
Miranda memulai pekerjaan nya dia pun terlihat sangat fokus sekali dengan pekerjaan nya tersebut.
Dan tiba-tiba saja dia mendapatkan informasi yang diadakan jika besok dia harus bertugas di luar kota.
Miranda harus pergi bersama dengan Fabian karena Fabian merupakan asisten pribadi nya.
Membaca informasi tersebut Miranda pun langsung tersenyum manis.
Dia langsung pergi ke ruangan nya dan menuju ke toilet agar bisa menelephone Rendy dengan bebas.
"Ayolah Rendy kamu harus secepatnya menjawab panggilan telephone dari Tante, ini sangat penting sekali Rendy."
Setelah menelephone beberapa kali akhirnya Rendy menjawab panggilan telephone dari Miranda.
***Hallo Rendy, ini Tante Miranda maaf jika Tante mengganggu pekerjaan kantor kamu. Tante mau menyampaikan informasi yang sangat baik sekali, mulai besok kekasih Aliyaa akan melakukan tugas di luar kota selama tiga hari, selama waktu tiga hari tersebut kamu bisa bersama-sama dengan Aliyaa dengan tenang sekali.
*Ohhh, begitu Tante Miranda baiklah terimakasih banyak atas informasinya yaa Tante. Dan maaf sekali Tante sedang sibuk sekali**.
Rendy pun mengakhiri panggilan telephone nya bersama dengan Miranda.
__ADS_1
Miranda pun langsung tersenyum bahagia sekali akhirnya dia bisa bersama dengan Fabian walaupun hanya dari pekerjaan kantor.
"Di waktu tiga hari kebersamaan kuu bersama dengan Fabian aku harus bisa mengambil hati Fabian dan semoga saja Rendy sama seperti itu."
Miranda pun kembali ke ruangan nya dia mengambil berkas-berkas tersebut.
Miranda masuk ke ruangan Fabian dan Fabian pun langsung terkejut melihat Miranda yang datang dengan tugas baru nya.
"Ada apa lagi,? ini tugas yang ini pun belum selesai itu sudah ada tugas yang baru lagi."
Miranda pun langsung duduk berhadapan dengan Fabian.
Fabian pun langsung mengambil berkas-berkas tersebut dan membaca nya sendiri.
"Kenapa tidak kamu saja sendiri yang pergi ke sana, kamu kan pemilik perusahaan ini. Dan kamu pasti sanggup untuk menyelesaikan semua nya sendiri."
Miranda tersenyum manis sambil mengambil kembali berkas-berkas yang di pegang oleh Fabian.
"Fabian Putra, kamu itu adalah asisten pribadi aku. Ini adalah tugas kantor kita pergi berdua bukan untuk bersenang-senang tapi untuk berkerja. Keuntungan nya kan bisa untuk Aliyaa juga kan, lagian Aliyaa pun pasti akan mengerti dia pasti akan mengijinkan untuk pergi."
__ADS_1
Miranda pun langsung pergi dari ruangan Fabian setelah memberikan informasi tersebut.
Fabian pun langsung terdiam bagaimana mungkin dia harus pergi berdua saja dengan Miranda.
"Apa yang akan Miranda rencana kan yaa, perasaan kuu sudah tidak nyaman sekali."
Fabian pun memikirkan bagaimana dengan Aliyaa jika dia meninggalkan Aliyaa sendiri di rumah nya.
Fabian sangat hawatir sekali jika harus meninggalkan Aliyaa.
Fabian memilih untuk pergi dari ruangan, dan Miranda pun memperhatikan Fabian.
"Mau pergi ke mana dia hmmmm pasti dia mau menelephone Aliyaa dan meminta ijin."
Miranda kembali duduk dan menyelesaikan pekerjaan nya.
Fabian mencoba untuk menghubungi Siska tapi dia pun tidak jadi menghubungi Siska.
"Siska selalu bersama dengan Aliyaa, jika aku menghubungi Siska dan Aliyaa ada di samping Siska maka Aliyaa pasti memiliki pikiran yang negatif terhadap aku dan Siska."
__ADS_1
Fabian pun menghela nafas panjang dia merasa sangat berat sekali.