
Fabian memilih untuk kembali ke ruangan rumah sakit, dia ingin meminta meminta alamat rumah Dokter Nadia.
Fabian masuk ke dalam ruangan dan Dokter Nadia merasa sangat terkejut melihat Fabian masuk ke dalam ruangan.
"Ada apa Fabian kamu ke sini,? apa yang mau tanyakan mengenai penyakit Miranda?."
Fabian memilih untuk duduk dan mengatakan sesuatu kepada Dokter Nadia.
"Aku ingin meminta alamat rumah Dokter Nadia, aku ingin bertemu dengan Aliyaa aku akan menceritakan semuanya kepada Aliyaa."
Fabian menundukkan kepalanya Dokter Nadia menuliskan alamat tersebut dalam selembar kertas, Fabian pun langsung segera pergi dan Dokter Nadia tidak banyak bertanya kepada Fabian.
"Terimakasih banyak."
Setelah mendapatkan alamat rumah nya, Fabian langsung keluar dari ruangan Dokter Nadia.
"Semoga saja ini menjadi yang terbaik untuk mereka berdua, kejujuran apa yang akan Fabian ceritakan kepada Aliyaa."
Fabian dengan penuh emosional dia langsung mengendarai mobil nya.
__ADS_1
"Perasaan ku tidak tenang jika harus selalu menutupi ini semua, aku tidak peduli Aliyaa akan bersikap seperti apa dengan kuu aku akan menerima nya."
Fabian pun akhirnya sampai di depan gerbang rumah Dokter Nadia, dia seperti melihat rumah nya sendiri.
"Aliya aku datang dengan membongkar semua kebon yang aku berikan."
Fabian menghampiri satpam dan meminta untuk ingin bertemu dengan Aliyaa
Satpam tersebut langsung menelephone salah satu pegawai yang ada di dalam untuk membicarakan kedatangan Fabian.
Aliya berjalan menuju ke ruangan tamu padahal dia belum masuk ke kamar nya untuk membereskan barang-barang nya.
Aliya duduk menunggu kedatangan Fabian, dan akhirnya Fabian pun datang dan duduk berhadapan dengan Aliyaa.
Fabian menundukan kepalanya dia tidak berani menatap wajah Aliyaa.
"Aliya kedatangan kuu ini berbicara semua nya kepada kamu tentang aku dan Miranda, aku adalah lelaki simpanan Mama kamu Aliyaa. Aku di bayar oleh Mama kamu di berikan fasilitas yang aku inginkan agar aku bisa bersama dengan Mama kamu."
__ADS_1
Aliya menarik nafas panjang nya dan bibir dia langsung bergetar ketika mendengar perkataan dari Fabian.
Aliya pun menundukan kepala nya dia merasa tidak sanggup untuk mendengarkan semua cerita Fabian.
"Aku melakukan itu semua karena aku yang keluar dari keluarga kuu, karena aku yang tidak mau mengikuti keinginan keluarga untuk menjadi seorang Dokter seperti yang orang tua inginkan karena kami adalah keluarga Dokter."
Mata Aliyaa berkaca-kaca menahan air mata yang terjatuh.
"Aku di kuliah kan oleh Miranda tapi aku sedikit pun tidak ada rasa cinta kepada Miranda, aku berselingkuh di belakang Miranda aku hanya ingin kan uang-uang Miranda saja."
Fabian mencoba untuk memegang tangan Aliyaa, dia merasa kan tangan Aliyaa yang bergetar dan tetesan air mata membasahi tangan nya.
"Ketika aku melihat kamu Aliyaa, semua nya berubah. Aku jatuh cinta kepada kamu Aliyaa dari hari aku sendiri dan aku sudah mengaku semua nya kepada Miranda tapi Miranda yang sangat egois sekali dia tidak mau menerima kenyataan itu."
Aliya melepaskan genggaman tangan erat Fabian dia menghapus air mata nya dengan tangan yang bergetar.
"Silahkan pergi dari rumah ini sekarang juga dan terimakasih atas semua kejujuran nya."
Aliya pun langsung pergi dari ruangan tamu tersebut meninggal kan Fabian.
__ADS_1