Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (211)


__ADS_3

Miranda ternyata pergi ke pemakaman suami nya, dan Rendy memilih untuk diam saja di dalam mobil nya.


"Seperti nya Tante Miranda dalam kondisi yang sangat kesulitan dia sampai pergi ke makam suami nya, Lebih baik aku pergi saja karena tidak ada yang harus di curigai lagi."


Rendy memilih untuk pergi dia tidak lagi mengikuti Miranda.


Miranda menabur bunga-bunga di atas makam suami nya.


Miranda meneteskan air mata nya sambil menaburkan bunga-bunga.


Miranda mengusap batu nisan almarhum suami nya.


"Pap, maafkan aku yang mencintai lelaki yang di cintai juga oleh Aliyaa. Maafkan aku yang sangat egois sekali tapi aku tidak bisa berpaling dari yang lain, aku merasa jika hanya Fabian yang bisa mengisi kekosongan hari-hari kuu tidak untuk lelaki yang lain."


Miranda mengusap kembali batu nisan almarhum suami tersebut.


"Aku pergi dulu yaa Sayaaaaang."


Miranda meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke mobil nya kembali.


Di perjalanan Miranda terus saja memikirkan Aliyaa, tapi dia tidak mau pergi ke sana.

__ADS_1


"Kenapa aku selalu memikirkan Aliyaa selalu dia pasti akan membaik apalagi besok dia bisa bertemu dengan Fabian."


Miranda mencoba untuk mengabaikan semua tentang Aliyaa yang ada di pikiran nya


Miranda memilih untuk pergi ke Apartemen nya mengingat kembali kenangan bersama dengan Fabian.


Miranda meminta supir pribadi untuk pulang menggangukan taksi agar Miranda bisa memakai mobil tersebut.


Miranda masuk ke dalam Apartemen tersebut dia merasakan kerinduan yang mendalam untuk bisa bersama dengan Fabian kembali.


"Semoga saja kita bisa bersama kembali, Fabian aku akan terus menunggu muu sampai kapan pun."


***


Keesokan hari nya Fabian dengan penuh semangat sekali bisa pulang untuk bisa bertemu dengan Aliyaa.


Dan Aliyaa pun bersiap-siap untuk pulang hari ini, tapi tidak ada yang menjemput nya.


Siska dengan setia selalu ada bersama dengan Aliyaa dia menunggu taksi untuk membawa Aliyaa pulang.


Dokter Nadia pun merasa sangat kasihan sekali dengan Aliyaa, kenapa Miranda tidak ada untuk menjemput Aliya.

__ADS_1


"Kemana Miranda dia memperlakukan Aliyaa seperti bukan anak kandung nya saja."


Di perjalanan menuju pulang Aliyaa sangat cemas sekali dia takut Fabian yang sampai duluan di rumah nya.


"Sudah tenang saja yaa, pasti kita kok yang sampai duluan kamu tenang saja yaa."


Siska tersenyum tipis kepada Aliyaa dan akhirnya Aliyaa pun sampai di rumah nya dan ternyata Fabian belum sampai di rumah nya.


Siska pun membantu Aliyaa untuk turun dari taksi dan menjaga Aliyaa dengan sangat hati-hati sekali.


"Terimakasih banyak ya Sis, kamu begitu sangat perhatian sekali sama aku. Aku tidak akan pernah mendapatkan teman sebaik kamu."


Aliya memeluk erat Siska yang merupakan sahabat sejati nya.


"Ingat yah Aliyaa kamu tidak pernah sendiri, walaupun Mama yang sekarang buta kasih sayang dan perhatian sama kamu itu karena dia tidak terlalu berlebih-lebihan dengan kisah cinta nya."


Aliya yang sudah berada di dalam kamar nya, dia pun bertanya kepada Siska.


"Mama memiliki perasaan dengan Kak Fabian, setiap hari mereka bersama apa mungkin nanti Kak Bian pun memiliki perasaan yang sama dengan Mama. Dan mereka pun saling mencintai di belakang kuu bagaimana mana yaa."


Aliya mulai memikirkan sejauh itu antara hubungan Mama nya dengan Kekasih nya.

__ADS_1


__ADS_2