Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (258)


__ADS_3

Fabian memberanikan diri untuk datang ke rumah orang tua nya, semua dia lakukan hanya untuk Aliyaa.


"Apakah mereka masih mau menerima kehadiran ku yang sudah tujuh tahun menghilang begitu saja."


Fabian merasa sangat hawatir sekali dia sangat takut sekali jika orang tua nya tidak mau menerima kehadiran nya.


Fabian mencoba untuk menenangkan pikiran nya selalu berpikir positif.


Di perjalanan pikiran Fabian terus saja teringat dengan perlakuan nya kepada orang tua, dia hanya bisa terdiam dan lamunan nya.


Sampai akhirnya Fabian pun sampai di depan rumah nya, rumah masa kecil nya yang penuh dengan kenangan.


"Ayah dan ibu aku datang kembali ke rumah ini, semoga kalian berdua mau menerima kehadiran kuu ini."


Fabian turun dari mobil nya dia merasa sangat berat sekali melangkah kaki nya ke depan rumah nya.


Pintu gerbang pun langsung terbuka ketika satpam tersebut melihat wajah Fabian.


Fabian pun masuk ke dalam rumah nya, dia melihat ke sekeliling rumah nya.


"Kenangan masa kecil ku yang indah semua nya ada di sini."

__ADS_1


Fabian pun menuju ke pintu utama dia mengetuk pintu tersebut dan satpam penjaga pun terus memperhatikan Fabian.


Dia merasa tidak menyangka sama sekali jika Fabian bisa datang kembali ke rumah nya.


Ketika pelayan membuka pintu tersebut dia langsung terkejut ketika melihat Fabian, pelayan yang mengurus Fabian dari kecil.


Pelayan tersebut langsung menangis ketika melihat kehadiran Fabian yang datang ke kembali.


"Tuan Fabian kembali lagi ke sini."


Ucap salah satu pelayan yang begitu dekat dengan Fabian.


"Iya mbak aku kembali lagi ke rumah ini mbak, aku sangat kangen sekali dengan mbak yang selalu ada untuk aku."


Fabian pun langsung melepaskan pelukan erat nya, dia tersenyum manis kepada pelayan tersebut.


"Ada ibu dan bapak sedang berada di ruangan keluarga. Ayo tuan masuk bertemu dengan mereka berdua karena mereka pasti sangat merindukan sekali kedatangan tuan."


Fabian pun masuk ke dalam rumah nya dan menuju ke ruangan keluarga nya.


Dia melihat ke dua orang tua nya yang sedang menonton televisi dengan penuh canda dan tawa.

__ADS_1


"Apakah mereka memang sudah melupakan aku yaa, mereka tidak terlihat sedih sama sekali. Mereka seperti nya sangat bahagia sekali."


Fabian hanya berdiri di depan pintu sambil memandangi ke dua orang tua nya tersebut.


Fabian tersenyum manis tapi mata nya berkaca-kaca menahan menahan air mata nya turun.


"Maafkan aku Ayah dan Ibu, maafkan aku yang meninggalkan kalian berdua."


Fabian memilih untuk pergi dia tidak kuasa menahan air mata nya.


Tapi Ibu Fabian seperti melihat kehadiran Fabian.


"Fabiaaan, yah ibu melihat Fabian tadi seperti nya Fabian pulang ke rumah kita."


Ibu Fabian pun langsung berdiri dari tempat duduk nya dan berlari keluar untuk mencari Fabian.


Ayah Fabian tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh istrinya tersebut.


"Fabian tidak mungkin dia kembali, seperti nya karena terlalu lama kehilangan Fabian membuat Ibu menjadi berhalusinasi dengan keberadaan Fabian di sini."


Ayah Fabian langsung berlari mengejar istri nya tersebut karena dia sangat hawatir sekali dengan keadaan istri nya tersebut yang memanggil nama Fabian.

__ADS_1


__ADS_2