Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (217)


__ADS_3

Fabian merasa tidak nyaman sekali dengan sikap berlebih-lebihan Miranda kepada di depan Aliyaa.


"Nikmati saja semua makanan nya Kaa, kita tidak boleh melawan ucapan orang tua. Kita harus selalu hormat dengan orang lebih tua di atas kita."


Fabian pun menahan rasa tawa nya, secara tidak langsung Aliyaa mengatakan jika Miranda yang sudah terlihat sangat tua sekali diantara mereka berdua.


"Baiklah, Tante Miranda saya akan mencoba semua hidangan yang sudah di siapkan."


Fabian mengikuti permainan Aliyaa dia sangat nurut sekali dengan Miranda.


Miranda benar-benar tidak peduli dengan kehadiran Aliyaa bahkan tidak menanyakan kabar kepada Aliyaa.


"Seperti nya Mama lebih suka anak lelaki di bandingkan anak perempuan, yaa mungkin kalau anak lelaki itu bisa menjadi pemimpin perusahaan sedangkan anak perempuan hanya bisa mengikuti apa yang di katakan oleh suaminya."


Aliya memandangi wajah Miranda dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Dan sekarang aku baru menyadari itu semua nya kenapa Mama pernah bilang kalau Mama akan mencoret nama kuu dari hak warisan keluarga dan di gantikan oleh Kak Bian. Itu karena Mama lebih suka anak lelaki dari pada anak perempuan dan terlihat sekali malam Mama sangat perhatian sekali dengan Kak Fabian seperti seorang Ibu kepada anak nya yang melepaskan rasa rindu nya."


Miranda semakin di buat kesal dengan ucapan Aliyaa kepada nya.


"Apa maksud dari perkataan kamu Aliyaa, Mama tidak suka dengan apa yang ucapkan tadi. Mama berkata seperti itu karena kamu yang tidak pernah mau mengikuti kemauan Mama, kan sudah Mama bilang jangan mengambil beasiswa itu kuliah bisnis agar kamu bisa meneruskan perjalanan bisnis orang tua kamu."


Miranda mulai di buat sangat emosional sekali dan Fabian mencoba untuk menenangkan perasaan Aliyaa.


"Apa hanya karena itu Mama seperti membuang aku dari keluarga ini, Mama langsung tidak peduli dengan kuu. Sampai pembayaran administrasi pun aku di bayar oleh orang lain Mam, sampai segitunya Mama sudah tidak mau memberikan harta kekayaan Papa kepada kuu."


"Dari semenjak aku keluar dari rumah megah milik Papa, kapan Mama melihat kondisi kehidupan kuu. Sedangkan sekarang aku meminta untuk makan malam mewah bersama mungkin jika semua ini di uang kan bisa untuk aku makan selama satu bulan. Mama tidak takut jika suatu saat Papa datang karena sikap Mama yang sekarang yang tidak peduli kepada kuu, yang pandangan mata hanya tertuju pada lelaki tampan yang ada di hadapan nya."


Miranda langsung terdiam ketika mendengar perkataan Aliyaa.


Dan Fabian merasa jika Aliyaa sudah menyadari bahwa Miranda yang mempunyai perasaan terhadap nya.

__ADS_1


"Kamu kalau bicara dengan Mama yang sopan yaa Aliyaa, kamu seperti tidak menghargai Mama sebagai orang tua kamu. Ingat Aliyaa Ma yang melahirkan kamu."


Miranda yang tidak bisa menahan rasa emosional nya langsung menghampiri Aliyaa dan menampar pipi Aliyaa.


*Plaaaakkkkkkk*


Aliya di tampar oleh Miranda sampai tangan Miranda sampai bergetar.


Aliya hanya terdiam sambil memegang pipi nya dan menahan rasa sakit yang luar biasa.


Fabian tidak tinggal diam ketika melihat perlakuan Miranda kepada Aliyaa.


"Apa harus selalu dengan kekerasan ? Aliya seperti ini karena dia kurang perhatian, dia sudah tidak punya Papa dan dia hanya mempunyai Mama ingat itu Miranda."


Fabian membawa Aliya pergi dari tempat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2