Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (235)


__ADS_3

Dokter Nadia bersiap untuk datang ke kantor Miranda, pagi-pagi sekali dia datang ke sana.


"Pemimpin yang baik pasti datang lebih awal, semoga saja Miranda sudah ada di kantor nya."


Dokter Nadia pun langsung masuk ke dalam mobil nya, dia menjalankan mesin mobil nya dan berharap agar Miranda mau menyetujui rencana nya.


"Miranda dia sangat bodoh sekali, mempunyai anak yang begitu sangat cantik sekali dan pintar dia abaikan. Mungkin dia ingin menghabiskan masa tua hanya dengan lelaki impian nya bukan dengan anak perempuan nya."


Dokter Nadia akhirnya sampai di depan gedung perusahaan Miranda, dia pun langsung masuk ke dalam dan menanyakan di mana ruangan Miranda.


Dokter Nadia pun masuk ke dalam ruangan yang ternyata masih sangat kosong sekali.


Dia menunggu kedatangan Miranda di dalam ruangan nya.


"Kenapa jam segini dia masih belum ada di ruangan nya, membuang waktu ku saja."


Dokter Nadia terus saja melihat jam di handphone nya, dia merasa sangat kesal sekali menunggu kedatangan Miranda.


Dan ketika Dokter Nadia berniat untuk pergi Miranda datang membuka pintu ruangan nya.

__ADS_1


Miranda sangat terkejut sekali ketika melihat kedatangan Dokter Nadia di kantor nya.


"Nadia, ada apa kamu menemui kuu ? kenapa kamu tidak membuat janji terlebih dahulu agar aku bisa datang lebih awal."


Miranda duduk di kursi yang berhadapan dengan Dokter Nadia.


"Miranda kedatangan kuu ke sini Ingin meminta ijin kepada kamu, aku ingin membawa Aliyaa ke rumah ku tinggal bersama dengan kuu dan aku akan menanggung semua biaya keperluan Aliyaa."


Miranda merasa sangat kaget mendengar perkataan Dokter Nadia.


"Atas dasar apa kamu melakukan ini semua, karena kamu kasihan kepada Aliyaa yang hanya mengandalkan uang beasiswa nya saja. Aku akan mulai memberikan fasilitas kembali kepada Aliyaa kamu berbicara seperti itu seperti aku yang tidak mampu untuk menghidupi Aliyaa."


"Miranda aku sayang kepada Aliyaa bukan kasihan kepada nya, dia sudah di rawat sampai tiga kali dan tidak ada sosok Mama kandung di samping nya sebagai penyemangat dia sembuh bukan untuk membuat nya semakin sakit."


Miranda tersenyum manis kepada Dokter Nadia.


"Aliya anak kandung kuu aku berhak melakukan apapun untuk dirinya, aku bukan tidak peduli kepada Aliya tapi aku hanya ingin Aliyaa menghargai dan mengikuti apa yang di katakan oleh orang tua nya."


Dokter Nadia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Miranda.

__ADS_1


"Sudahlah Miranda aku rasa kamu ingin menikmati masa tua dengan lelaki-lelaki tampan yang masih sangat segar bukan dengan anak kandung muu."


Miranda langsung berdiri dari tempat duduk nya dia merasa tidak terima dengan perkataan Dokter Nadia.


"Jaga ucapan kamu yaa Nadia, apa maksud kamu berkata seperti itu kepada kuu."


Miranda mulai terbawa emosional sekali dengan perkataan Dokter Nadia.


"Sudahlah Miranda aku tidak mau untuk menjelaskan secara rinci aku tidak banyak waktu luang, tapi aku mohon ijinkan Aliyaa untuk bisa tinggal bersama dengan kuu."


Dokter Nadia tersenyum manis sambil memandangi wajah Miranda.



Miranda hanya terdiam saja dia tidak mau menjawab perkataan dari Dokter Nadia.



Melihat Miranda yang hanya terdiam saja, Dokter Nadia memilih untuk pergi dari ruangan Miranda.

__ADS_1


Melihat Dokter Nadia pergi Miranda masih saja terdiam.


__ADS_2