
Keesokan harinya Miranda sudah ada di kantor ntah apa yang akan dia rencana kan sekarang yang pasti dia terlihat sangat cantik sekali.
Miranda selalu saja memperhatikan penampilan nya, dia melakukan ini semua hanya demi Fabian.
Fabian yang baru saja datang pun sempat terkejut ketika melihat penampilan Miranda.
Tapi Fabian langsung mengingat kembali Aliyaa dia pun mengabaikan Miranda dan memilih untuk langsung masuk ke ruangan nya.
"Fabian, dia sudah datang ternyata tapi kenapa dia bersikap biasa-biasa saja yaa. Apa dia tidak tergoda sedikit pun dengan kuu."
Miranda pun memilih untuk pergi menghampiri Fabian, dia basa-basi menayakan tentang Aliyaa.
Fabian pun langsung terkejut ketika melihat Miranda menghampiri nya, tapi Fabian tetap bersikap tenang.
Miranda duduk berhadapan dengan Fabian tapi Fabian tetap saja bersikap dingin dan tidak mau melihat Miranda.
"Fabian, bagaimana dengan kondisi Aliyaa sekarang ?. Apakah dengan beasiswa dia merasa sangat cukup dengan kehidupan nya sehari-hari."
Fabian mulai menatap wajah Miranda dia tersenyum ketika Miranda menanyakan tentang Aliyaa.
"Aliya sehat dia juga baik-baik saja dan masalah keperluan Aliyaa sehari-hari itu jadi tanggung jawab saya. Karena saya sekarang sudah mempunyai niat serius sekali dengan Aliyaa."
Ucapan Fabian langsung menusuk hati Miranda, Miranda merasa sangat sakit sekali mendengar perkataan Fabian yang akan menikah dengan Aliyaa.
Bell tanda mulai berkerja pun di mulai itu menjadi alasan Miranda untuk pergi ke ruangan nya.
"Waktu nya untuk berkerja, semangat berkarya yaa."
Miranda pun langsung pergi dari ruangan Fabian.
Dan Fabian pun merasa sangat lega sekali ketika dia sudah mengatakan kepada Miranda jika dia serius dengan Aliyaa.
"Semoga dia mengerti dan langsung melupakan cinta nya bahkan menghapus semua perasaan kepada kuu."
Miranda tiba-tiba keluar dari ruangan hal itu membuat Fabian curiga.
"Kenapa dia tiba-tiba pergi seperti itu, pasti ada sesuatu yang dia rencanakan. Aliya harus hati-hati."
Fabian mengeluarkan handphone dia mengirimkan pesan kepada Aliyaa.
*Aliya, kamu harus hati-hati yaa. Ada sikap mencurigakan dari Mama kamu.*
__ADS_1
Aliya yang sedang di kampus bersama dengan Siska pun langsung membaca pesan dari Fabian.
*Baik Kaa aku akan berhati-hati Koo, terimakasih banyak atas informasinya.*
Fabian merasa sangat tenang ketika Aliyaa sedang bersama dengan Siska.
"Aliya harus terus bersama dengan Siska, apa yang akan di lakukan Miranda. Apakah Miranda akan mencabut beasiswa Aliyaa, jika hal tersebut terjadi lihat saja Miranda kamu akan mendapatkan balasan nya."
Miranda pergi ke toilet dia mencoba untuk menghubungi Rendy tapi panggilan telephone tidak di angkat terus.
"Astaga, kenapa dia tidak menjawab panggilan telephone kuu sihhh. Padahal ini sangat penting sekali, Randy harus segera bertemu dengan Aliyaa mengambil hati Aliyaa."
Karena tidak mendapatkan jawaban dari panggilan telephone nya, Miranda memilih untuk kembali ke ruangan.
Fabian memperhatikan wajah Miranda yang terlihat sangat kesal sekali.
"Seperti nya dia sedang menghubungi seseorang."
Fabian mengabaikan Miranda dia mulai fokus kembali dengan pekerjaan nya.
Miranda terus saja memikirkan bagaimana cara nya, supaya Rendy bisa bertemu dengan Fabian tampa sepengetahuan Fabian.
