Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (32)


__ADS_3

Aliya sangat menikmati sekali ketika dia bisa bersama dengan Om Irfan, pikiran nya Om Irfan mempunyai perasaan yang sama terhadap nya tapi tidak untuk Om Irfan sendiri dia malah menyimpan perasaan kepada Mama nya.


"Oke Aliya, apa kamu sudah puas menikmati makanan yang di hidangkan. Seperti nya kita harus segera pulang karena Mama kamu pasti sangat hawatir sekali dengan kamu."


Aliya hanya tersenyum saja padahal dalam hati kecil nya dia masih ingin berlangganan bersama dengan Om Irfan tapi dia pun tidak bisa menolak karena takut Mama nya hawatir terhadap nya.


Aliya tidak melihat barang-barang yang Om Irfan beli, tangan nya kosong dan mengengam tangan Aliya.


Mereka langsung masuk ke dalam mobil, tapi Aliya masih berpikir dengan barang-barang yang sudah mereka beli bersama. Tapi seketika Aliya pun langsung berpikir jika barang tersebut sudah di berikan kepada perempuan yang di maksud.


Aliya hanya menundukkan kepalanya, dia tidak berani memandangin wajah Om Irfan. Jantung nya berdegup kencang jika dia melihat ketampanan wajah Om Irfan.


"Aliya, seperti nya supir pribadi kamu menunggu kita terlalu lama sekali sampai membuat nya ketiduran seperti itu."


Aliya sampai di restoran milik Om Irfan, dan ternyata benar saja supir pribadi nya tertidur pulas.


"Lebih baik aku menunggu sampai bangun saja deh, karena kasihan sekali seperti nya sangat cape."


Irfan langsung tersenyum mendengar perkataan Aliya yang sangat peka dan peduli sekali.

__ADS_1


"Yasudah Om temani kamu di sini yaa, sampai supir pribadi kamu bangun."


Aliya duduk berdampingan bersama dengan Om Irfan seketika dirinya pun ingin bertanya hal yang bersifat pribadi.


"Oh iya Om, boleh aku bertanya tapi bersipat pribadi sekali nggak ?"


Irfan langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Hmmmmm, boleh tau cerita cinta pertama Om Irfan dengan siapa."


Aliya seperti ketakutan ketika memberi pertanyaan itu.


Aliya terkejut dengan cerita singkat itu dia pun melihat raut wajah kesedihan ketika Om Irfan menceritakan nya.


"Sekarang mungkin dia sudah bahagia bersama dengan lelaki itu, dan mereka pun langsung pergi ke Singapura untuk menikah dan tinggal di sana."


Irfan tersenyum manis kepada Aliya dan mengusap rambut panjang nya.


Tak lama kemudian supir pribadi Aliya terbangun dan melihat Aliya sudah ada di depan nya.

__ADS_1


"Astaga maaf kan saya Nona Aliya saya ketiduran tadi."


Supir pribadi nya menundukan kepalanya dia hadapan Aliya.


"Nggak apa-apa kok Pak tenang aja dari pada aku bangun in nantinya Bapak di jalan nganttuk itu kan jauh lebih bahaya."


Aliya berpamitan untuk pergi pulang dan berjalan menuju ke mobil nya, ketika masuk ke dalam mobil Aliya melambaikan tangan nya sambil tersenyum manis kepada Om Irfan.


"Hati-hati yaa Aliyaaaaaaa."


Teriak Om Irfan memanggil nama Aliya.


"Iyaaaaaaaaaaaa."


Aliya membalas teriakan dengan sangat semangat sekali.


Supir pribadi nya melihat Aliya yang begitu sangat bahagia sekali bisa menghabiskan waktu nya bersama lelaki yang dia kagumi.


"Pak, aku mohon yaa rahasia kan ini semua nya dari Mama. Jangan sampai Mama tahu tentang apa yang terjadi di malam ini."

__ADS_1


Supir pribadi tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya.


__ADS_2