Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (268)


__ADS_3

Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu datang juga, hari di mana berakhir sudah perjalanan cinta Aliyaa dan juga Fabian.


Aliya merasa jika dirinya seperti mimpi ketika harus menikah di usia muda.


Aliya tampak sangat cantik sekali dengan gaun panjang berwarna putih, dia tampak sederhana tapi dia terlihat sangat cantik sekali.


"Kamu cantik sekali sayang, kamu seperti anak kuu sendiri."


Dokter Nadia tidak kuasa menahan air mata nya ketika melihat Aliyaa.


"Boleh kah aku memanggil Mama,? aku sangat merindukan sosok Mama di dalam kehidupan kuu ini."


Dokter Nadia menggangukan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum dan menangis merasa sangat terharu sekali mendengar perkataan tersebut.


"Boleh sayaaaaang, kamu boleh memanggil Mama. Seneng sekali."


Dokter Nadia pun membantu Aliyaa untuk berjalan menuju ke tempat ijab Kabul nya.


Karena pengantin lelaki sudah menunggu kedatangan Aliyaa.


Fabian seperti mimpi ketika dirinya melihat Aliyaa ada di samping nya.

__ADS_1


Dokter Nadia memperhatikan setiap tamu yang datang dia mencari keberadaan Miranda.


"Apakah dia tidak mau datang ke sini yaa, keterlaluan sekali Miranda."


Dokter Nadia pun langsung menghampiri Siska ketika Siska sedang bersama dengan Om Irfan.


Pandangan mata Dokter Nadia tertuju kepada Irfan dan membuat Siska langsung memperkenalkan mereka berdua.


"Om Irfan, ini adalah Dokter Nadia dia sudah cantik baik sekali loh Om. Aliya mendapatkan kasih sayang seorang ibu itu dari Dokter Nadia."


Mereka berdua pun langsung bersalaman dan saling bertatapan.


"Beruntung sekali Aliyaa mendapatkan seseorang ibu yang baru yang bisa membuat dia bahagia."


Wajah Miranda yang begitu pucat pasih Tampa make up mata yang lebab seperti habis menangis semalaman.


"Dokter Nadia lihat itu Tante Miranda, kenapa seperti itu sih penampilan nya. Bikin orang pada memperhatikan dia."


Dokter Nadia pun memilih langsung menghampiri Miranda.


"Miranda ayo kita ganti baju dulu, dampingi Aliyaa tapi tidak dengan penampilan yang seperti ini yaa."

__ADS_1


Dokter Nadia menarik tangan Miranda tapi Miranda tetap saja terdiam duduk.


"Jangan paksa aku Nadia, atau aku akan berteriak-teriak kencang di acara ini."


Dokter Nadia pun langsung melepaskan genggaman tangan nya dia tidak mau Miranda menjadi pengacau di acara pernikahan Aliyaa dan Fabian.


"Baiklah, aku pergi tapi ingat jangan sampai kamu membuat acara pernikahan ini menjadi rusuh karena penyakit kamu itu."


Dokter Nadia pun memilih untuk meninggalkan Miranda dan menghampiri Aliyaa dan Fabian.


Momen yang di tunggu-tunggu datang di mana Fabian mengucapkan janji suci nya di hadapan Aliyaa.


Semua begitu sangat terharu sekali ketika mendengar suara Fabian yang mengatakan kata-kata tersebut.


Miranda pun langsung bergetar ketika mendengar hal tersebut, dia tidak bisa mengandalkan dirinya ketika kata sah keluar dari mulut para saksi-saksi pernikahan tersebut.


Miranda pun memilih untuk pergi berlari dari tempat tersebut, dia pun berteriak-teriak kencang di depan gerbang pintu rumah.


Dan membuat para satpam langsung membawa Miranda pergi.


"Lihat saja nanti pernikahan kalian tidak akan pernah bahagia, aku selalu banyak air mata dan aku yang akan membahagiakan Fabian."

__ADS_1


Perkataan Miranda seperti menjadi sebuah sumpah untuk pernikahan Aliyaa dan Fabian.


Ketika Miranda mengatakan hal tersebut Siska dan Om Irfan mendengar ucapan tersebut sangat jelas sekali.


__ADS_2