
Aliya masuk ke dalam mobil yang biasa dia pakai bersama dengan supir pribadi nya yang dulu, Aliya terlihat melamun di perjalanan dia seperti sekarang memikirkan sesuatu.
"Nona Aliya bagaimana kalau sekarang kita pergi ke Restoran nya Pak Irfan saja, supaya pikiran Non Aliya lebih segar."
Supir pribadi Aliya sudah tau semuanya sekarang, dia memikirkan bagaimana jika Aliya tahu Miranda bertemu dengan Irfan.
"Hmmmmmm, iya Pak kalau aku terus di ikutin Ka Fabian aku nggak bisa ketemuan sama Om Irfan. Nanti dia bisa laporan sama Mama."
Aliya terlihat sangat sedih sekali dia hanya percaya berbicara dengan supir pribadi nya.
"Yasudah Pak, kita ke restoran nya Om Irfan dulu aja yaa. Nggak usah turun kita liat dari jendela mobil saja."
Supir pribadi Aliya mengikuti perintah Aliya, dia langsung melanjutkan perjalanan nya ke Restoran tersebut.
Aliya melihat Om Irfan dari kejauhan dia yang duduk di depan pintu masuk ke Restoran, Aliya hanya bisa tersenyum dari kejauhan sambil memandangi wajah nya.
Irfan melihat jika itu seperti mobil mirip dengan Aliya, dia beranjak dari tempat duduk nya dan ingin menghampiri Aliya. Tapi Aliya meminta langsung menjalankan mobilnya kepada supir pribadi nya.
__ADS_1
"Pak ayo kita berangkat, Om Irfan lihat aku sekarang aku nggak mau berlama-lama nanti Mama banyak nanya."
Supir pribadi Aliya mengikuti perintah Aliya, dia langsung melaju ke rumah nya.
"Di percepat aja yaa pasti Mama udah sampai di rumah."
Aliya merasa sedikit lega ketika sudah bisa melihat wajah Om Irfan.
"Ahhhhhhh, aku jadi sedih kan kapan lagi aku bisa ketemu sama Om Irfan kan."
Ekspresi wajah Aliya membuat supir pribadi nya pun ikut sedih, dia berpikir jika Miranda mempunyai niat untuk bisa menjodohkan Aliya dengan Fabian.
Dan ternyata Miranda belum juga sampai ke rumah, pelayan Aliya langsung mengambil barang-barang Aliya karena mereka sudah bisa menebak kepribadian Aliya.
Di saat dia sedang sedih lebih baik tidak di tanya sama sekali dan menjawab pertanyaan jika Aliya yang bertanya duluan.
Aliya langsung masuk ke dalam kamar nya, dia menganti baju seragam sekolah nya.
Aliya memilih duduk di kursi taman yang ada di rumah nya.
__ADS_1
Para pelayan yang ada di rumah nya, hanya memperhatikan Aliya dari jarak jauh saja. Mereka tidak berani untuk menghampiri Aliya.
"Pergi ke mana dulu Mama yaa, apa dia sedang bersama dengan Ka Fabian. Hmmmmmmm aku nggak ngerti kenapa Mama lebih memilih dia untuk jadi asisten pribadi nya."
Aliya terus memasang wajah yang sangat sedih sekali, sampai akhirnya dia memilih untuk pergi kembali ke dalam kamar nya.
Aliya terlihat tidak bersemangat sekali, dia mencoba untuk menenangkan pikiran dengan membaca buku pelajaran jadwal ujian sekolah nya besok tapi dia malah di buat sangat emosi.
"Hahhhhh, kenapa sih aku tadi harus ikuti Mama segala. Kenapa tadi aku nggak langsung aja pulang ke rumah mungkin aku nggak bakalan se kesal ini."
Aliya mengambil handphone nya dan ternyata ada pesan untuk dirinya, Aliya membuka pesan tersebut ternyata dari Om Irfan.
"Om Irfan, ada apa di kirim pesan yaa."
Aliya langsung membuka pesan tersebut.
*Aliya, tadi Om lihat mobil kamu di depan restoran Om. Apa iya itu kamu Al kalau iya kenapa langsung pergi.*
__ADS_1
Aliya hanya terdiam dia tidak tahu harus membalas apa.