Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (134)


__ADS_3

Ketika Irfan sudah menjauh dan hendak membuka pintu mobil nya, Fabian pun langsung berteriak kencang.


"Akuuuuuu memilih Aliyaa Mutiara."


Aliya dan Siska langsung terkejut mendengar teriakkan kencang Fabian tersebut. Aliya merasa tidak mengerti dengan apa yang di maksud dengan ucapan Fabian tersebut.


Dan ternyata Miranda keluar dari mobil nya dan mendengarkan teriakan dari Fabian.


"Apa maksud dari teriakan Fabian itu, kenapa dia berteriak kencang sekali memanggil nama Aliyaa."


Irfan langsung membalikkan badannya ketika Fabian berteriak dan melihat Miranda yang baru keluar dari mobil nya.


Melihat Miranda Irfan hanya tersenyum tipis kepada Miranda dan memilih untuk masuk ke dalam mobil nya tampa menyapa Miranda.


"Ada Irfan dan juga Fabian di rumah dan Fabian berteriak memanggil nama Aliyaa, ada apa sebenarnya ini."


Miranda langsung melangkah kan kaki nya dengan cepat sekali dan melihat Aliyaa yang sedang duduk bersama dengan Siska sedangkan Fabian berdiri.


Aliya melihat wajah Mama yang tidak berdandan sama sekali tidak seperti biasanya dan terlihat sangat pucat sekali.

__ADS_1


Miranda menghampiri Aliya dia memegang kening Aliyaa.


"Kamu sudah baik-baik saja kan,?" tanya Miranda kepada Aliyaa.


"Aku baik-baik saja dan aku sehat."


Aliya menatap wajah Fabian dan mendekati nya.


"Ada masalah apa tadi di sini,? kamu berteriak-teriak kencang memanggil nama Aliyaa."


Miranda begitu sangat penasaran sekali dengan apa yang sedang terjadi.


"Ohh tadi Irfan bertanya jika aku memilih dua orang perempuan yang harus aku pilih dan aku memilih Aliyaa."


Miranda pun terdiam dia menatap wajah Fabian yang terus saja memandangi wajah Aliyaa sambil tersenyum.


Tapi Miranda mencoba untuk menenangkan pikiran dia tidak mau bertengkar kembali dengan Fabian apalagi di hadapan Aliyaa.


Miranda mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Bagaimana tadi dengan hasil prestasi nya, maafkan aku yang tidak bisa menghadiri nya."


Aliya terkejut mendengar perkataan Mama yang ternyata tidak pergi ke kantor.


"Presentasi di wakilkan oleh saya dan berhasil dengan sempurna sekali."


Aliya merasa jika Fabian yang sudah bisa menguasai perusahaan Mama nya bahkan sudah bisa menggantikan posisi Mama dalam hal prestasi pun dia bisa menjalankan nya dengan baik.


"Terimakasih banyak, kamu adalah asisten pribadi ku yang terbaik."


Suasana menjadi sangat canggung sekali antara Miranda dengan Fabian yang tidak seperti biasa nya.


"Yaa, sama-sama Bu Miranda tapi lain kali jika tidak masuk kerja hubungi saya terlebih dahulu ya."


Miranda menggangukan kepalanya dan dia pun menghampiri Aliyaa.


"Mama ingin pergi ke kamar kepala Mama sangat pusing sekali, kamu jangan terlalu lama berada di luar rumah begini harus jaga kembali kesehatan kamu."


Miranda pun memilih untuk langsung meninggalkan Aliyaa dan Siska pun merasa sangat heran sekali dengan sikap Miranda terhadap Aliya.

__ADS_1


"Al, Mama kamu kenapa ya. Aneh aja gitu nggak seperti biasa nya tapi sekarang dia mulai peka sih sama kamu. Semoga saja Tante Miranda berubah seperti dulu lagi yah Al."


Aliya pun tersenyum mendengar perkataan Siska tapi dia masih penasaran sekali dengan sikap Om Irfan kepada Fabian, sebenarnya apa yang di bisikan Om Irfan kepada Fabian sampai Fabian berteriak kencang memanggil nama nya.


__ADS_2