Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (231)


__ADS_3

Aliya yang awal nya hanya terdiam dan menudukan kepala nya dia merasa langsung bangkit ketika Mama nya menyebutkan nama Fabian di pembicaraan nya.


"Aku pikir dari awal Mama berbicara dengan kuu ini karena kasihan kepada kuu dengan kondisi kuu seperti ini, tapi kenapa harus ada perkataan Kak Fabian di pembicaraan ini."


Wajah Aliyaa yang awal nya bersedih pun langsung berubah menjadi marah.


"Mama menginginkan aku untuk kembali ke rumah agar Mama bisa tinggal bersama dengan Kak Fabian di rumah itu begitu kah yang ada di pikiran Mama."


Aliya mulai terbawa emosional dan Miranda mulai menenangkan perasaan Aliyaa.


"Kenapa kamu selalu berpikiran negatif sama Mama, oke kalau kamu tidak mau kembali ke rumah. Mama akan menyewa kan Apartemen atau hotel dan Pak Denies sebagai supir pribadi kamu agar kamu tidak susah seperti ini."


Aliya pun hanya tersenyum tipis kepada Mama nya.


"Aku tidak mau Mam aku ingin tinggal bersama dengan Kak Fabian, dan kalau pun nanti sampai aku hamil anak Kak Fabian. Dia pasti mau bertanggung jawab atas semua perbuatan nya dan itu lebih mempermudah kita berdua udah bisa bersama selama nya tidak ada yang bisa memisahkan kita."

__ADS_1


Aliya sengaja mengatakan hal tersebut kepada Mama nya, jika benar Mama tulus dia pasti akan langsung pergi.


Tapi jika apa yang di lakukan hanya untuk memisahkan diri dengan Fabian, Miranda pasti akan marah besar ketika Aliyaa berkata seperti itu.


"Dasar anak tidak tahu diri kamu murahan sekali sampai mempunyai pikiran seperti itu."


Miranda melayangkan tangan nya dia ingin menampar Aliyaa.


Tapi Aliyaa dengan cepat memegang tangan Mama nya dengan sangat kuat sekali.


"Apakah Mama tidak bosan untuk melukai fisik kuu ini, dengan tamparan keras dari tangan Mama yang sangat menyakitkan aku ini."


"Mama seperti ini itu karena kamu sendiri yang tidak mau mengikuti kemauan Mama, dengar yaa Aliyaa Mama akan mencabut beasiswa kamu supaya kamu tidak bisa lagi melanjutkan kuliah kamu."


Miranda tersenyum puas ketika dirinya mengatakan hal tersebut kepada Aliya langsung.

__ADS_1


"Mama mau cabut beasiswa kuu silahkan saja, aku tidak masalah jika kuliah harus berakhir begitu saja. Aku masih bisa mencari pekerjaan untuk bisa bertahan hidup."


Aliya membalas senyuman puas Mama nya.


"Aku tidak peduli jika Mama mau mencabut beasiswa kuu, tidak membuat aku despresi karena sekarang aku sudah belajar hidup keras jadi tidak masalah silahkan saja lakukan apa yang membuat hati Mama senang. Senang dia atas pendekatan Anak kandung nya sendiri."


Miranda merasa sudah tidak bisa lagi berkata apa-apa ketika Aliyaa yang sudah tidak lagi peduli dengan kekayaan dan kekuasaan keluarga nya.


Miranda memilih untuk pergi dari ruangan tersebut dan Aliyaa hanya bisa terdiam melihat Mama nya pergi begitu saja.


Aliya pun langsung melamun dia membayangkan jika suatu saat dia sudah tiada di dunia ini.


"Seperti nya jika aku meninggal aku akan bahagia bersama dengan Papa, dan apakah Mama akan tersenyum bahagia dengan aku yang sudah tidak lagi."


Aliya mengambil handphone memandangi foto kebersamaan bersama dengan Papa nya.

__ADS_1


"Pap, aku kangen Papa."


Aliya mencium foto Papa nya yang ada di layar handphone nya.


__ADS_2