Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (163)


__ADS_3

Irfan memberikan tissue kepada Miranda, dia tersenyum manis kepada Miranda.


"Apakah kamu tidak bisa melerakan mereka berdua bahagia, karena Fabian memang lebih pantas bersama dengan Aliyaa. Kamu bisa mencari lelaki yang lain yang lebih dari Fabian. Karena sekarang itu percuma saja Fabian akan selalu memilih Aliyaa di hati nya."


Miranda merasa sangat tidak menerima kembali perkataan Irfan yang seperti mendukung hubungan Aliyaa dan Irfan.


"Sekarang jika kamu memaksa kan ingin terus bisa bersama dengan Fabian dengan sejuta cara kamu kan akhirnya Fabian kembali tapi tampa cinta maka semuanya akan terasa hampa."


Miranda yang merasa tidak mendapatkan dukungan dari Irfan pun memilih untuk pergi dari ruangan tersebut.


"Aku pergi untuk pulang."


Miranda langsung meninggalkan ruangan Irfan dengan penuh emosional.


"Egois sekali dia tidak mau mengalah demi kebahagiaan Putri nya sendiri."


Miranda pun masuk ke dalam mobil nya dia terlihat sangat emosional sekali.


"Ahhhhhh, menyebalkan sekali Irfan lebih mendukung Fabian bersama dengan Aliyaa."


Miranda pun merasa sangat kebingungan sekali dia harus pergi ke mana.


***

__ADS_1


Aliya dan Fabian pun selesai menikmati makan malam bersama nya.


Mereka pun berniat untuk langsung pulang saja.


Tapi Aliyaa yang merasa tidak nyaman dengan gaun nya tersebut memilih untuk menganti pakaian nya terlebih dahulu.


Fabian pun menunggu Aliya di dalam mobil nya.


Fabian masih seperti mimpi jika dia bisa bersama dengan seseorang yang dia cintai.


Aliya pun langsung berlari menghampiri mobil Fabian.


Dia melihat lelaki tersebut masih memperhatikan nya.


Melihat Aliyaa yang seperti sedang menghampiri nya.


Lelaki tersebut pun berpura-pura sedang memainkan handphone.


"Kamu suruhan Mama Miranda kan, kamu adalah mata-mata nya Mama Miranda. Kamu nggak usah seperti itu aku menyadari kehadiran kamu dari semenjak aku sedang berada di salon kecantikan."


Aliya pun langsung mengambil handphone yang sedang dia pegang.


Aliya menelephone nomber handphone Mama nya dengan menggunakan handphone lelaki itu.

__ADS_1


*Hallo, adaa apaa kamu segala telephone saya hah. Ada berita apa lagi dengan Aliyaa dan juga Fabian. Mereka melakukan sesuatu.*


Dugaan Aliyaa ternyata benar lelaki tersebut adalah suruhan Mama nya.


*Hallo Mam, aku baik-baik saja bersama dengan Kak Fabian. Kita tidak melakukan sesuatu yang negatif. Kak Bian memberikan aku cincin putih untuk tanda pengikat hubungan kita, aku sangat bahagia sekali bisa bersama dengan Kak Fabian.*


Aliya mematikan panggilan telephone nya dan dia pun menyerahkan kembali handphone nya.


"Terimakasih banyak, saya pergi dulu yaa.*


Aliya pun langsung masuk ke dalam mobil nya.


Dan Fabian tidak banyak berbicara dengan Aliyaa dia fokus kendarai mobil nya.


"Kenapa Aliyaa bisa memegang handphone lelaki suruhan kuu ini, ini tanda nya Aliyaa menggatahui jika dia sedang di ikuti oleh aku."


Miranda pun mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan dia menghela kan nafas panjang nya berkali-kali.


"Kamu harus tenang Miranda Larasati, jangan sampai kamu harus kembali masuk ke dalam Rumah Sakit hanya karena tensi darah kamu tinggi dan banyak pikiran yang bercabang-cabang."


Miranda pun memilih untuk pulang ke Apartemen nya yang dulu bersama dengan Fabian menghabiskan waktu bersama.


Miranda ingin mengenang masa-masa indah bersama dengan Fabian di Apartemen tersebut.

__ADS_1


__ADS_2