
Miranda menghela nafas panjang nya, karena dia tidak mungkin berkata jujur kepada Aliya.
"Mama yang beli yaa di butik langganan Mama, yaa dia bilang kalau model baju seperti memang sangat banyak stok nya tapi karena Mama suka yaa beli saja."
Wajah Miranda yang tenang membuat Aliya percaya dengan perkataan Mama nya itu.
"Oke deh Mam, oh iya Mam aku mau tanya sekarang Mama lagi sendiri atau Mama sedang dekat dengan seseorang."
Pertanyaan Aliya membuat Miranda sedikit terkejut karena tiba-tiba Aliya mempertanyakan hal yang belum pernah dia ucapkan.
Miranda langsung menarik tangan Aliya agar duduk di atas tempat tidur nya.
"Apa Mama sekarang mulai merasa kesepian, apa Mama sekarang mulai untuk mencari pengganti Papa di hati Mama?."
Miranda mengengam erat tangan Aliya, dengan mata yang berkaca-kaca menahan air mata nya jatuh.
__ADS_1
"Hmmmmmm, sayang semenjak Mama kehilangan Papa untuk selamanya di situ Mama merasa sangat kesepian sekali. Tapi Mama juga tidak egois Mama akan mencari seseorang yang bisa dekat dengan kamu nyaman dengan kamu karena bukan hanya Mama yang merasakan kebahagiaan tapi kamu juga harus merasakan nya."
Aliya langsung terdiam mendengar perkataan Mama nya, dia pun menunduk kepala nya.
Miranda memeluk erat tubuh putri kesayangannya dengan penuh perasaan dan cinta.
"Mama sayang kamu, Mama juga ingin melihat kamu bahagia."
Aliya melepaskan pelukan erat dari Mama nya.
"Yasudah yah Mam, aku mau belajar dulu yaa Mam besok hari terakhir aku ujian sekolah yaa."
Miranda langsung mempunyai ide untuk mengajak Aliya liburan di saat dia selesai ujian sekolah.
"Aku harus bilang ke Fabian untuk menyimpan kan tempat yang indah untuk mereka berlibur bersama ketika Aliya selesai ujian sekolah nya."
__ADS_1
Miranda menghubungi nomer handphone Fabian dan langsung di terima oleh Fabian.
*Hallo Fabian, besok adalah hari terakhir Aliya ujian sekolah. Kamu cari tempat yang indah untuk kita berlibur yaa. Supaya kalian berdua bisa saling mengenal lebih dekat lagi bagaimana,? kamu setuju.*
Fabian yang mendengar perkataan dari Miranda langsung bersemangat sekali, dia bisa berlibur bersama dengan Aliya.
*Oke, setuju sekali Aliya butuh hiburan yang menyenangkan sekali setelah dia berjuang keras belajar.*
Miranda merasakan sekali Fabian yang begitu sangat senang sekali ketika mendengar mereka akan berlibur bersama tapi Miranda berpikir positif karena ini adalah keinginan untuk bisa mempersatukan Fabian dan Aliya agar Aliya bisa menerima kehadiran Fabian.
*Baiklah, selama tidur dan semoga mimpi indah. I love you Fabian.*
Fabian langsung mematikan panggilan telephone dari Miranda tampa menjawab ucapan dari Miranda.
"Hmmmmm, sudah lah aku nggak boleh berpikir negatif. Fabian lelaki yang setia dan tidak mungkin dia bersama dengan perempuan lain karena sekarang dia lebih sering ada bersama dengan keluarga ini. Dia tidak bisa berselingkuh lagi di belakang ku."
__ADS_1
Miranda bersiap-siap untuk tidur dengan rangkaian skincare perawatan wajah nya agar selalu terlihat cantik.
"Aku harus rajin perawatan wajah dan penampilan ku, karena pasangan ku jauh lebih muda dari umur ku. Fabian apa yang kamu lakukan selama ini membuat aku nyaman dan tenang ada di dekat nya, semoga kamu adalah lelaki yang terbaik yang Tuhan kirimkan untuk bisa membahagiakan hati Aliya sebagai pengganti Papa nya."