Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (106)


__ADS_3

Di perjalanan Aliya hanya terdiam dan mata terfokus pada kaca jendela mobil, dia melihat pemandangan di luar sambil tersenyum tipis.


Siska terus memperhatikan sikap Aliyaa, dia pun memegang tangan Aliya.


Siksa sudah sampai di depan gerbang rumah nya, dia pun turun dari mobil dan melambaikan tangan nya kepada Aliya.


Aliya pun tersenyum sambil tersenyum manis kepada Aliyaa dan membalas lambaian tangan nya.


"Pak, antarkan aku ke Restoran Om Irfan aku ingin bertemu dengan nya."


Supir pribadi Aliya mengikuti perintah Aliya, dia langsung membawa Aliya ke Restoran Irfan.


Aliya menyiapkan perasaan hati nya, ketika dia harus bertemu kembali dengan Om Irfan.


Dan dia pun turun dari mobil nya, dia berjalan menuju ke dalam tapi dia tidak melihat sosok Om Irfan di tempat biasanya.


Aliya pun menghampiri salah satu pegawai kasir, mereka sudah mengenal wajah cantik Aliyaa.


"Mbak, bisakah saya bertemu dengan Pak Irfan Riawan. Saya Aliya Mutiara putri dari Miranda Larasati."

__ADS_1


Aliya begitu lengkap mengatakan indentitas nya, dan Aliya pun langsung di suruh masuk ke dalam ruangan pribadi nya.


Aliya berjalan menuju ke ruangan pribadi nya, dia mengetuk pintu itu dan Irfan langsung menyuruh Aliya masuk.


Irfan terkejut melihat kedatangan Aliya yang kembali lagi datang ke Restoran nya



"Hmmmmmm, Aliyaa kamu kembali ke sini lagi."


Irfan terlihat gugup dan terkejut sekali melihat kedatangan Aliyaa.



"Aku ke sini ingin bertanya kepada Om Irfan, dan aku mohon jangan sampai Om Irfan berbohong dengan aku."


Tatapan mata Aliyaa mulai serius sekali ketika ingin mempertanyakan tentang Mama nya.


"Sebenarnya antara Om Irfan dengan Mama Miranda, kalian sudah resmi berpacaran atau masih pendekatan. Karena Mama kuu itu tipe Wanita yang pemilih kecuali jika dia yang cinta duluan."

__ADS_1


Irfan terasa di jebak oleh pertanyaan dari Aliya, dia binggung harus menjawab apa.


Irfan terlihat sangat gelisah sekali dia pun mulai memegang kepalanya seperti sedang pusing memikirkan jawaban nya.


"Apa Om Irfan Riawan, mencintai Mama aku ? Om Irfan punya rasa yang tulus mencintai Mama aku?."


Mata Aliyaa berkaca-kaca ketika mengucapkan hal tersebut.


Tapi Irfan masih saja diam membeku dia masih tidak mau menjawab pertanyaan dari Aliyaa.


"Aku mohon sekali Om, jawab dengan jujur dan aku tidak akan marah kok."


Irfan pun langsung berdiri dari tempat duduk nya, dia menghampiri Aliya dan duduk di samping Aliyaa.


"Hmmm, Om sangat mencintai Mama kamu tulus dari hati yang pernah terluka karena penghianat cinta. Ketika Om melihat wajah cantik Mama kamu kepribadian nya Om langsung jatuh cinta kepadanya."


Mendengar perkataan tersebut hati Aliyaa begitu sangat sakit sekali, bibir nya bergetar mata nya berkaca-kaca sambil memandangi wajah Om Irfan.


"Tapi apakah Om Irfan tahu jika aku mencintai Om Irfan sebelum Om Irfan mengenal Mama kuu, aku berharap Om Irfan bisa menjadi pendamping hidup kuu bukan menjadi Papah baru kuu. Tapi kenyataannya sudah begini dan aku harus menerima kenyataan nya, dan terimakasih banyak sudah jujur."

__ADS_1


Aliya mengusap air mata nya dia langsung berdiri dan keluar dari ruangan tersebut.


Irfan merasa sangat bersalah kepada Aliya.


__ADS_2