
Setelah selesai bersiap-siap Aliya pun langsung keluar dari rumah nya, terlihat sangat sepi sekali dan membuat Aliya semakin nyaman untuk melangkah kan kakinya.
Aliya terus berjalan sangat santai sampai akhirnya dia sampai di depan pintu keluar rumah nya dan bertemu dengan Satpam yang menghampiri nya, Aliya langsung berkata kepada satpam nya itu jika dia ingin mencari makan malam bersama dengan supir pribadi nya Pak Dennys. Melihat Aliya yang begitu sangat santai satpam tersebut langsung meninggalkan Aliya.
Aliya terus berjalan mencari supir pribadi nya, dan akhirnya dia pun menemui nya. Tampa harus banyak kata-kata supir pribadi itu pun langsung mempersiapkan mobil nya untuk Aliya, Aliya memilih masuk dan duduk di kursi belakang.
Di perjalanan Aliya tidak bisa menutupi wajahnya yang sangat sedih sekali, dia pun mulai mengirimkan pesan kepada Fabian jika dia berhasil bisa keluar dari rumah nya.
Fabian yang membaca pesan singkat tersebut langsung bersiap untuk menjemput Aliya.
"Sebenarnya ada nona Aliya sebenarnya, Nona mau ke mana semalam ini pergi sendiri. Wajah Nona Aliya begitu sangat sedih sekali."
__ADS_1
Supir pribadi Aliya mulai sangat hawatir sekali dengan Aliya, dan membuat Aliya tidak bisa berbohong kepada supir pribadi nya tersebut.
"Aku sedih sekali Pak, Mama sekarang berbeda-beda sikapnya dia seperti yang menyimpan dendam sama aku dia sering marah-marah nggak jelas sama aku. Aku sedih dan kesel banget sama Mama, tadi saja ketika makan malam dia mulai berani bentak-bentak aku."
Supir pribadi mulai berpikir apa ini ada hubungannya dengan kedekatan Bu Miranda dengan pemilik Restoran tersebut, Bu Miranda terlihat sangat akrab sekali dan mungkin dia takut jika Nona Aliya merebut nya.
"Yasudah, sekarang Nona Aliya mau saya antarkan ke mana?."
"Pak setelah itu mungkin aku akan menginap di rumah Siska, Bapak tidak usah hawatir yaa Pak jika Mama menanyakan kehadiran aku. Tapi kalau dia tetap tidak perduli nggak usah di kasih tahu saja Pak."
Supir pribadi nya pun langsung menggangukan kepalanya dia mengerti dengan apa yang Aliyaa katakan, dan dia pun mengantarkan Aliya ke tempat yang di pinta nya.
__ADS_1
Aliya turun dari mobil nya dia berjalan menuju motor besar, Supir pribadi tersebut tidak langsung memilih untuk pergi dia masih memperhatikan Aliya sampai dia tahu siapa sosok lelaki yang sedang bersama dengan Aliyaa.
Dan akhirnya lelaki tersebut membuka helm di kepalanya ternyata itu adalah Fabian, Supir pribadi tersebut merasa sedikit tenang ketika tahu jika Aliya pergi bersama dengan Fabian dia pun mulai meninggalkan tempat tersebut.
Fabian pun langsung tersenyum ketika melihat Aliyaa, dan mengetahui jika dia sedang di perhatikan oleh supir pribadi Aliya. Dengan sengaja Fabian membuka helm nya agar supir pribadi tersebut mengenalinya.
"Aliya kamu nggak apa-apa kan kita pakai motor bukan mobil karena kalau pakai mobil ketahuan dong Kakak pakai mobil milik Mama Miranda."
Aliya menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis, dia pun langsung memakai helm yang sudah di persiapkan oleh Fabian.
Mereka pun menikmati kebersamaan nya bersama, Aliya yang tidak mau memeluk Fabian dia yang terlihat sangat ragu pun seketika memeluk erat Fabian ketika Fabian melajukan kencang mobil nya.
__ADS_1