
Aliya dan Siska pergi ke kampus bersama Aliyaa memegang handphone pemberian dari Rendy.
"Kamu mau apakan handphone itu,? apa mau kamu buang saja hahahaha."
Siska seperti menggoda Aliyaa yang masih saja belum bisa tersenyum manis.
"Aku akan memberikan nya kembali ke Rendy, tapi aku nggak tahu apa alasan nya."
Siska dan Aliyaa masuk ke dalam mobil dan menuju ke kampus nya.
"Yaa, kamu bilang aja sudah di belikan oleh Kak Bian. Sudah beres kan Al lagi pula Rendy kan kaya raya banget nggak akan rugi dia buat beli handphone, dia pasti mengerti Koo Al."
Aliya merasa tidak enak hati begini tapi dia juga tidak mau hubungan bermasalah hanya karena masalah handphone yang di berikan oleh Rendy.
"Iyaa Sis, aku akan mengatakan yang sejujurnya sama Rendy."
Siska pun tersenyum manis kepada Aliyaa dia harus bisa membuat teman nya itu selama semangat dalam menjalani kehidupan nya yang sangat berat sekali.
__ADS_1
"Kamu sekarang pulang lagi aja yaa ke rumah aku, aku hawatir kalau kamu itu sendiri di rumah itu. Kamu balik lagi kalau Kak Bian sudah pulang tugas dari luar kota."
Siska melakukan ini dia hawatir jika Rendy datang kembali ke rumah itu karena dia tahu kalau rumah itu kosong.
"Hmmmmm, seperti nya nggak deh Sis. Aku nggak enak sama Ibu kamu nanti dia kerepotan sekali dengan kehadiran aku di rumah kamu."
Aliya merasa tidak nyaman karena dia takut merepotkan keluarga Siska.
"Yasudah gimana kamu saja Aliyaa yaa, aku sih hanya hawatir saja kamu sendirian di rumah. Teruskan handphone kamu juga belum datang dari Kak Bian. Kamu bisa pake handphone aku dulu aja."
"Siska, aku pulang dulu yaa. Ada sesuatu yang aku lupa bawa nanti aku langsung pergi ke kelas."
Aliya langsung berlari meninggalkan Siska sedangkan dia tahu jika hari adalah jadwal kelas pagi untuk mereka berdua.
"Apasih yang di bawa Aliyaa, penasaran banget aku jadi nya. Apa ini cuman alesan Aliyaa untuk sesuatu hal yang tidak mau aku ketahui."
Siska pun memilih untuk langsung masuk ke dalam dan pergi ke kelas nya.
__ADS_1
"Aliya awas saja nanti kalau dia sampai telat masuk ke kelas nya, demi apa sih dia segala pulang dulu."
Aliya masuk ke dalam rumah nya, dia pergi ke kamar nya dan menyimpan handphone pemberian dari Rendy.
"Aku harus bertemu dengan Rendy nanti sore, tapi hanya aku dan Rendy saja. Aku tidak mau Siska ikut karena ucapan nya selalu saja negatif terhadap Rendy aku sangat tidak suka sekali."
Setelah menyimpan handphone pemberian dari Rendy, Aliyaa pun langsung bersiap-siap untuk pergi ke kampus nya.
Karena dia merasa takut kesiangan, Aliyaa terus saja berlari agar dirinya tidak telat masuk ke kelas.
Aliya terlihat sangat tergesah-gesah sekali, beruntung dia hanya telat dua menit dan langsung di persilahkan duduk oleh Dosen nya.
Aliya duduk berjauhan dengan Siska, dan Siska pun semakin mencurigai Aliyaa dari sikap nya.
Aliya walaupun dia banyak sekali masalah dalam hidup nya, dia tetap serius dalam belajar.
Dia adalah murid yang sangat cepat tanggap dan sangat pintar sekali.
__ADS_1