
Fabian menghampiri Aliya yang sedang menunggu nya di dalam mobil.
Dia berlari sangat cepat karena tidak mau Miranda sampai mengejar nya.
Tamparan Miranda yang begitu sangat kencang dan berkali-kali membuat sedikit luka.
Fabian mencoba untuk membersihkan luka tersebut agar Aliyaa tidak mengetahui nya.
Fabian tetap tenang dan tersenyum manis kepada Aliyaa dia tidak mau membuat Aliyaa menjadi hawatir dan cemas kepada nya.
"Kamu baik-baik saja kan, sekarang kamu tinggal bersama dengan Kakak. Dan setelah itu Kakak akan mencari tempat yang baru, kamu nggak usah hawatir Kakak sudah mengatakan semuanya kepada Mama kamu. Kalau Kakak sekarang sedang mencintai anak nya dan berjanji akan selalu menjaga nya."
Aliya hanya terdiam dan merasa sangat beruntung sekali karena ternyata cinta Fabian begitu sangat tulus sekali dengan nya. Sampai rela untuk membawa nya pergi hanya untuk bisa menyelamatkan diri nya.
Aliya merasa jika Fabian memang di ciptakan oleh Tuhan untuk bisa bersama dengan nya, menjadi pelindung untuk nya.
Fabian memperhatikan Aliyaa, dia merasa sudah sangat tenang sekali ketika Miranda sudah mengetahui semuanya.
__ADS_1
Jika dia tidak mencintai Miranda dia hanya mencintai Aliyaa putri nya
Karena melihat kondisi Aliyaa yang sudah tenang baru lah Fabian bertanya kepada Aliyaa, Apa yang sebenarnya terjadi dengan nya.
"Aliya sebernarnya apa yang sudah terjadi sampai kamu mutuskan untuk pergi dari rumah itu."
Aliya masih saja tidak percaya dengan apa yang sudah di lakukan oleh Mama nya kepada nya.
Dia merasa seperti sedang bermimpi ketika Mama nya yang dulu begitu sangat menyayangi nya, sekarang tega untuk mengusir nya dari rumah nya.
Fabian pun langsung mengusap rambut panjang Aliyaa, dia merasa sangat kasihan sekali dengan Aliyaa.
"Dan dengan sangat emosional sekali Mama juga menampar aku Kaaa, dan rasa nya sakit sekali. Kenapa Mama bisa bersikap sangat kasar sekali sama aku Kaa."
Fabian pun langsung terkejut mendengar perkataan itu dia langsung memegang pipi Aliyaa.
Apa yang Miranda lakukan kepada nya ternyata dia juga lakukan hal itu kepada Aliyaa.
__ADS_1
Fabian begitu sangat emosional sekali ketika dia baru mengetahui jika Aliyaa pun sama di tampar oleh Miranda.
"Kamu harus kuat yaa Aliyaa dan kamu harus sukses yaa, bukti kan semuanya kepada Mama kamu kalau kamu bisa sukses dengan usaha kamu sendiri. Kakak yakin kamu pasti bisa melakukan nya terus bersemangat Aliyaa."
Fabian mencoba untuk menenangkan perasaan Aliyaa, rasa sayang nya kepada Aliyaa semakin besar sekali.
Dia sangat yakin sekali jika Aliyaa adalah Wanita yang akan menjadi pendamping hidup nya.
Aliya pun hanya bisa menagis di sepanjang perjalanan menuju ke rumah sewaan Fabian.
Air mata Aliyaa seakan tidak bisa berhenti mengalir deras di pipi nya.
Fabian pun mencoba untuk menghapus air mata Aliyaa dengan tangan nya.
"Aliya mungkin memang Tuhan sudah memberikan jalan untuk kamu agar bisa kuliah di sini, di saat Kakak memilih untuk menyewa rumah yang berdekatan dengan kampus yang kamu pilih."
Aliya pun turun dari mobil nya rumah tersebut memang sangat berdekatan sekali dengan Kampus yang Aliyaa pilih.
__ADS_1