Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (214)


__ADS_3

Miranda masih memikirkan tentang isi dari pesan yang di kirimkan oleh Aliyaa.


"Sebenarnya apa maksud pertemuan makan malam ini yaa, apakah hanya untuk membicarakan tentang rencana kedepannya hubungan mereka. Jika seperti itu hanya untuk membuat aku terluka saja."


Miranda pun mencoba untuk mengirimkan pesan kepada Aliyaa untuk mempertanyakan kembali.


*Pertemuan untuk acara makan malam itu,? untuk membicarakan tentang apa.*


Aliya yang sedang beristirahat tidak menyadari adanya pesan masuk ke handphone nya.


Fabian mengambil handphone Aliyaa dan membuka pesan yang masuk.


"Pesan dari Miranda ternyata mengirimkan pesan apa dia yaa."


Fabian membuka pesan tersebut dan mereka sangat kesal sekali membaca pesan dari Miranda.


*Pertemuan antara ibu dan anak, memang nya kamu tidak merindukan anak perempuan mu ini. Persiapan saja acara makan malam tersebut tidak usah banyak bertanya.*


Miranda yang membaca balasan pesan dari Aliyaa langsung berpikir jika Fabian yang membalas pesan dari nya.


"Ini adalah Fabian yang membalas pesan nya, yasudah aku persiapkan acara tersebut demi untuk bisa bertemu dengan Fabian."


Miranda pun mulai mempersiapkan semuanya dia terlihat sangat bersemangat sekali.

__ADS_1


"Aku harus memesan gaun yang sangat cantik sekali dan aku harus terlihat sempurna di mata Fabian agar dia tergoda kembali kepada kuu."


Miranda mendadak menjadi sangat sibuk sekali dia melakukan bukan karena Aliyaa tapi untuk Fabian.


Fabian terus saja memandangi wajah cantik Aliyaa yang sedang tertidur pulas.


"Apa maksud dari pertemuan ini Aliyaa, aku tidak mau kehilangan kamu Aliyaa."


Fabian mengecup kening Aliyaa dan dia pun keluar dari kamar nya.


"Seperti nya aku harus menayakan hal ini kepada Siska, dia pasti mengetahui semuanya."


Fabian pergi ke luar rumah dia masuk ke dalam mobil nya hanya untuk menelephone Siska.


"Sudah ku duga Kak Fabian yang pasti menghubungi aku, dia pasti menayakan tentang Aliyaa."


Siska memilih untuk membiarkan handphone nya berdering kencang.


"Ahhhhh, Siska kenapa sih dia nggak menjawab panggilan telephone ini."


Fabian terus saja menghubungi Siska tapi Siska yang masih saja mengabaikan nya.


Fabian pun keluar dari mobil nya dia kembali masuk ke dalam kamar nya.

__ADS_1


"Aliya masih saja tertidur pulas kasihan sekali dia, kondisi nya masih belum sehat kembali. Berpikir positif saja mungkin Aliyaa merindukan Mama nya."


Melihat Aliyaa yang masih saja tertidur pulas, Fabian pun memilih untuk pergi untuk mencari pakaian yang akan di gunakan oleh mereka berdua.


Di perjalanan Fabian mencari tempat yang sangat bagus sekali.


Dan akhirnya Fabian pun menemukan tempat tersebut.


"Seperti nya tempat ini sangat bagus sekali, aku bisa memilih kan pakaian untuk Aliya."


Di saat berjalan menuju ke tempat pakaian, Fabian tidak sengaja melihat Miranda yang sedang berada di sebuah salon kecantikan.


Miranda terlihat sangat antusias sekali dan Fabian pun hanya bisa terdiam melihat Miranda.


"Astaga dia melakukan itu semua untuk apa, hanya acara makan malam saja dia seperti tidak mau kalah dengan penampilan anak nya."


Fabian memilih untuk mengabaikan Miranda dia fokus dengan apa yang mau dia beli.


Miranda seperti melihat Fabian tapi ternyata tidak ada.


"Seperti nya aku hanya berhalusinasi saja, mungkin karena aku yang terlalu ingin secepatnya bertemu dengan Fabian."


Miranda terus tersenyum senyum sendiri.

__ADS_1


__ADS_2