil nya dan Aliyaa pun tersenyum manis sambil melambaikan tangan nya kepada Rendy.


"Hati-hati yaa Rendy."


Rendy pun hanya menjawab dengan bunyi klakson mobil nya sambil tersenyum dan pergi dari rumah tersebut.

__ADS_1


Aliya pun langsung di antarkan ke kamar yang sudah di siapkan.


__ADS_2