
Aliya terus merenung sambil memegang foto Papa nya, dia terus saja menangis memikirkan bagaimana dengan kondisi nya ke depan ketika dia keluar dari rumah ini.
Aliya yang sebelumnya merasa sangat bersemangat sekali ketika dia tahu jika Fabian yang akan ada di samping nya yang selalu mendukung nya pun dia masih merasa sangat takut.
"Ternyata tidak seperti yang aku bayangkan dengan mudah nya, walaupun aku punya Kak Bian yang pasti selalu mendukung aku tapi tetap saja hati ini terasa sangat sakit sekali."
Aliya mencoba untuk memaksa kan diri nya untuk tidur, seakan bisa melupakan sedikit permasalahan yang dihadapi nya sekarang.
"Aku ingin langsung berisitirahat semoga saja besok akan ada mimpi indah yang datang.".
Aliya pun langsung memejamkan mata nya dan menarik selimut nya.
***
Di suatu tempat Fabian merasa sangat tidak nyaman dengan perasaan nya dia terus saja memikirkan Aliyaa.
__ADS_1
"Kenapa gue jadi susah tidur begini yah, ada apa yah sama Aliyaa. Perasaan mendadak jadi nggak nyaman semoga Aliya baik-baik saja di sana."
Fabian bergegas menuju ke kamar nya dia bersiap untuk beristirahat karena besok dia harus berangkat pagi untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai kemarin.
Fabian di buat tidak bisa tidur di pikiran nya hanya ada Aliyaa saja, dia langsung terbangun dari tidurnya dan mengambil handphone dia berniat untuk menghubungi Aliyaa tapi melihat jam yang sudah sangat larut malam sekali.
"Aliya..... Aliyaa ada apa sebenarnya yang terjadi dengan kondisi kamu malam ini. Benar-benar membuat hawatir sekali."
Fabian hanya bisa memandangi wajah cantik Aliyaa di handphone nya, pada akhirnya Fabian pun ketiduran sambil memeluk foto Aliya yang ada di layar handphone nya.
***
"Ahhhhh, kenapa aku tiba-tiba pusing begini yah."
Aliya memegang kepalanya yang terasa sangat sakit sekali, suhu tubuh nya pun tiba-tiba berubah menjadi panas.
__ADS_1
"Badan ku menjadi panas begini seperti nya aku demam."
Aliya memaksakan diri untuk bangun dari tempat tidurnya dia mencari obat di kotak P3K yang ada di dalam kamar nya.
Aliya merasa tidak kuasa menahan rasa sakit kepala nya, tapi dia tetap memaksa kan untuk mengambil obat tersebut.
Dan beruntung nya di dalam kamar Aliyaa tersedia makanan dan minuman sehingga Aliyaa tidak usah pergi ke dapur.
Aliya meminum obat tersebut dan dia pun bersender di tembok sambil merasakan sakit kepala yang luar biasa sekali.
"Ahhhhhh, sakit sekali sekali kepala kuu ini. Padahal aku masih harus berjuang keras untuk belajar. Aku nggak boleh sakit aku harus kuat dan sehat seperti biasa."
Aliya mencoba untuk bangun untuk bisa pindah lagi menuju ke tempat tidur nya, dia merasa sangat lemas sekali dan matanya pun seperti berkunang-kunang buram ketika dirinya memaksa diri untuk berdiri.
Aliya merasa badan nya benar-benar sangat lemah sekali, dia lebih memilih untuk menyenderkan tubuhnya di tembok sambil memegang kepalanya.
__ADS_1
"Seperti nya malam ini aku tidur di lantai saja, aku tidak kuat untuk berdiri berjalan menuju ke tempat tidur kuu."
Aliya memilih untuk membaringkan tubuhnya di lantai yang sangat dingin sekali, dia mencoba untuk memejamkan mata nya yang sudah lelah berkunang-kunang buram pandangan nya.