
Melihat Aliyaa bersama dengan Rendy, Siska pun langsung berlari menghampiri mereka.
Siska melihat Wajah Aliyaa yang sedih sambil memegang handphone nya.
"Al, kamu kenapa,? kok sedih gitu sih Al."
Siska mendekati Aliyaa dia sangat hawatir sekali.
"Handphone Aliyaa rusak aku berniat untuk membelikan yang baru, karena kasih kalau Aliyaa membeli nya dengan uang hasil beasiswa nya."
Aliya menudukan kepala nya dia merasa sangat malu sekali, baru kali ini dia merasa kan di titik yang paling rendah.
Siska pun sangat sedih sekali ketika melihat Aliyaa yang sekarang yang harus bertahan hidup penuh perjuangan.
"Rendy, jika kamu memang berniat untuk membelikan handphone tersebut untuk Aliyaa. Kamu jangan bicarakan tentang ini kepada Tante Miranda karena hanya membuat nya senang dan semakin membuat Aliyaa sedih dengan perkataan nya."
Rendy pun mengikuti apa yang di katakan oleh Siska.
__ADS_1
"Baiklah, aku tidak akan pernah mau membicarakan tentang ini kepada Tante Miranda."
Rendy menunggu kedatangan handphone yang sedang di belikan oleh asisten pribadi nya.
"Oh iya Al, semalam Kak Bian telephone aku dan dia bilang dia menghubungi kamu terus-menerus nggak ada aktif dan ternyata ini jawaban nya."
Siska melihat jam yang ada di handphone jam yang sebentar lagi waktu untuk masuk ke kelas.
"Al, ayo kita masuk ke kelas daripada kita telat. Biarkan saja Rendy nanti yang kembali lagi ke kampus ini untuk memberikan handphone baru untuk kamu."
Siska pun menarik tangan Aliyaa untuk segera pergi dari tempat tersebut.
Aliya pun langsung meninggalkan Rendy dan dia berlari dengan Siska menuju ke kelas mereka.
"Aliya Mutiara, kamu luar biasa sekali bisa hidup tanpa kemewahan sejak kamu lahir. Tapi kenapa kamu lebih menyukai lelaki yang sudah mempunyai pasangan, padahal aku mun mau bersama dengan kamu."
Ketika Rendy hendak pergi tiba-tiba asisten pribadi datang dengan membawa Handphone terbaik sesuai dengan pesenan nya.
__ADS_1
"Maaf Tuan saya telat ini handphone yang Tuan Rendy inginkan."
Rendy mengambil handphone tersebut.
"Yaa, tidak apa-apa terimakasih banyak yaa."
Rendy membawa handphone tersebut ke dalam mobil nya, dia hendak untuk pergi ke kantor nya.
"Dengan ini aku bisa datang ke rumah Aliyaa dengan alesan untuk mengantarkan handphone ini dan aku bisa meluangkan waktu bersama dengan Aliyaa."
Rendy tersenyum manis sambil mencium handphone baru nya tersebut.
"Semoga saja aku bisa dapat cinta tulus dari Aliyaa dan dia bisa menjadi milik kuuuu selama nya."
Rendy membayangkan jika dia bisa bersama dengan Aliyaa tapi bayang-bayang tersebut tiba-tiba terhenti ketika Rendy membayangkan Tante Miranda.
"Aku masih penasaran sekali dengan Tante Miranda kok dia seperti itu yaa sama Miranda, dia ko bisa setega itu dengan Aliyaa. Lalu sebenarnya apa maksud dari Tante Miranda berniat untuk menjodohkan aku dengan Aliyaa. Apakah dia sudah tidak lagi memberikan uang dan harta untuk Aliyaa agar Aliyaa bisa hidup lebih baik bersama dengan kuu lalu apa penyebab di balik ini semua nya."
__ADS_1
Rendy berniat untuk mencari tau permasalahan apa antar Aliyaa dengan Mama nya tersebut.
Karena Rendy masih tidak habis pikir dengan sikap Miranda kepada Aliyaa.