Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (152)


__ADS_3

Selesai sarapan pagi Fabian yang berniat ingin libur dari perkerjaan kantor nya, handphone terus menerus berdering panggilan telephone dari kantor yang terus saja menghubungi Fabian.


Tapi Fabian mengabaikan dia langsung menolak panggilan telephone itu, melihat sikap Fabian yang seperti itu. Aliya pun merasa sangat penasaran sekali siapa yang terus menelephone Fabian.


Sampai akhirnya Aliyaa pun mengambil handphone Fabian dan melihat siapa yang menelephone Fabian.


"Kak, ini telephone dari pihak kantor loh seperti nya sangat penting sekali."


Aliya pun langsung memberikan kembali handphone nya.


"Ya, pasti sangat penting sekali seperti nya Mama kamu tidak masuk kerja dan semua pekerjaan nya di bereskan oleh Kakak."


Aliya pun langsung terdiam dia merasa sangat malu sekali dengan sikap Mama nya.


Melihat Aliyaa terdiam Fabian pun merasa ada yang salah dengan ucapan nya.


"Aliya, Kakak minta maaf yaa kalau ucapan Kakak tadi ada yang membuat kamu tersinggung."

__ADS_1


Fabian memegang tangan Aliyaa dan Aliyaa pun langsung tersenyum.


"Aku minta maaf yaa Kaa atas perlakuan Mama yang seperti itu, Mama yang tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaan nya. Kakak di jadikan sebagai robot oleh Mama."


Fabian tersenyum tipis dan langsung berdiri dari tempat duduk nya.


"Tidak apa-apa koo Al Kakak baik juga kan buat Ibu mertua hehehe."


Aliya pun langsung tersipu malu ketika mendengar perkataan Fabian tersebut.


"Hari ini Kakak ingin sekali menghabiskan waktu bersama dengan kamu, pokoknya membuat kamu bahagia."


"Lebih baik Kakak pergi saja ke kantor, bersenang-senang menghabiskan waktu bersama kan bisa hari libur Kak. Ayooo Kak semangat terus kerja nya sekarang jawab panggilan telephone nya ayoo cepetan."


Fabian pun akhirnya luluh dengan perkataan Aliyaa dia pun langsung menjawab panggilan telephone dari perusahaan nya.


...****Ya, hallo ada apa menelephone saya se pagi ini.*...

__ADS_1


*Pak Fabian, kenapa jam segini belum sampai ke kantor. Hari ini kita ada rapat penting sekali Pak sedangkan Bu Miranda dia sedang di rawat di Rumah Sakit dia tidak bisa pergi ke kantor jadi tidak yang bisa mewakili Bu Miranda kecuali hanya Pak Fabian.*


*Baiklah, saya akan segera pergi ke kantor sekarang juga***.*


Fabian pun langsung menutup panggilan telephone tersebut.


Aliya pun kebingungan sekali dengan apa yang sudah Fabian bicarakan di telephone.


"Di kantor hari ada rapat sangat penting sekali sedangkan Mama kamu tidak masuk kerja dan akhirnya semua pekerjaan di tanggung oleh Kakak semuanya."


Aliya pun merasa sangat sedih sekali ketika mendengar perkataan tersebut, seharusnya dia yang bertanggung jawab atas semua yang ada di perusahaan tersebut bukan Fabian.


"Yasudah yaa Aliyaa Kakak sekarang harus bersiap-siap untuk pergi ke kantor, kamu baik-baik di rumah jangan kabur ke mana-mana jangan membuka kan pintu tetap diam di dalam rumah."


Fabian pergi ke kamar nya untuk mengganti baju nya, Aliyaa pun memilih untuk masuk ke dalam kamar nya.


Fabian merasa sedih harus meninggalkan Aliyaa demi pekerjaan nya.

__ADS_1


"Aku rasa ini adalah salah satu rencana dari Miranda, agar aku sibuk berkerja dan tidak bersamaan terus bersama dengan Aliyaa. Licik sekali pemikiran nya semakin membuat tidak suka."



__ADS_2