
Fabian terus memperhatikan Aliya yang berada di depan meja Miranda dan Irfan.
"Hai Om Irfan,"
Suara sapaan yang sangat lembut sekali di ucapkan oleh Aliya.
Seketika Irfan dan Miranda membalikkan wajah nya kepada sumber suara tersebut.
"Aliyaaaaaaa."
Teriak Miranda ketika melihat putri kesayangannya tersebut berada di hadapannya.
Melihat hal tersebut Fabian langsung menghampiri Aliya.
"Aliya lebih baik kita pulang saja yaa."
Fabian memegang tangan Aliya tapi Aliya seketika melepas paksa genggam tangan tersebut.
"Aku boleh duduk bersama dengan kalian berdua."
__ADS_1
Aliya duduk berdampingan dengan Miranda dan Irfan, Fabian semakin tidak mengerti apa yang akan di lakukan oleh Aliya.
Irfan terlihat sangat malu sekali ketika dia bersama dengan Ibu dan anak yang berkumpul di Restoran nya.
"Mama jangan banyak bicara yaa, Mama cukup mendengarkan saja perkataan ku ini."
Miranda mulai terbawa emosional dengan sikap Aliya, dia mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan nya.
"Om Irfan, hari ini adalah hari kelulusan sekolah kuu loh. Semua orang tua teman-teman ku datang untuk menghadiri hari kelulusan sekolah anak-anak nya, dan Om Irfan tahu aku mendapatkan nilai terbaik di sekolah ku. Dan aku sangat beruntung sekali di hari tersebut ada seseorang yang mengantikan sosok kehadiran orang tua ku dia adalah Kak Fabian."
Miranda seakan di permalukan oleh anak nya sendiri di depan Irfan, Irfan langsung melirikan mata kepada Miranda.
Fabian terbawa emosional ketika Miranda berkata seperti itu kepada Aliya.
"Miranda kamu malu ketika Aliyaa bercerita kepada Irfan, harusnya kamu malu tidak pernah memperhatikan putri kamu sendiri. Dia tidak mau memberitahu kamu karena dia tahu kamu yang tidak peduli dengan dia. Dan di mana rasa bangga kamu menjadi orang tua ketika Aliya menjadi anak yang sangat berprestasi di sekolah nya, semua orang bertepuk tangan ketika mendengar perkataan tersebut dan semua orang yang ada di sekolah itu sangat bangga sekali lagi Aliyaa."
Miranda seketika terdiam mendengar perkataan dari Fabian dia mulai merasakan kesalahan nya.
"Aliya selamat yaa, kamu anak yang cantik dan sangat pintar sekali Om Irfan sangat bangga dengan kesuksesan kamu ini."
__ADS_1
Aliya tersenyum tipis sambil menahan air mata nya, dia yang awalnya sedih karena ketidakpedulian Mama nya sekarang dia harus menerima kenyataan bahwa seseorang yang di cinta ternyata sedang bersama dengan Mama kandung nya.
Aliya pun langsung berdiri dari tempat duduk nya, dia tersenyum manis dan berpamitan pulang.
"Mama, Om Irfan. Aku pulang dulu yaa maaf kedatangan ku ke sini mengganggu waktu kebersamaan kalian berdua."
Aliya langsung berlari pergi dan Fabian tidak tinggal diam dia langsung menyusul Aliya dan meletakkan bucket bunga mawar merah di meja tersebut.
Miranda hanya terdiam mengingat perkataan Fabian dia pun langsung menangis histeris di meja makan tersebut.
Irfan langsung membawa nya ke ruangan kerja nya, semua mata tertuju kepada Miranda.
Aliya terus berlari dan berteriak sekuat tenaga nya, Fabian mencoba untuk menenangkan diri nya.
"Aliya sayaaaaang kamu harus tenang yaa sayaaaaang tenang."
Fabian memeluk erat tubuh Aliya yang tiada henti nya dia menangis kencang.
"Kenapa Mama jahat sekali Kak, perlakuan dia yang tidak peduli dengan aku dan sekarang dia merebut seseorang yang aku cinta."
__ADS_1