
Setelah lama menunggu akhirnya Miranda kembali ke meja makan nya, kedatangan Miranda sangat di tunggu-tunggu oleh Aliya.
Miranda duduk dan mengabaikan bucket bunga mawar merah tersebut, tapi bibir nya terus saja tersenyum manis.
"Mam, itu bucket bunga mawar dari siapa kenapa Mama mengabaikan nya."
Miranda melirikan mata nya kepada bucket mawar merah tersebut.
"Hmmm, itu dari seseorang yang baru Mama kenal dan ntah lah dia langsung begitu sangat baik sekali sampai memberikan Mama bucket bunga seperti ini."
Miranda terlihat seperti tidak peduli dengan bucket mawar merah tersebut dan Aliya pun memilih untuk mengambil bucket mawar merah itu.
"Ini cantik loh Mam wangi sekali, kenapa nggak Mama simpan di kamar Mama di simpan di dalam vas bunga."
Miranda menggeleng kan kepalanya dan tersenyum.
"Mama tidak mau sayaaaaang, dia bukan orang yang dekat dengan Mama. Dan mungkin juga kita tidak akan bertemu kembali."
__ADS_1
Aliya pun memilih untuk mengambil nya dan membawa ke dalam kamar nya.
"Yasudah buat aku aja Mam, aku mau simpan di dalam kamar."
Aliya membawa bucket bunga itu dan menyimpan nya di dalam vas bunga dan di berikan air.
"Walaupun ini bukan dari Om Irfan tapi bucket ini mirip sekali, dan aku jadi suka hmmmm andai saja ini bucket mawar dari Om Irfan untuk aku."
Aliya pun bersiap untuk beristirahat dan mematikan lampu kamar nya.
"Tuhan, semoga malam ini aku mimpi indah bersama dengan Om Irfan."
Miranda berniat untuk pergi ke Apartemen nya dia merasa rindu bercinta dengan Fabian, setelah tadi mereka melepaskan kerinduan di telephone.
Handphone pun bergetar, ternyata itu adalah pesan dari Irfan Riawan. Miranda langsung mengabaikan pesan tersebut.
"Aku pikir dari Fabian, pasti dia hanya menanyakan bucket sudah datang atau belum."
__ADS_1
Miranda memilih baju yang sangat menawan dia memilih untuk bermalam bersama dengan Fabian di Apartemen nya.
Miranda memang terlalu jatuh cinta dengan Fabian, hati nya mudah luluh walaupun Fabian yang jelas-jelas hanya memanfaatkan nya saja.
"Aku harus cepat pergi, jangan sampai Aliya menggatahui nya kalau aku tidak tidur di rumah."
Miranda dengan sangat hati-hati keluar dari kamar dan menuju ke garasi mobil nya, dia memakai mobil yang tidak biasa dia pakai agar Aliya tidak mencurigai nya.
Miranda menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi agar dirinya bisa secepatnya sampai di Apartemen nya.
Dan Miranda datang di saat acara Fabian sudah selesai dia membawa kembali teman-teman ke Apartemen Miranda bahwa sebelum nya Fabian sudah bersama dengan perempuan lain.
Miranda masuk ke dalam Apartemen yang sangat menyengat sekali bau rokok, Fabian langsung terkejut melihat kedatangan Miranda beruntung nya dia sudah memberes kan Apartemen nya tapi bau asap rokok di ruangan itu tidak bisa di sembunyikan.
"Kenapa ruangan ini sangat bau sekali asap rokok, apa kamu membawa kembali teman-teman kamu untuk bersenang-senang di Apartemen ini."
Miranda menatap tajam wajah Fabian yang terlihat sangat panik sekali.
__ADS_1
"Hmmmmm, aku hanya membawa dua orang teman pria ke sini. dan kita hanya mengobrol bersama membicarakan masalah pekerjaan."
Miranda tampak sangat ragu sekali dengan ucapan Fabian, dan pun hanya terdiam kaku sambil memandangi wajah Fabian yang sedang berbicara dengan nya.