
Aliya berjalan menuju ke kamar nya dia melihat pintu kamar Mama nya yang tertutup rapat.
"Seperti nya sedang istirahat yasudah lah aku masuk ke dalam kamar saja."
Aliya membereskan barang-barang yang ada di meja belajar nya, dia pun duduk membuka laptop nya untuk mencari informasi tentang beasiswa.
"Aku harus membuka email yang masuk siapa tahu sudah ada informasi aku lulus beasiswa."
Aliya mencoba membuka laptop nya dan ternyata belum juga ada informasi untuk nya.
"Belum ada ternyata hmmmmmm seperti nya aku harus lebih bersabar menunggu nya."
Aliya menutup kembali laptop nya dia pun langsung mengambil handphone nya.
"Siska udah sampai rumah belum yah,? hmmmmm aku kangen banget bisa jalan bareng sama dia lagi sebelum kita di sibukkan dengan dunia perkuliahan."
Aliya pun memilih untuk mengirimkan pesan kepada Siska.
*Sis, kamu udah sampai belum di rumah. Besok bagaimana kalau kita pergi main menghilangkan rasa bosan aku di rumah.*
Siska yang masih bersama dengan Fabian dan Irfan pun terpaksa harus berbohong dengan Aliyaa.
"Aliya, mengirimkan pesan dia bilang aku udah sampai atau belum dan dia juga mengajak untuk main bersama."
__ADS_1
...*Aku sudah sampai rumah, oke besok kita pergi yah.*...
Siska pun langsung berdiri dari tempat duduk nya, dia meminta Fabian untuk mengantarkan dia pulang.
"Kak Bian, ayo aku mau pulang sekarang. Tanggung jawab ya antar aku pulang sampai depan rumah."
Fabian pun tersenyum dan menarik tangan Siska.
"Ayooooo kita pulang sekarang."
Mereka pergi tampa berpamitan dengan Irfan.
"Dasar anak muda yang sedang kasmaran."
"Kak jangan pegang kaya gini nanti di sangka kita pacaran lagi ihhhhh, ada yang laporan sama Aliyaa."
Fabian pun langsung melepaskan tangan nya.
"Jangan sampai ada penghianatan cinta di persahabatan, Kak Bian juga belum bisa ngomong jujur sama Aliyaa dan belum tentu juga Aliyaa mau menerima."
Fabian pun langsung merasa sangat sedih sekali.
"Kaaaa, jangan kaya gitu dong positif pasti di terima. Kalau sampai kalian pacaran aku pasti senang banget."
__ADS_1
Siska memberikan semangat untuk Fabian dan mereka pun langsung masuk ke dalam mobil.
Siska semakin penasaran sekali kenapa Fabian bisa mau jadi simpanan tante-tante padahal dia itu ganteng dan seperti nya bukan dari keluarga yang sederhana.
"Kaaaa, boleh aku tau kenapa Kakak sih kok mau gitu jadi simpanan tante-tante sedangkan Kakak tuh aku liat bukan dari keluarga sederhana kan."
Fabian melirikan mata nya kepada Aliyaa dia sudah menduga jika Siska pasti menanyakan hal tersebut.
Siska pun merasa jika pertanyaan nya terlalu bersifat pribadi sekali.
"Hmmmmmm, Kak Fabian maafkan yaa aku terlalu banyak tanya-tanya yah. Maafkan yaa Kak gausah di jawab aja hehe."
Fabian pun langsung tersenyum ketika mendengar perkataan dari Siska.
Dan akhirnya sampai juga di depan gerbang rumah Siska.
"Nanti Kakak akan ceritakan semuanya sama kamu, sekarang kamu pulang dan jangan lupa makan karena tadi kita hanya fokus bercerita bukan makan di restoran."
Siska pun merasa jika Fabian memang lelaki yang baik dan penuh perhatian sekali Siska yakin jika Fabian adalah lelaki yang terbaik untuk Aliyaa
"Terimakasih banyak ya kak atas perhatiannya, aku masuk ke dalam rumah dulu yah."
Siska pun langsung masuk ke dalam rumah nya dan Fabian melambaikan tangan nya kepada Siska sambil tersenyum manis.
__ADS_1