
Bell pulang terdengar sangat kencang sekali, dan Aliya pun langsung bersemangat untuk segera pulang.
"Ayoo teman, kita pergi ke suatu tempat sesuai rencana kita tadi pagi."
Aliya mengajak Siska masuk ke dalam mobil pribadi nya.
"Pak, antarkan aku ke toko baju yaa dan jangan bilang-bilang ke Mama, bilang ke Mama aku pulang telat karena tugas kelompok dari sekolah."
Siska hanya terdiam mendengar kan perkataan Aliya kepada supir pribadi nya itu.
"Baik, Nona Aliya saya akan berbohong kepada Ibu Miranda demi Nona Aliya."
Aliya pun tersenyum puas sekali mendengar perkataan supir pribadi nya itu.
Siska hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap Aliya.
Mereka pun sampai di toko pakaian langganan orang tua Aliya.
Aliya dengan semangat memilih baju untuk dirinya dan Siska.
"Ayo sis, langsung pakai aja udah aku bayar ko bajunya."
Aliya dan Siska tidak terlihat seperti Siswa SMA, baju yang Aliya pilih sedikit lebih terlihat dewasa.
__ADS_1
"Aliya, aku nggak nyaman banget pake baju begini. Kenapa nggak cari kaos aja sih lebih simpel kan."
Aliya menarik tangan Siska untuk masuk ke dalam mobil pribadi nya.
"Udh deh bagus tau elegan kelihatan nya," ucap Aliya sambil tersenyum manis.
Siska hanya bisa pasrah dengan apa yang sudah di lakukan oleh Aliya.
"Pak, kita pergi ke restoran yang waktu kemarin itu yaa Pak."
Aliya menunjukkan alamat y kepada supir pribadi nya itu.
"Baik Nona Aliya."
Di perjalanan Aliya terus memandangi wajah nya di cermin, dia pun memakai bedak dan parfume yang membuat Siksa seketika pusing dan ingin muntah.
Aliya membuka jendela mobil nya, karena melihat Siska yang seperti ini muntah.
"Kamu gitu amat sih Siska ngomong nya, aku kan pengen wangi kalau ketemu sama dia."
Mereka pun sampai di depan restoran tersebut, Aliya dan Siska pun langsung turun dari mobil nya dan masuk ke dalam restoran tersebut.
"Astaga Siska ko aku gemetaran banget yaa, hmmmmm serasa ingin ke toilet juga."
__ADS_1
Aliya terlihat sangat gugup sekali.
"Yaa Tuhan Aliya Mutiara Berlian, kamu bisa tenang nggak sih. Belum juga kita duduk dan ketemu sama lelaki itu."
Aliya dan Siska langsung duduk dan memesan makanan dan minuman.
"Mbak ko Pak Irfan Riawan nya ko nggak ada yaa, kemarin saya di layani sama dia loh dan sekarang di ko nggak ada yaa mbak."
Tanya Aliya kepada pelayan yang menghampiri nya.
"Oh Kalau Pak Irfan itu kan pemilik restoran ini dan restoran ini juga sangat banyak sekali cabang nya jadi dia super sibuk sekali dan jarang ada di sini."
Hati Aliya seketika hancur mendengar perkataan pelayan tersebut.
"Begitu yaa mbak, makasih ya atas informasi nya."
Siska melihat Aliya yang seperti sangat sedih sekali.
"Aliya kamu jangan sedih gitu dong, kita tetap makan kan aku lapar banget soalnya."
Makanan pesanan nya pun datang, Siska yang sudah sangat kelaparan langsung menyantap hidangan di depan nya itu.
Aliya masih saja cemberut sambil memainkan handphone nya, dia sangat berharap bisa bertemu dengan lelaki itu.
__ADS_1
Mata Aliya pun melirikan ke kanan ke kiri dia seakan mencari Irfan Riawan di sekitar nya.
Siska pun merasa sangat kasihan melihat Aliya yang menyiapkan semuanya demi Lelaki tersebut.