
Aliya terlihat sangat emosional sekali, dia terus menyuruh supir pribadi nya agar mempercepat laju kendaraan nya. Membuat Siska yang begitu sangat ketakutan sekali melihat mobil yang melaju begitu sangat cepat.
Akhirnya Siska pun bisa bernafas lega ketika mobil yang di naikinya berhenti di depan pintu gerbang rumah Aliya.
Siska melirikan mata nya kepada Aliya, dia sangat takut sekali Aliya bisa berbuat seenaknya kepada Mama nya.
Aliya pun turun dari mobil nya dan di susul oleh Siska, Siska berjalan cepat agar bisa berjalan bersama dengan Aliyaa.
Mereka pun berjalan menuju ke kamar Mama Miranda, Aliya langsung membuka pintu kamar nya dan terlihat ada Fabian di sana.
Siska menundukan kepalanya, dia merasa sangat menyesal sekali kenapa dia harus ikut bersama dengan Aliya jika berakhir seperti ini.
Miranda menatap wajah Aliya yang terlihat begitu sangat serius sekali, Fabian mulai merasa aneh dengan tingkah laku Aliya dan menghampiri Siska.
Fabian pun menarik tangan Siska dan membawa nya untuk keluar kamar, Aliya yang melihat Siska dan Fabian keluar langsung menghampiri Mama nya yang masih tertidur lemas sekali.
__ADS_1
"Mama sudah sehat,? bagaimana dengan keadaan Mama sekarang. Cepat lah sembuh karena ada seseorang yang menunggu kesembuhan Mama."
Miranda merasa sangat binggung sekali apa maksud dari perkataan Aliya kepada nya.
Di luar kamar Fabian menayangkan apa yang sudah terjadi dengan Aliya.
"Ada apa dengan Aliya,? jangan pernah berbohong karena Aliya sudah banyak cerita-cerita tentang semua hal."
Siska merasa sangat tertekan sekali, ketika Fabian menatap tajam wajah Siska.
Fabian pun langsung masuk kembali ke dalam kamar Miranda, dia menghampiri Aliya dan memaksa untuk keluar dari kamar Miranda.
"Aliya ayo kita keluar, seperti nya keadaan Mama kamu itu sedang tidak stabil. Dia benar-benar harus beristirahat total."
Fabian memegang tangan Aliya, dan merangkul nya dengan mesra, pemandangan itu membuat Miranda semakin tidak kuasa menahan rasa kesalnya dia tidak bisa membohongi perasaannya jika cemburu melihat perlakuan special Fabian terhadap Aliya.
__ADS_1
Aliya menuruti apa yang Fabian ucapan kan, Fabian menutup rapat pintu kamar Miranda.
Fabian pun menarik tangan Siska agar mereka bertiga bisa pergi bersama ke taman bunga di depan rumah Aliya.
Mereka duduk berdampingan bertiga, Siska mereka seperti jadi penghalang diantara mereka berdua.
"Aliya, kamu jangan seperti itu yaa. Kakak sudah mengetahui semuanya dari Siska, kamu tunggu dulu penjelasan dari Mama kamu mungkin saja kan mereka itu hanya teman berkerja."
Perkataan Fabian membuat Siska berpikir positif kepada nya, dia bisa menjadi penengah di permasalahkan hubungan ini.
"Aku merasa sangat kesal sekali Kak, di saat aku mulai punya perasaan terhadap seseorang kenapa seseorang harus dekat dengan Mama. Om Irfan pasti lebih memilih Mama daripada aku jika itu terjadi itu pasti."
Aliya meneteskan air mata nya dia menangis kencang sekali, Fabian pun langsung memeluk erat Aliyaa yang bersandar sambil menangis di pundak Fabian. Aliya seperti meluapkan emosi kepada Fabian.
Kejadian itu pun di saksikan langsung oleh Miranda yang memaksa kan terbangun dari tempat tidurnya, dia melihat Aliya dan Fabian berpelukan mesra dari jendela kamar nya.
__ADS_1