
Sesampainya di hotel Miranda hanya membawa satu kunci saja dan Fabian yang sedang duduk langsung menghampiri Miranda.
"Kenapa hanya ada satu kunci hotel saja, lalu yang aku mana ????. Apa kamu hanya memesan untuk diri kamu sendiri saja."
Fabian terlihat sangat emosional dan Miranda pun mencoba untuk menjelaskan nya.
"Begini Fabian, semua hotel sudah sangat penuh sekali. Jadi hanya tersisa satu kamar saja untuk kita berdua pakai."
Merasa tidak percaya dengan perkataan Miranda, Fabian langsung menghampiri sendiri dan menanyakan langsung.
Ternyata benar saja hanya tersisa satu saja tidak ada lagi kamar yang kosong.
Miranda tersenyum puas sekali akhirnya dia bisa bersama dengan Fabian kembali.
Fabian tidak bisa lagi mencari penginapan karena hari sudah larut malam dan hotel ini dekat dengan lokasi proyek pekerjaan mereka.
Fabian menghampiri Miranda dia dengan terpaksa mengambil kunci tersebut di tangan Miranda.
Fabian meninggalkan barang-barang bawaan nya yang terpaksa harus di bawa oleh Miranda.
Miranda memilih kamar yang spesial sekali dia memilih kamar dengan nuansa yang sangat cantik sekali.
Miranda memilih kamar untuk di gunakan sebagai honeymoon.
Ketika Fabian membuka pintu kamar tersebut dia melihat kamar yang sangat indah sekali.
Dengan taburan bunga-bunga di atas kasur yang sudah di hiasi dengan lilin-lilin kecil di bawah nya.
"Apa yang ada di pikiran Tante-tante itu, dia pikir kita akan melakukan honeymoon. Astaga Aliyaaaaaaa kenapa Mama muu seperti ini kelakuan nya hah."
Fabian melihat ada sofa di dekat jendela, Fabian pun tersenyum dia bisa tidur nyenyak di sana.
Miranda yang merasa sangat kelelahan sekali dia melihat Fabian yang sedang tertidur di sofa.
"Heuhhh, kenapa harus ada sofa di dalam kamar ini."
__ADS_1
Miranda memasukkan koper milik nya dan juga milik Fabian.
"Tolong sekalian bereskan baju-baju yang berada di dalam koper masukkan ke dalam lemari yaa, ayo kamu harus lebih rajin dari Aliyaa Mutiara."
Miranda yang sudah merasa sangat kelelahan sekali pun langsung mengikuti apa yang di perintahkan oleh Fabian.
Dia harus membuktikan kepada Fabian jika dia juga bisa lebih baik dari Fabian.
Fabian memperhatikan Miranda yang sedang membereskan barang-barang nya.
Fabian pun pergi untuk mandi setelah mandi Fabian melemparkan handuk basah nya di atas kasur dan membuat Miranda sangat emosional sekali dengan sikap Fabian.
"Kenapa kamu melemparkan handuk basah yang sudah kamu pakai, itu bisa membuat sprei nya menjadi basah."
Fabian tersenyum manis sambil memainkan handphone nya.
"Aku lupa itu sudah menjadi kebiasaan kuu jika sedang di rumah dan Aliyaa yang selalu membereskan nya."
Miranda yang baru saja selesai merapikan pakaian milik nya dan Fabian mengambil handuk basah tersebut dan di simpan kembali ke kamar mandi.
"Miranda kamu harus tenang yaa kamu harus sabar menghadapi semua ini, ingat hanya dengan waktu tiga hari saja kamu bisa bersama dengan Fabian dalam satu kamar dan kamu harus memanfaatkan semua nya."
Miranda yang merasa sangat kelelahan sekali dia hendak untuk membaringkan tubuh nya untuk bisa beristirahat di kasur yang sudah di siapkan oleh nya.
"Miranda bisa kah kamu membuat aku segelas Coffe panas atau Coklat panas, aku merasa butuh minuman untuk menghangatkan tubuh kuu ini."
