
Miranda memilih untuk meninggalkan Aliya dan Fabian di taman bunga itu dia pun berencana untuk membatalkan acara liburan bersama.
"Aku akan menenangkan perasaan dan pikiran ku bersama dengan Pak Irfan malam ini, ntahlah aku merasa nyaman sekali jika sudah bersama dengan nya."
Miranda sampai di alamat yang sudah di berikan oleh Irfan, dia pun langsung turun dari mobil nya dan masuk ke dalam Apartemen tersebut.
Miranda tepat di depan pintu masuk ke Apartemen itu, dia merasa ragu untuk menekan tombol bell yang ada di depan nya.
Miranda pun memilih untuk mengirimkan pesan kepada Irfan agar dia keluar dari Apartemen nya, karena dia sudah ada di depan pintu Apartemen nya.
Tidak perlu menunggu lama, Irfan langsung membuka pintu tersebut dan langsung melihat Miranda ada di hadapannya.
Irfan sangat terkejut sekali melihat penampilan Miranda yang seperti baru pulang dari sebuah acara.
"Bu Miranda, silahkan masuk maaf menunggu lama di luar."
__ADS_1
Miranda langsung masuk ke dalam dan dia melihat Apartemen yang sangat mewah dan rapih sekali jauh sekali dengan Apartemen nya yang dia berikan kepada Fabian.
"Rapih sekali yaa Apartemen nya, padahal cuman sendiri kan."
Miranda pun langsung duduk di kursi dan Irfan mengolah sendiri coffe untuk Miranda dengan special dan penuh cinta.
"Silahkan Bu Miranda, selamat menikmati Coffe special nya."
Miranda langsung meminum Coffe hangat tersebut, dan pikiran dan perasaan pun sedikit tenang.
"Pak Irfan maafkan kedatangan saya yang sangat mendadak sekali yaa, yang hanya selalu menggangu waktu istirahat Pak Irfan."
Senyum manis Irfan membuat nyaman hati Miranda, dia merasa jika Irfan memang tidak keberatan dengan kehadiran di sini.
__ADS_1
Miranda yang berniat untuk menceritakan semuanya kepada Irfan memilih untuk menyimpan saja semua perasaan hati nya sekarang.
"Bu Miranda, sebernarnya sudah dari mana. Dari acara pernikahan atau pertunangan. Bu Miranda sangat cantik sekali memakai baju warna putih itu terlihat sangat anggun dan cantik sekali."
Miranda merasa sangat bahagia ketika penampilan nya bisa di puji cantik oleh seorang tapi bukan kekasih nya sendiri.
"Terimakasih banyak atas pujiannya, saya memang pempersiapkan penampilan ini sangat lama sekali saya memilih baju ini dan makeup untuk bisa tampil sempurna tapi semuanya hanya di pandang biasa saja."
Fabian mulai mengerti dengan perkataan Miranda yang sedang di kecewakan oleh seseorang, dia berpikir Miranda yang tidak di anggap oleh seorang yang dia sukai.
Fabian seketika langsung menarik nafas panjang nya, dia merasa sangat penasaran sekali apakah Miranda sudah mempunyai seseorang special di hati nya.
"Hmmmmmm, apakah seseorang yang mengabaikan mu itu adalah orang yang sangat spesial di hari mu?. Apakah seseorang itu adalah kekasih Bu Miranda."
Miranda merasa sangat terganggu dengan pertanyaan Irfan, dia pun langsung berdiri dari tempat duduk nya dan bergegas untuk pergi dari Apartemen Irfan.
__ADS_1
"Pak Irfan, sepertinya sudah waktunya saya untuk pulang dan terima kasih atas Coffe yang sangat enak sekali. Saya pamit pulang dulu yaa."
Irfan merasa sangat bersalah dengan perkataan kepada Miranda, dan ternyata Miranda bukan perempuan yang mudah untuk menceritakan semuanya yang terjadi dengan sangat mudah. Irfan mulai bisa memahami kepribadian Miranda.