
Miranda dan Irfan menuju ke rumah Siska, tapi ternyata Siska tidak tahu keberadaan Aliya di mana. Dia pun sempat terkejut ketika mendengar kabar hilangnya Aliya. Irfan lebih memilih untuk diam di dalam mobil dia tidak mau Siska sampai tahu jika dia sedang bersama dengan Miranda.
Wajah Miranda mulai pucat pasih ketika mendengar perkataan Siska, sebelumnya dia sangat yakin sekali jika Aliya pasti menginap di rumah Siska.
Langkah kaki Miranda mulai merasa melayang dia seperti hilang tenaga, ketika Miranda hendak membuka pintu mobil dia langsung tidak sadar kan diri.
Irfan dengan sigap langsung membawa Miranda ke dalam mobil, dia pun langsung membawa Miranda ke rumah sakit.
Irfan pun langsung mengambil handphone Miranda, dia menyimpan nomor handphone Fabian karena dia sangat yakin sekali jika Aliya bersama dengan Fabian.
Irfan membawa Miranda ke klinik terdekat ketika Miranda sedang di periksa, Irfan langsung mengirimkan pesan singkat kepada Fabian.
*Saya Irfan Riawan, sekarang Melinda sedang ada di klinik. Dia tak sadar kan diri ketika mengetahui jika Aliya tidak ada di rumah Siska, Saya tahu jika sekarang Aliya sedang berada dengan anda.*
Fabian yang membaca pesan singkat dari Irfan langsung memberitahukan kepada Aliyaa.
__ADS_1
"Aliya, Mama kamu tidak sadarkan diri dia pingsan dan sekarang sedang berada di klinik."
Irfan kembali mengirimkan pesan kepada Fabian, dia mengirimkan pesan singkat kepada Fabian tentang alamat klinik tersebut.
"Mama pingsan karena mencari aku, atau dia karena kelelahan berkerja di perusahaan nya."
Aliya terlihat sangat cuek sekali ketika mendengar bahwa Mama nya pingsan.
"Ayoo kita lihat dia sudah menyesali perbuatannya, dia Mama kamu satu-satunya loh."
"Kalau kita pergi lalu bagaimana dengan Kontrakan ini, kita baru nyewa nya kan sayang sekali loh."
Aliya sudah merasa nyaman sekali tinggal di rumah sederhana itu, Fabian langsung mempunyai rencana dia akan pindah dari Apartemen Miranda dan menempati Kontrakan satu rumah tersebut.
"Sudah lah, jangan di pikiran sekarang lebih baik kita pergi untuk bertemu dengan Mama kamu."
__ADS_1
Aliya langsung pergi bersama dengan Fabian, Fabian mengikuti alamat yang sudah di kirimkan oleh Irfan. Melihat mobil Fabian datang Irfan pun langsung bergegas pergi.
Tapi Aliyaa yang sangat hafal sekali dengan mobil dan flat nomber nya langsung terkejut ketika melihat mobil Irfan yang melaju di hadapan nya.
Fabian yang menyadari Aliya memperhatikan mobil Irfan pun langsung mengajak Aliya untuk masuk ke dalam ruangan Mama nya.
Kondisi Miranda sudah sadarkan diri, dia terkejut ketika melihat Fabian bersama dengan Aliyaa datang menjenguk nya.
Miranda langsung menangis dan memeluk erat tubuh Aliya, tapi Aliya hanya terdiam saja dia tidak sedikit pun tersenyum kepada Mama nya.
"Aliya, kamu baik-baik saja kan?. Semalam kamu tidur di mana bersama dengan siapa,?"
Miranda melirik sinis kepada Fabian dia langsung mencurigai Fabian yang membawa Aliyaa pergi dari rumah.
"Mama, mobil Mama di mana?. Mama ke sini di antar oleh siapa,?" Aliya bertanya dengan wajah yang sangat serius sekali dan membuat suasana pun menjadi hening.
__ADS_1
Fabian merasa sangat terkejut sekali ketika Aliya bertanya langsung seperti itu kepada Mama nya, di saat keadaan Mama nya masih tidak berdaya di kasur.