
Aliya dan Fabian sudah mulai bisa tersenyum bersama, Fabian mereka senang dekit demi dekit dia sangat yakin Aliya akan luluh di pelukan nya.
"Hmmmmmmm, Al kamu yakin mau ngajak temen kamu itu. Ini kan acara liburan keluarga jadi lebih baik kita ber tiga aja yaa jauh lebih baik sih cuman berduan hmmmm."
Aliya langsung memasang wajah sinis dia seperti tidak suka dengan ucapan Fabian, melihat perubahan wajah Aliya Fabian langsung meminta maaf kepada Aliya.
"Ehhhhhh, jangan marah gitu dong kan cuman bercanda aja masa baru bisa dekat musuhan lagi sih. Senyum dong cantik kalau marah kan jadi nambah cantik nya."
Aliya menahan rasa malu nya, dia hanya tersenyum tipis sambil memandangi wajah Fabian.
"Kak, aku boleh nanya pribadi sama Kakak nggak."
Fabian menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Aliya.
"Hmmmmmmm, kalau menurut Kakak bagaimana kalau ada perempuan yang seumuran sama aku tapi suka sama lelaki dewasa yang umurnya sama seperti Mama."
Fabian langsung terdiam seketika mendengar pertanyaan Aliya yang sebaiknya di jalanin oleh dirinya dengan Miranda.
__ADS_1
"Aliya kenapa pertanyaan kaya gitu banget sih, maksud nya pecinta om-om kaya gitu.?"
Suara Fabian terdengar sedikit bergetar dia tidak tahu apa maksud dari pertanyaan tersebut, dia hawatir Aliya sedang menyindir dirinya tapi dengan pertanyaan yang sebaliknya.
"Yaa jangan di sebut juga pecinta om-om dong kak, apalagi kalau lelakinya ganteng dan belum berumah tangga."
Fabian di buat kebingungan dan beruntung nya dia sudah sampai gerbang sekolah.
"Sudah-sudah Aliya ayo cepat turun ini sudah sampai gerbang sekolah, hati-hati yaa semoga ujian sekolah nya mendapatkan yang terbaik."
Aliya langsung turun dari mobil nya, karena Siska sudah menunggunya di depan gerbang. Siska menunggu Fabian keluar dari mobil nya tapi ternyata Fabian langsung pergi.
Aliya menghampiri Siska yang cemburu sambil memegang handphone nya.
"Kenapa sis, pagi-pagi kok udah cemberut gitu sih. ehhh inget sekarang ujian sekolah terakhir harus semangat biar cepat-cepet kuliah dan di pandang dewasa sama Om Irfan hahaha."
Aliya langsung menarik tangan Siska agar segera masuk ke dalam kelas.
__ADS_1
"Al, tadi kamu dianterin sama Kak Bian kan. Kenapa dia nggak keluar dari mobil nya langsung pergi aja gitu padahal kalau liat wajah dia jadi bikin semangat pagi."
Aliya melihat Siska seperti nya sangat mengidolakan Fabian dia pun langsung bilang jika mereka akan berlibur bersama.
"Sis, nanti besok aku rencana nya mau liburan loh sama Mama sama Kak Bian juga ke Bogor kamu mau ikut nggak?."
Siska langsung terkejut mendengar perkataan Aliya yang mengajak nya untuk berlibur bersama.
"Wahhhhh, mauuuuuuu banget Aliya mauuuuuu tapi kamu nggak ajak Om-om Itu kan.?"
Aliya langsung menghelakan nafas panjang nya dengan wajah yang sedih.
"Semenjak kehadiran Kak Bian jadi asisten pribadi nya Mama, aku susah buat bisa ketemu sama Om Irfan aku takut Kak Bian ngadu ke Mama kalau aku suka sama Om-om."
Mendengar perkataan Aliya, Siska langsung tertawa.
"Hahahaha Aliya akhirnya kamu sadar diri juga yaa suka sama om-om, kalau menurut aku yaa Aliya kamu mending sama Kak Bian aja daripada terus berhayal cinta sama om-om yang belum tahu juga kan dia punya perasaan yang sama."
__ADS_1
Bell masuk berbunyi Aliya dan Siska bersiap menghadapi ujian sekolah terakhir nya, tapi Aliya langsung kepikiran dengan perkataan Siska.