Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (17)


__ADS_3

Miranda memilih untuk menenangkan pikiran nya di Apartemen nya, dia tidak mau untuk langsung pulang karena takut melampiaskan kekesalannya terhadap putri nya.


"Aku harus menenangkan pikiran ku di sini, ahhhhh Fabian."


Miranda membereskan Apartemen, dia masih tidak menyangka jika Fabian bisa seperti ini. Miranda ingin mengakhiri hubungan dengan Fabian jika sikap terus seperti ini.


Miranda memilih untuk pergi beristirahat dengan pikiran yang penuh dengan rasa kekecewaan nya.


"Aku harus memaksa diri untuk istrirahat karena besok adalah hari libur, Aku akan mengajak Aliya pergi untuk berlibur."


Miranda memaksa diri nya untuk segera tidur.


***


Keesokan harinya Aliya bangun lebih awal dari dia langsung turun untuk sarapan pagi.


"Selamat pagi semua nya, aku ingin sarapan sekarang juga yaa."


Pelayanan menyiapkan Aliya makanan untuk sarapan pagi nya.


"Mbak, Mama semalam pulang nggak ? hari harus nya Mama liburkan yaa."


Pelayanan tersebut tidak berani memberitahu Aliya jika Mama nya tidak pulang, dia sangat takut Aliya menjadi kecewa dengan Mama nya.

__ADS_1


Ketika pelayanan itu hendak menjawab pertanyaan dari Aliya, tiba-tiba Mama Miranda pun datang.


"Selamat pagi sayang, wahhh putri Mama bagun pagi di hari libur dah hebatnya udah sarapan pagi."


Aliya hanya tersenyum kepada Mama nya.


"Sayang selesai sarapan Mama mau ajak kamu liburan gimana sayaaaaang,? kamu mau kan."


Aliya pun mulai berpikir karena dia sekarang yang sedang kasmaran pun lebih memilih untuk pergi ke salon kecantikan, karena Aliya ingin terlihat cantik ketika bertemu kembali dengan Om Irfan.


"Mam, aku nggak mau liburan Mam tapi aku mau Mama bawa aku ke salon kecantikan langganan Mama gimana Mam,?"


Miranda di buat terkejut dengan permintaan putri nya tersebut, Aliya yang terkesan cuek dengan penampilan sekarang tiba-tiba menjadi anak yang sangat memperhatikan penampilan nya.


Miranda langsung tersenyum mendengar perkataan putri kecilnya yang sekarang sudah beranjak dewasa.


"Baiklah, sekarang kita habiskan dulu yaa sarapan kita dan langsung kita berangkat ke salon."


Mereka pun menikmati sarapan pagi dengan penuh cinta, Miranda seketika melupakan kejadian semalam di Apartemen nya.


Miranda pun berniat untuk tidak bertemu dengan Fabian terlebih dahulu.


Selesai sarapan Aliya langsung bersemangat untuk pergi ke salon kecantikan dan perawatan bersama dengan Mama nya.

__ADS_1


Aliya langsung membayangkan wajah tampan Om Irfan jika melihat wajah nya yang cantik dan terawat dan berharap Om Irfan bisa punya perasaan yang sama dengan dia.


Di perjalanan Aliya hanya fokus terhadap handphone nya, dia terus memandangi handphone dengan penuh senyuman.


Miranda yang melihat perubahan tingkah laku Aliya pun langsung menanyakan seseorang yang di sukai oleh Aliya.


"Dia sekolah di mana sayang,? nanti kita habis dari salon langsung ketemu aja. Mama penasaran pengen ketemu."


Aliya seketika terdiam ketika Mama nya menanyakan sekolah di mana, Aliya tidak mungkin langsung memberitahukan kepada Mama jika sosok lelaki yang dia sukai hampir seumuran dengan Mama nya.


"Hmmmmm, dia pasti sibuk Mam jadi nggak usah ketemu aja kasihan."


Aliya sangat ketakutan sekali jika Mama lebih banyak menayakan tentang Om Irfan.


"Udah yaa Mam jangan banyak nanya terus lagian aku sama dia baru perkenalkan saja belum sampai pacaran."


Miranda tersenyum sambil membelai rambut panjang Aliya.


"Yang pasti dia harus lelaki yang baik-baik dan bertanggung jawab sama kamu, dan bisa membuat kamu lebih berprestasi lagi di sekolah."


Mereka pun sampai di depan salon kecantikan langganan Mama nya, Aliya pun langsung bergegas turun terlebih dahulu.


Aliya Mutiara.

__ADS_1



__ADS_2