"Bagaimana yaa cara nya, karena bukan hal yang mudah untuk bisa mengambil hati Aliya."
Di saat Miranda sedang melamun dan pikiran sedang bercabang-cabang.
"Seperti nya, dia itu brondong nya baru Buu Miranda dia sudah bosan dengan Fabian sekarang berpindah hati sama brondong yang lain."
Randy pun menuju ke ruangan Miranda dan Fabian sendiri pun melihat jelas wajah lelaki tersebut.
"Siapa lelaki itu ohhh dia masuk ke dalam ruangan Miranda."
Fabian pun terus saja memperhatikan lelaki tersebut.
Randy yang mengetuk pintu ruangan Miranda berkali-kali pun mengabaikan suara ketukan pintu tersebut.
Miranda yang terus saja melamun memikirkan Aliyaa dan Fabian.
Randy yang melihat Miranda sedang melamun karena ruangan kaca nya.
Randy pun langsung masuk dan duduk di kursi saling berhadapan dengan Miranda.
Seketika Miranda pun langsung terkejut melihat kedatangan Randy di kantor nya.
__ADS_1
"Astaga Randy kamu kamu kenapa ada di ruangan Tante."
Miranda pun langsung berdiri dari tempat duduk nya dan dia sedikit panik ketika Randy datang ke kantor nya.
Miranda pun memperhatikan Fabian yang ternyata sedang serius sekali berkerja.
"Kedatangan saya ke sini karena tadi saya tidak sempat menjawab panggilan telephone dari Tante dan saya memutuskan untuk langsung saja pergi ke perusahaan tante."
Pandangan Miranda terus saja memandangi Fabian dia tidak mau Fabian melihat kedatangan Randy.
"Randy lebih baik sekarang kita keluar dari ruangan ini kita bicarakan semuanya di kantin perusahaan saja yaa."
Miranda terlihat sedikit memaksa Randy untuk keluar dari ruangan dia menarik tangan Randy keluar dari ruangan dengan tatapan yang terfokus pada Fabian.
Fabian yang sebenarnya mengetahui jika Miranda memperhatikan nya, dia berpura-pura sedang fokus dengan laptop yang ada di hadapannya.
Miranda dan Randy pun pergi dengan tangan Miranda yang tetap memegang tangan Randy.
Miranda tidak menyadari hal tersebut pandangan mata para pegawai nya terfokus pada tangan Miranda.
"Tante Miranda maaf ini tangan Tante tadi banyak yang terfokus pada tangan Tante Miranda."
Miranda pun langsung melepaskan tangan nya yang memegang tangan Randy.
"Astagaaaa, Maafkan Tante yaa Randy beneran Tante nggak sadar megang tangan kamu seperti itu."
Miranda pun di buat sangat malu sekali dengan apa yang sudah dia lakukan.
Mereka pun duduk di kantin dan Miranda pun mulai pada inti pembicaraan nya.
"Begini yaa Randy kamu harus secepatnya datang ke kampus Aliyaa, kamu secepatnya mengambil hati Aliyaa buat dia jatuh cinta sama kamu. Walaupun pasti itu tidak mudah tapi kamu harus tetap berjuang. Kamu bisa datang di saat jam Aliyaa sedang di kampus nanti Tante cari tahu tentang jadwal kuliah Aliyaa."
Randy pun menyetujui permintaan dari Miranda.
"Baiklah Tante kalau itu hal yang mau Tante sampai kan aku sisp melakukan nya, dan seperti nya sekarang saya pamit pergi kembali ke kantor yaa Tante Miranda."
Randy langsung memilih untuk pergi dan kembali ke kantor nya.
"Semoga saja Fabian tidak melihat apa yang sudah aku lakukan kepada Randy."
Miranda pun kembali masuk ke ruangan nya dia mencoba untuk bersikap untuk tenang ketika di perhatikan oleh para pegawai nys.
Fabian langsung tersenyum melihat kedatangan Miranda.
Fabian pun memberikan tugas-tugas nya kepada Miranda.
__ADS_1
"Ini tugas kantor nya sudah selesai di kerjakan."
Miranda pun langsung mengambil nya.