
Siska berlari untuk memanggil supir pribadi Aliya agar bisa membantu Aliya berjalan.
Tapi di sisi lain Aliya seperti memanfaatkan kesempatan itu untuk bisa memandangi wajah tampan Om Irfan.
"Kamu masih sekolah,?"
Tanya Irfan pada Aliya yang terus memandangi nya.
"Iyaa, aku masih sekolah tapi sebentar lagi aku lulus dan kuliah."
Jawab Aliya sambil tersenyum manis, tidak lama kemudian pun datang Siska bersama dengan supir pribadi Aliya.
"Astaga, nona Aliya kenapa,?"
Supir itu langsung menghampiri Aliya dan membuat Aliya sedikit kesal.
"Bapak ngapain sih ke sini,? ganguin aja deh ahhh."
Siska pun langsung menghampiri Aliya.
"Aku yang nyuruh supir kamu ke sini supaya bisa ngebantuin kamu buat pulang."
Aliya terlihat sangat emosional dengan Siska dia pun langsung memasang wajah cemberut.
__ADS_1
Dan supir tersebut langsung membantu Aliya untuk bangun dan berdiri.
"Sudah pak terima kasih bisa sama saya sendiri."
Ucap supir tersebut kepada Irfan, Aliya sangat berat karena kapan lagi di bisa bertemu dengan Om Irfan.
"Om kalau kirim pesan langsung balas yaa,"
Ucap Aliya sambil tersenyum manis kepada Irfan.
"Iyaa nanti saya balas ko, tenang saja yaa,"
Aliya pun langsung tersenyum puas setelah mendengar perkataan itu dari mulut Om Irfan.
Siska masih tidak habis pikir dengan Aliya, dia mencintai lelaki yang mungkin seumuran dengan Papa nya dan lebih pantas menjadi Suami dari Mama nya.
Aliya menatap sinis Siska, dia seakan tidak peduli dengan ucapan sahabat nya itu.
"Nih yaa Siska cinta itu nggak pandang umur, dan kalau pun dia bisa jadi jodoh aku dia juga bisa jadi penjaga aku juga kan."
Siska hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat sahabatnya dengan kasmaran dengan om-om.
Dan bahkan Siska pun langsung berpikir jika Om Irfan bertemu dengan Tante Miranda mungkin dia langsung jatuh cinta dengan Tante Miranda bukan dengan anaknya.
__ADS_1
Aliya langsung masuk ke dalam mobil pribadi nya, bersama dengan Siska di samping nya mereka duduk di kursi belakang.
"Non, nanti Kalau Bu Miranda bertanya kaki non kenapa saya harus jawab apa non, Bu Miranda pasti marah besar sama saya nggak bisa menjaga Nona Aliya."
Aliya pun langsung terdiam dia pun binggung harus berkata apa dengan Mama nya.
"Bilang aja pak nona Aliya jatuh cinta,"
Siska langsung tertawa sambil melihat wajah Aliya yang kebingungan itu.
"Apasih kamu Siska yang ada Mama pikir aku ini pacaran sama temen sekolah coba, dia jangan dulu sampai tahu aku lagi deket sama Om Irfan kita kan belum pacaran."
Siska langsung memalingkan wajahnya seakan muak dengan Aliya yang begitu sangat menggilai Om Irfan.
"Heh Aliya gimana coba kalau Om Irfan itu udah punya keluarga, anak dan istri dan kamu jadi pelakor di rumah tangga nya. Astaga jangan seperti itu."
Aliya pun langsung mengingat perkataan salah satu pegawai restoran tersebut.
"Kata pegawai nya juga dia masih sendiri ko, dia nggak punya pacar dan juga belum menikah yaa mungkin jodoh itu yaa akuu. Aliya Mutiara."
Siska langsung meminta untuk turun dari mobil mewah Aliya karena sudah sampai di depan gerbang rumah nya.
"Aku pulang dulu ya Aliya, semoga kamu cepat sadar dengan impian kamu pacaran sama om-om."
__ADS_1
Siska pun langsung turun secepatnya dari mobil tersebut.
"Apasih Siska dia sirik aja sama aku, awas nanti suatu saat dia malah milih pacaran sama kakek-kakek, huh nyebelin banget."