
Setelah menampar Fabian hilang semua perasaan Fabian terhadap Miranda di saat itu juga.
Miranda pun langsung menatap wajah Fabian yang memerah menahan rasa sakit tamparan yang di berikan oleh Miranda.
"Hmmmm, Fabiaaan maafkan aku Fabian aku sangat emosional sekali Fabian. Aku mohon maaafkan aku."
Tangan Miranda masih sangat bergetar dia menyesali perbuatannya itu.
"Jangan pernah kamu lakukan hal ini kepada Aliyaa, jika kamu sampai melakukan hal ini kepada Aliya maka aku pasti akan membalas nya."
Fabian pergi dari ruangan Miranda, sambil memegang pipinya.
"Apa yang sudah ku lakukan tadi, aku benar-benar sudah tidak bisa mengontrol emosi kuu sendiri mengendalikan diri kuu sendiri. Fabian pasti semakin membenci akuu aku harus bagaimana lagi sekarang, aku tidak mau sampai harus kelihatan cinta dari Fabian."
Miranda duduk kemas di dalam ruangan nya, dia pun memegang kendali yang kembali berat dan sangat pusing sekali.
"Seperti nya, aku harus pergi kembali untuk memeriksa kondisi kesehatan kuu ini."
Miranda pun menyenderkan tubuhnya ke kursi kerja nya sambil menutup rapat matanya.
__ADS_1
Fabian begitu sangat emosional sekali dengan perlakuan Miranda terhadap nya, dia tidak menyangka Miranda bisa seperti itu.
"Bagaimana nasib Aliyaa, sekarang Miranda begitu tempramental seperti ini. Kalau seperti ini lebih baik Aliya tidak pulang saja ke rumah nya."
Fabian tidak fokus berkerja dia memilih untuk keluar dari ruangan, Miranda yang sedang memejamkan mata nya pun langsung terkejut mendengar suara keras pintu.
"Astaga itu pasti Fabian, mau kemana dia. Pasti akan menemui Aliya lagi."
Miranda sangat ketakutan sekali, dia langsung berlari mengejar Fabian.
"Fabiaaaaaaaaaaaaaaaannnn,"
Teriak Miranda, membuat langkah Fabian langsung berenti dan membalikkan badannya.
Fabian langsung membalikkan badannya dan melihat sikap Miranda yang seperti ini.
Miranda pun langsung berlari menghampiri Fabian.
__ADS_1
"Mau pergi ke mana kamu Fabian, ini masih jam berkerja kamu tidak bisa se enak pergi begitu saja di jam berkerja."
Fabian langsung tersenyum tipis kepada Miranda.
"Saya mau pergi ke toilet pun apa itu tidak boleh Ibu Miranda Larasati, dan apakah Ibu akan menampar kembali wajah saya."
Para karyawan pun langsung terkejut ketika mendengar Fabian yang baru saja di tampar oleh Miranda, mereka tidak menyangka jika Miranda bisa berbuat seperti itu.
Mereka dirinya di perhatikan oleh para karyawan nya, Miranda pun langsung berjalan menuju ke Karyawan nya.
"Kenapa kalian berdiri semuanya hah, ayo cepat duduk kembali dan kerjakan perkejaan kalian masing-masing ini bukan untuk di pertontonkan."
Fabian pun langsung tersenyum melihat tingkah laku Miranda yang menjadi berubah drastis seperti itu.
Miranda kembali untuk menghampiri Fabian, dia mencoba untuk menarik tangan Fabian tapi dia tidak bisa karena Fabian yang begitu sangat kuat sekali bahkan tubuh Fabian tidak bergerak sedikit pun.
"Apa yang sedang Ibu Miranda Larasati lakukan kepada saya, Ibu Miranda menyuruh kepada karyawan Ibu agar tidak menonton pertunjukan ini tapi Ibu Miranda sendiri yang membuat sensasi dengan kelakuan Ibu sendiri yang seperti ini."
Fabian mencoba untuk melepaskan genggaman tangan Miranda yang begitu sangat erat sekali.
__ADS_1
"Lepaskan genggaman tangan ini Buu,"
Ucap Fabian sambil memandang sinis wajah Miranda, tapi Miranda menggelengkan kepalanya tetap mengengam tangan erat tangan Fabian.