
Fabian dan Aliya sudah mulai bisa tersenyum bersama, Aliya mulai memperhatikan wajah Fabian.
"Hmmmmmmm, Kak Fabian terima kasih atas makanannya yaa. Aku belum pernah seperti ini walaupun itu sama Mama."
Fabian membelai rambut panjang Aliya sambil tersenyum manis.
"Aliya, mulai sekarang kamu jangan anggap Kakak sebagai orang asing lagi di hati kamu yaa. Kamu bisa bercerita apapun tentang apapun Kakak janji bakalan jaga apapun yang kamu ceritakan."
Aliya menudukan kepala nya dia merasa tidak nyaman dengan apa yang di lakukan oleh Fabian kepada. Fabian langsung menurunkan tangan nya.
"Maaf yaa Aliya terbawa suasana hehe."
Fabian merasa tersipu malu sekali, dia seperti sedang merasakan jatuh cinta yang sebenarnya ketika dia melihat Aliya.
"Hmmmmmmm, Kak aku ke kamar dulu yaa. Aku mau baca-baca buku dulu yaa. Bye bye."
__ADS_1
Aliya langsung meninggalkan Fabian sendiri an di meja makan, ketika Aliya pergi salah satu pegawai pun menghampiri Fabian.
"Mas Fabian itu di jodohkan Bu Miranda yaa buat Nona Aliya, hmmmmmm Bu Miranda pintar sekali cari calon menantu yang bisa merubah perilaku Non Aliya. Semangat terus yaa Mas semoga bisa sampai ke pernikahan."
Pegawai itu pun langsung pergi meninggalkan Fabian setelah berbicara seperti kepada Fabian.
"Kenapa gue dulu bisa tergoda dengan Miranda kalau gue tahu anak lebih menggoda, gue sekarang bisa mendapatkan hati Aliya tapi kalau sampai nanti Aliya tahu kalau gue ini adalah lelaki simpanan Mama nya. Lelaki yang hanya jadi pemuas nafsu seorang wanita Kesepian."
Fabian langsung terdiam dia memikirkan sampai sejauh itu, Fabian melupakan sesuatu dia berniat untuk mengadakan dinner bersama dengan Aliya dan Miranda.
"Seperti nya aku harus pulang sekarang saja, aku harus menyiapkan pakaian juga untuk Aliya tidak mungkin dia memakai baju biasa saja."
Miranda langsung bergegas pergi, dia langsung masuk ke dalam mobil nya, di perjalanan Miranda memilih untuk membelikan pakaian untuk Aliya.
"Lebih baik aku yang belikan saja sekarang, supaya Aliya tetap di rumah."
__ADS_1
Miranda mulai mencari tempat pakaian yang akan dia pakai untuk dirinya dan Aliya.
Miranda menemukan tempat nya dan dia langsung cepat masuk untuk memilih-milih.
Miranda merasa jika dia harus tampil sempurna dan cantik di hadapan Fabian, dia memilih pakaian yang khusus untuk nya.
"Aku harus tampil sempurna dan cantik, bagaimana pun juga Fabian adalah calon suami kuu. Aku harus bisa membuat nya bertahan jatuh cinta kepada kuu, dia harus terus terpesona dengan kecantikan ku yang mungkin lebih tua dari nya."
Miranda memilih pakaian untuk Aliya dengan cepat sedangkan untuk dirinya dia memilih nya dengan sangat teliti sekali.
"Hmmmmmmm, yang mana yaa aku jadi binggung kan memilih nya. Aku takut Fabian tidak suka dengan pakaian yang aku pakai nanti malam."
Sudah hampir satu jam Miranda mencari pakaian untuk nya, dia terus pilih-pilih dan merasa tidak cocok terus-menerus.
Padahal tampa dia sadari sekarang Fabian sudah tidak memperhatikan penampilan dan bentuk tubuh nya.
__ADS_1
Fabian sekarang lebih fokus untuk mengambil cinta Aliya, apapun yang Miranda lakukan tidak berpengaruhi perasaan hati nya kepada Aliya.