Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (149)


__ADS_3

"Terimakasih banyak yaa Kaa, terimakasih semua yang sudah Kakak berikan untuk aku. Kakak baik sekali sama aku. Dan aku tidak tahu harus bagaimana membalas semua kebaikan Kakak."


Aliya pun masuk ke dalam rumah tersebut dan Fabian membawakan barang-barang milik Aliyaa.


"Di sini ada dua kamar kamu di kamar depan sedangkan Kakak di kamar belakang, kamu tenang saja Kakak tidak mungkin melakukan hal yang sangat di inginkan."


Fabian memilih untuk masuk ke dalam kamar nya, dan membiarkan Aliyaa membereskan barang-barang nya sendiri.


Aliya begitu sangat bahagia sekali ketika dia bisa merasakan sesuatu hal yang baru di dalam hidup nya.


"Papa, Aliyaa yakin jika Papa masih hidup Papa pasti akan mendukung apa yang Aliyaa pilih sekarang. Aliya janji Aliyaa pasti akan sukses Pap dengan hasil keringat Aliyaa."


Aliya mencium foto Papa nya dan menyimpan di meja belajar yang sudah di siapkan oleh Fabian.


"Seperti nya Kak Bian sudah menyiapkan semuanya, dia sudah punya pirasat aku akan tinggal bersama dengan nya di sini."


Aliya pun fokus membereskan barang-barang dengan sangat rapih sekali, pintu kamar nya yang tidak tertutup rapat membuat Fabian bisa melihat Aliyaa.


Fabian pun tersenyum dan tidak menyangka jika Aliyaa bisa menjadi anak yang sangat mandiri sekali.

__ADS_1


"Ahhhh, cape sekali ternyata yaa. Aku rebahan dulu aja deh. Nanti aku lanjutkan lagi."


Aliya merasa sangat kecapean sekali sampai dia pun langsung tertidur pulas di sofa kamar nya.


Fabian yang berniat memberikan susu hangat untuk Aliyaa pun langsung terkejut ketika melihat Aliyaa yang tertidur pulas di sofa.


"Cepat sekali dia tidur nya padahal tadi dia masih beres-beres barang nya."


Fabian pun masuk ke dalam kamar Aliyaa dia tidak menyangka sekali jika Aliyaa bisa dengan rapi membereskan kamar sendiri.


"Anak yang manja bisa berubah menjadi anak yang dewasa hanya karena sebuah paksaan keadaan keluarga."


Fabian memandangi wajah Aliyaa yang terlihat sangat kelelahan sekali.


Fabian pun mengendong Aliyaa untuk memindahkan nya ke kasur.


Fabian memakai kan selimut dan mematikan lampu kamar nya.


"Selamat tidur mimpi yang indah sayaaaaang."

__ADS_1


Fabian menutup rapat pintu kamar Aliyaa.


Fabian duduk dan menikmati susu hangat buatan nya.


Tapi tiba-tiba handphone nya berdering kencang sekali.


Fabian pun mengambil handphone nya di kamar dan melihat panggilan telephone dari Pak Denies.


"Ada apa Pak Denies telephone, seperti terjadi sesuatu dengan Miranda."


Fabian lebih memilih untuk mengabaikan panggilan telephone tersebut.


"Perlakuan Miranda sudah sangat keterlaluan sekali kepada Aliyaa, aku tidak mungkin meninggalkan Aliyaa sendiri di rumah ini aku lebih memilih Aliyaa dari pada Miranda."


Fabian pun memilih untuk menonaktifkan handphone nya, begitu juga dengan handphone Aliyaa dia tidak mau Aliyaa merasa terganggu.


"Maafkan Kakak yaa Aliyaa tapi lebih baik kamu tidak harus tahu apapun yang terjadi di rumah itu lagi karena secara tidak langsung Mama kamu sudah tidak menganggap kamu sebagai bagian dari keluarga itu lagi."


Fabian pun memilih untuk pergi ke kamar nya untuk beristirahat.

__ADS_1


"Aku harus segera tidur karena besok Miranda pasti tidak akan masuk untuk berkerja semua perkejaan jadi tanggung jawab kuu semuanya."


Fabian memilih untuk memejamkan mata nya.


__ADS_2