Miranda yang tampa bicara sedikit pun langsung pergi untuk membuat minuman hangat untuk Fabian.
"Apakah seperti ini yang di lakukan oleh seseorang suami kepada seorang istri nya, dia harus menahan rasa lelah nya dan harus selalu mengikuti semua permintaan nya. Yaa Tuhan aku tidak kuat jika harus melakukan ini semua nya setiap hari."
Selesai membuat kan Coffe panas untuk Fabian, Miranda pun langsung berkata kepada Fabian.
"Sudah tidak ada lagi kan yang harus aku lakukan dan kerja kan, aku sungguh sangat lelah sekali Fabian aku harus beristirahat besok aku harus tampil sempurna agar bisa mendapatkan apa yang aku inginkan proyek besar yang berpengaruh besar terhadap perusahaan kita."
Fabian pun tersenyum ketika melihat wajah Miranda yang lelah dan menahan rasa kesalnya kepada dirinya.
__ADS_1
"Baiklah, silahkan kamu beristirahat di kasur yang penuh dengan bunga-bunga indah itu."
Miranda yang membayang malam yang panjang romantis bersama dengan Fabian pun semua nya hilang sudah.
Miranda langsung menarik selimut sampai menutupi wajah nya.
Melihat Miranda yang mulai kesal dengan sikap nya, Fabian semakin mengetahui jika Miranda tidak seperti Aliyaa.
Miranda tidak bisa melayani suami nya dengan baik jika kelak dia mempunyai seorang suami yang akan tergantung pada pegawai atau pelayan nya bukan dengan dia.
"Semoga malam muu indah Miranda dan hipertensi kamu tidak kambuh malam ini karena menahan rasa kesal dan kecapean."
Fabian memandangi foto Aliyaa dia tersenyum manis sambil mencium foto Aliyaa yang di jadikan wallpaper di handphone nya.
Miranda yang berpura-pura tidur pun melihat apa yang sedang di lakukan oleh Fabian kepada foto Aliyaa.
Emosi Miranda pun semakin meningkat tapi dia juga mencoba untuk menahan rasa cemburu yang bercampur dengan emosi.
Fabian pun berniat untuk menghubungi Aliyaa dia memilih untuk pergi ke luar kamar.
Miranda langsung terbangun ketika melihat Fabian yang memilih untuk keluar dari kamar nya.
"Dia pergi ke luar dia tidak minum sedikit pun Coffe panas yang aku buat, Yaa Tuhan aku harus bagaimana lagi kepada sikap Fabian menjadi berubah seperti ini sih. Apakah sikap ini juga yang di lakukan kepada Aliyaa dan Aliyaa bisa sesabar itu dengan Fabian."
Miranda memilih untuk meminum Coffe panas yang dia buat dan ternyata rasa nya sangat aneh sekali.
"Kenapa Coffe panas ini rasa nya sangat pahit sekali yaa, padahal aku tidak lupa memberikan gula ke dalam nya tapi kenapa rasa nya sangat pahit sekali yaa. Hahhhhh beruntung sekali Fabian belum meminum nya."
Miranda pun berlari membawa Coffe buatan nya tersebut dan membuang nya mengganti dengan Coffe panas yang baru.
Miranda sampai mengeluarkan handphone nya hanya untuk melihat tutorial cara membuat Coffe panas yang benar.
Miranda begitu sangat fokus sekali sampai air panas mengenai tangan nya.
"Aaahhhhhh, panas sekali. hanya karena ingin membuat Coffe yang benar tangan ku sampai terkena air panas sakit sekali ahhhhhhhh. Menyebalkan sekali sih hanya untuk membuat satu gelas Coffe panas saja aku harus seperti ini hih."
__ADS_1
Miranda pun merasa sangat kesal sekali dia yang sudah membuang Coffe panas tersebut memilih untuk langsung tidur saja sebelum Fabian datang ke hotel.