Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (206)


__ADS_3

Aliya memilih untuk menjawab panggilan telephone dari Fabian.


Dia harus bersikap biasa saja seakan tidak terjadi apa-apa dengan nya sekarang.


***Hallo Kak Fabian, ada apa yaa Kaa. Tumben sekali siang-siang seperti ini bisa telephone aku.


*Aliya sayaaaaang, Kakak kangen banget sama kamu. Dan akhirnya ini adalah hari terakhir Kakak bertugas dan besok Kakak akan segera pulang.*


*Mulai sekarang aku juga sangat kangen sekali dengan Kakak, cepat pulang yang sayang.*


*Ahhhhhhh, akhirnya Aliyaa bisa juga bilang sayang. Yasudah Kakak harus presentasi dulu yaa, kamu hati-hati yaa di rumah jaga selalu kesehatan kamu di saat kita jauh**.


Aliya pun mengakhiri panggilan telephone nya.


"Harus kah aku marah dengan Kak Fabian, setelah apa yang sudah terjadi hari ini. Mama yang mencintai Kak Bian bukan Kak Bian yang mencintai Mama."


Siska tersenyum manis kepada Aliyaa dia tidak menyangka jika Aliyaa bisa sekuat itu.


"Aliya, lalu bagaimana setelah ini. Hubungan kamu dengan Mama kamu apakah kamu akan bersikap seperti bias saja."

__ADS_1


Aliya melirikan mata nya kepada Siska sambil tersenyum manis.


"Seperti yang kamu katakan aku harus memperjuangkan cinta kuu untuk Kak Bian, dan aku tidak mau Mama harus mempunyai pasangan yang lebih muda dari umur nya. Itu hanya memanfaatkan harta kekayaan Mama saja."


Siska merasa sangat senang sekali ketika melihat Aliyaa yang masih mempertahankan kisah cinta nya.


Tapi hati Siska masih saja belum bisa tenang karena Aliyaa belum tau yang sebenarnya terjadi antara Fabian dan Mama nya di masalalu.


Dokter Nadia datang untuk memeriksa kondisi Aliyaa.


Dokter Nadia melihat wajah Aliyaa yang sangat ceria sekali tidak pucat seperti sebelumnya nya.


Aliya tersenyum manis kepada Dokter Nadia.


"Tadi Mama datang untuk menjenguk kuu, aku sangat senang sekali Dokter walopun hanya sebentar tapi aku sudah bisa melihat wajah Mama yang cantik."


Dokter Nadia ikut merasakan kegembiraan yang di rasakan Aliya, akhirnya Miranda mau menemui Aliyaa.


"Dokter ikut senang sekali mendengar nya sayaaaaang, dan Dokter berharap hubungan kalian berdua semakin membaik yaa Aliyaa."

__ADS_1


Dokter Nadia mulai memeriksa kondisi Aliyaa yang memang sudah sangat membaik sekali.


"Seperti nya besok kamu sudah bisa pulang Aliyaa, kondisi tubuh kami membaik secara drastis sekali."


Setelah memeriksa kondisi Aliyaa Dokter Nadia pun memilih untuk pergi dari ruangan tersebut.


"Akhirnya Miranda, dia mau menurunkan ke egoisan nya. Dia yang membuat kondisi Aliyaa semakin membaik semoga saja mereka bisa seperti dulu lagi, Miranda bisa menerima kehadiran Aliyaa di rumah nya dan Miranda bisa mendukung cita-cita Aliyaa yang ingin menjadi seorang Dokter Specialis Anak."


Ketika Dokter Nadia hendak untuk pergi dia melihat sosok wanita yang akan menuju ke arah ruangan Aliyaa.


"Siapa wanita tersebut yaa, aku sama sekali tidak mengenal nya sama sekali."


Mereka pun saling bertatapan wajah, dan Dokter Nadia mempertanyakan siapa dia.


"Maaf, siapa yaa. dan mau melihat siapa."


Dokter Nadia memperhatikan penampilan wanita tersebut.


"Saya datang ke sini untuk melihat kondisi Aliyaa, dan Aliyaa pasti sudah mengenal saya. Dokter tidak usah hawatir saya orang baik bukan jahat."

__ADS_1


Wanita tersebut pun terus berjalan menuju ke kamar Aliyaa.


__ADS_2